<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bali OutBound Community &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://www.balioutbound.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balioutbound.com</link>
	<description>Komunitas Bali Outbound, adventure team, pecinta alam Bali, pendakian gunung, bali hiking, bali trekking, Paket Outing Outbound, Paket wisata Bali, kebersamaan kembali ke alam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jan 2012 07:11:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Tips Snorkeling</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2011/09/tips-snorkeling/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2011/09/tips-snorkeling/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 17:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Cara bersnorkling]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Peralatan Snorkling]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkling]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Snorkeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Senorkeling ? Snorkeling (selam permukaan) atau selam dangkal (skin diving) adalah kegiatan berenang atau menyelam dengan mengenakan peralatan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa itu Senorkeling ?</strong></p>
<p>Snorkeling (selam permukaan) atau selam dangkal (skin diving) adalah kegiatan berenang atau menyelam dengan mengenakan peralatan berupa masker selam dan snorkel. Selain itu, penyelam sering mengenakan alat bantu gerak berupa kaki katak (sirip selam) untuk menambah daya dorong pada kaki.<br />
<span id="more-649"></span><br />
Snorkel adalah peralatan selam berupa selang berbentuk huruf J dengan pelindung mulut di bagian ujung sebelah bawah. Alat ini berfungsi sebagai jalan masuk udara ketika bernapas dengan mulut tanpa harus mengangkat muka dari permukaan air. Pemandangan bawah air bisa dilihat sambil berenang dengan wajah menghadap ke permukaan air dan bernapas melalui snorkel. Penyelam bisa mengambil napas dalam-dalam sebelum menyelam ke bawah air. Penyelam scuba menggunakan snorkel untuk menghemat udara di dalam tabung sewaktu berenang di permukaan air.</p>
<p>Kegiatan snorkeling bisa dilakukan semua orang. Penyelam yang tidak bisa berenang atau tidak bisa mengapung bisa mengenakan baju pelampung. Ketika menyelam di air bersuhu rendah, penyelam memakai baju selam untuk menjaga tubuh dari kedinginan. Selain itu, baju selam merupakan pelindung tubuh dari luka tergores terumbu karang atau sengatan ubur-ubur.</p>
<p>Selain menguasai cara bernapas dengan mulut melalui snorkel, kegiatan snorkeling tidak memerlukan pendidikan khusus. Pemula yang belum pernah melakukan snorkeling bisa mempelajarinya dalam waktu singkat dari pemandu selam. Cara mengenakan masker, snorkel, dan kaki katak bisa dipelajari dari pemandu selam, toko selam, atau tempat penyewaan alat selam di pinggir pantai. Walaupun demikian, seperti halnya selam scuba, kegiatan snorkeling tidak untuk dilakukan seorang diri, melainkan bersama teman atau secara berkelompok.</p>
<p><a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2011/09/MG_8321@.jpg"><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2011/09/MG_8321@-300x242.jpg" alt="" title="Snorkling" width="300" height="242" class="aligncenter size-medium wp-image-653" /></a></p>
<p>Snorkeling adalah kegiatan rekreasi air yang populer, terutama di resor pantai tropis dan lokasi selam scuba yang dangkal. Penyelam bisa mengamati beraneka ragam flora dan fauna bawah laut, seperti: terumbu karang, ikan, kerang, bintang laut, rumput laut, ubur-ubur, udang, dan penyu. Selain itu, snorkeling juga dilakukan orang di danau air tawar atau sungai.</p>
<p><strong>Peralatan Snorkeling</strong></p>
<p><strong>Masker</strong><br />
Masker selam adalah jendela kedap air yang melindungi sebagian wajah, terutama mata dan hidung dari air. Bagian lensa dibuat dari kaca pengaman sementara kantong hidung serta kerangka masker dibuat dari silikone atau karet. Di bagian sisi masker terdapat tempat untuk memasang snorkel.</p>
<p>Sewaktu mengenakan masker, penyelam bernapas dengan mulut. Masker dapat menjadi berembun atau kemasukan air bila penyelam memaksa untuk bernapas melalui hidung. Rambut penyelam juga tidak boleh terjepit di antara masker dan wajah supaya masker tidak kemasukan air.</p>
<p>Masker tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk untuk anak-anak dan wanita. Dibandingkan masker selam scuba, masker snorkeling umumnya berukuran lebih kecil agar kantong udara di dalam masker menjadi sekecil mungkin.</p>
<p>Penyelam harus memakai ukuran masker yang pas dengan wajah agar masker tidak kemasukan air. Ukuran masker yang pas bisa diperiksa tanpa perlu memasangkan tali pengikat di kepala. Masker diletakkan di wajah, dan ditekan sambil menarik napas perlahan-lahan. Bila masker tidak jatuh maka ukuran masker sesuai dengan wajah pemakainya. Tekanan air membuat masker menjadi kedap udara, sementara tali pengikat hanya menahan masker agar tidak terlepas.</p>
<p><strong>Snorkel</strong><br />
Snorkel terdiri dari dua bagian: selang udara dan pelindung mulut. Selang dibuat dari plastik atau karet keras, dengan ukuran diameter sekitar 2 cm dan panjang sekitar 30 cm. Selang yang terlalu panjang membuat bernapas menjadi sulit, dan memperbesar kemungkinan penyelam menghisap kembali karbon dioksida yang tertahan di dalam selang.</p>
<p>Pelindung mulut dibuat dari silikone atau karet, dan terdiri dari penutup berbentuk lengkung, dan bagian untuk digigit. Ukuran pelindung mulut juga harus sesuai dengan ukuran mulut. Ketika menyelam di bawah air, udara di dalam snorkel keluar, dan air masuk ke dalam snorkel. Ketika sampai di permukaan, air dalam snorkel dikuras dengan cara menghembuskan udara keras-keras dari dalam mulut</p>
<p><strong>Kaki Katak / Fin</strong><br />
Kaki katak adalah sepatu karet dengan sirip yang melebar di bagian ujung kaki. Snorkeling bisa saja dilakukan tanpa kaki katak, tapi alat ini bisa menambah daya dorong kaki manusia ketika berenang.</p>
<p>Kaki katak terdiri dari dua jenis: tumit terbuka (open heel) dan kaki tertutup (full foot atau pocket foot). Jenis kaki katak kaki tertutup tersedia dalam berbagai ukuran seperti halnya ukuran sepatu. Dibandingkan kaki katak tumit terbuka, jenis kaki katak tertutup memiliki ujung sirip yang lebih pendek. Ketika memakai kaki katak tumit terbuka, penyelam mengenakan sepatu bot dari bahan neoprena. Sepatu bot berfungsi sebagai pelindung kaki dari dari luka, dinginnya air, atau pencegah lecet. Kaki katak tumit terbuka hanya dibuat dalam beberapa ukuran: kecil, sedang, besar, dan ekstra besar. Ukuran kaki katak disesuaikan dengan kaki pemakainya dengan mengencangkan sabuk di bagian tumit.</p>
<p><strong>Tips</strong></p>
<p><strong>1. Sebaiknya jangan bersnorkeling sendiri, usahakan selalu membawa teman disamping anda.</strong><br />
Teman disini tidak harus lebih bagus kemampuannya dibanding anda. Akan tetapi teman ini akan bisa membantu anda apabila mengalami kesulitan apapun. Minimal dia dapat memberitahukan seseorang apabila ada bahaya menimpa anda.</p>
<p><strong>2. Selalu cek terlebih dahulu alat yang akan anda pakai.</strong><br />
Pengecekan alat sangat penting karena olah raga snorkeling bagi pemula sedikit banyak mengandung resiko. Cek apakah goggles atau masker tidak bocor, snorkelnya tidak bocor atau retak dan fin (sepatu katak) tidak robek dan masih lentur untuk digunakan.</p>
<p><strong>3. Pakailah goggles/masker dengan benar</strong><br />
Memakai goggles atau masker dengan benar membantu agar air tidak masuk ke dalam goggles. Benar dalam hal ini adalah sudah terasa lekat dengan wajah tanpa terasa ada aliran angin yang masuk. Coba cek dengan meniup dengan hidung apakah ada aliran angin yang keluar. Pastikan juga tidak ada rambut yang nyangkut ke masker/google tersebut.</p>
<p><strong>4. Pakailah snorkel anda dan bernapaslah melalui mulut sebelum masuk air.</strong><br />
Tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan bernapas memakai alat snorkel walaupun kelihatannya mudah, tetapi sering ditemui beberapa orang yang mengalami kesulitan melakukannya.</p>
<p><strong>5. Basuh masker dengan sabun atau Ludah</strong><br />
Sebelum benar2 masuk ke air, basuhlah masker anda dengan sabun atau Ludah anda. Kemudian bersihkan dengan air. Ini berguna agar masker tersebut tidak berembun ketika digunakan.</p>
<p><strong>6. Pakai Fin secara benar</strong><br />
Pemakain fin secara benar membantu agar fin tidak terlepas ketika digunakan. Pakai juga yang sesuai dengan ukuran kaki anda, jangan sampai kebesaran atau kekecilan.</p>
<p><strong>7. Bawalah alat komunikasi (peluit)</strong><br />
Ini sangat berguna apabila anda tertinggal dari rombongan atau terpisah dari rombongan. Apabila dalam keadaan mendesak, hampir tidak mungkin teriakan anda terdengar oleh kawan lain dikarenakan jarak yang jauh dan kecepatan angin. peluit sangat membantu untuk anda.</p>
<p><strong>8. Pastikan snorkel diatas air ketika snorkeling</strong><br />
Ketika snorkeling apapun yang terjadi pastikan lubang snorkel diatas air. Snorkel berfungsi sebagai aliran udara pernapasan anda. Apabila sampai masuk ke air bisa-bisa anda menghisap air tersebut.</p>
<p><strong>9. Perhatikan Gelombang</strong><br />
Perhatikan arah dan besarnya gelombang. Apabilang gelombang semakin membesar dan menurut anda sudah tidak layak untuk snorkeling. Jangan ditunda lagi segera berhenti snorkeling.</p>
<p><strong>10. Jangan Panik</strong><br />
Ketika snorkeling usahakan sesantai mungkin. Jangan takut, jangan panik dan jangan mengambil keputusan tergesa-gesa. Nikmati saja keindahan alam yang Tuhan ciptakan untuk anda.</p>
<p>Selamat snorkeling</p>
<p>sumber : http://goo.gl/u4lWa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2011/09/tips-snorkeling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Aksi World Silent Day 2011</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2011/03/undangan-aksi-world-silent-day-2011/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2011/03/undangan-aksi-world-silent-day-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 08:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[World Silent Day (WSD) diperingati tiap tanggal 21 maret, merupakan gerakan moral untuk memberikan ruang bagi bumi untuk bernafas dengan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignnone" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2011/03/timeout-wsd.jpg" alt="" width="300" height="440" /></strong></p>
<p><strong>World Silent Day (WSD) </strong>diperingati tiap tanggal 21 maret, merupakan gerakan moral untuk memberikan ruang bagi bumi untuk bernafas dengan mengajak masyarakat dunia melakukan hening. Tiap orang pada hari tersebut diminta kontribusi mengurangi konsumsi energi dan sumberdaya alam. Gerakan WSD sudah di Kampanyekan mulai Desember 2007, Saat Bali menjadi tuan rumah konferensi PBB untuk Perubahan Iklim.</p>
<p>Penyebarluasan Informasi mengenai WSD ke Masyarakat lebih luas merupakan tantangan yang paling besar bagi gerakan ini. Maka penting halnya untuk terus menerus menyebarluaskan informasi mengenai WSD kepada masyarakat luas agar semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.</p>
<p>Tahun ini team WSD menyusun beberapa agenda untuk memperingati WSD dan telah mendapat beberapa dukungan. Dimulai dengan rapat Internal team WSD, lalu sosialisasi WSD di acara Fair Trade Lunch ( yang di fasilitasi oleh Forum Fair Trade Indonesia ) pada tanggal 15 Maret 2011. Intinya Bapak walikota menyambut positif WSD, dan sudah memberi dukungan tanda tangan WSD.</p>
<p>Dukungan juga datang dari pengusaha, JOGER. Beliau menawarkan untuk mengumpulkan tanda tangan pada acara kerja bakti Joger pada hari minggu, 20 Maret. Selain itu , JOGER mempersilahkan team WSD untuk mengumpulkan tanda tangan di 2 Outlet  Joger di Bali.</p>
<p>Dukungan juga datang dari teman &#8211; teman NK13, Suatu kelompok anak muda Bali yang mulai bergerak dalam pelestarian lingkungan, LSM, Komunitas Seni, dan penggiat media di Bali yang berawal WSD di gagas memberi dukungan. Bisa dilihat dari pemasangan Logo WSD di akun masing masing situs jejaring social, karena kampanye ini juga di lakukan secara Online.</p>
<p>Sebagai pengingat, team WSD akan melakukan beberapa kegiatan yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Aksi damai di depan Bajra Sandi, Rennon pada hari minggu, 20 Maret 2011, bertepatan dengann waktu Car Free Day ( 07.00 -10.00 ). Acara : pertunjukan seni, pembagian Brosur dan stiker WSD, pembacaan puisi, kampanye )</strong></li>
<li><strong>Kerja bakti membersihkan Lingkungan kuta bersama keluarga besar JOGER. Dalam kegiatan ini tim WSD akan mengumpulkan tanda tangan dukungan WSD. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 20 maret 2011, mulai Pukul 07.00 WITA.</strong></li>
<li><strong>Aksi Silent di depan kantor Gubernur Bali pada tanggal 21 Maret 2011, Pukul 10.00 -14.00 WITA. Dalam aksi Silent ini, Tim dan volunteer WSD akan mengadakan beberapa aktivitas , seperti : meditasi hening/doa bersama untuk Korban Bencana Gempa dan Tsunami di Jepang; Pembuatan Origami Flaping birds (Tsuru non ) lambang damai dan harapan.</strong></li>
</ol>
<p>Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi rekan &#8211; rekan dalam kegiatan WSD 2011. Silahkan menghubungi sekretarian yang nomornya tercantum di bawah ini. Anda bisa membantu kami mengkampanyekan WSD dan mengumpulkan tanda tangan dukungan WSD, yang akan di sampaikan ke PBB sebuah petisi, dengan tujuan akhir WSD bisa di adopsi di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Contact Person Sekretariat WSD :</strong><br />
Catur &#8211; 08179717120 ; Fransiska &#8211; 085238777721 ; Lisa &#8211; 0818200941 ; Arik -085738289092<br />
Don’t have to be a Superhero to save World ; do World Silent Day</p>
<p><a title="world silent day" href="http://www.worldsilentday.org/" target="_blank">www.worldsilentday.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2011/03/undangan-aksi-world-silent-day-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Backpacking</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2011/01/tips-backpacking/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2011/01/tips-backpacking/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 17:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Cari tiket pesawat murah. Rajin mencari informasi tiket murah. Bisa dengan cara mendaftar ke beberapa website maskapai penerbangan untuk mendapatkan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-560" title="backpack" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2011/01/200px-Berghaus_Vulcan.jpg" alt="source: http://en.wikipedia.org/wiki/Backpacking_(travel)" width="200" height="236" /></p>
<p><strong>Cari tiket pesawat murah.</strong><br />
Rajin mencari informasi tiket murah. Bisa dengan cara mendaftar ke beberapa website maskapai penerbangan untuk mendapatkan info terbaru saat ada promo tiket</p>
<p><strong>Seni mengemas backpack.</strong><br />
Kemaslah backpack/ransel seringkas dan seringan mungkin. Kenapa? Saat backpacking kita akan sering berpindah tempat. Disamping itu penerbangan murah hanya mengijinkan backpack/ransel yang dibawa masuk ke kabin maksimalnya seberat 7Kg. Bawalah baju secukupnya dan beberapa barang penting lainnya. tidak perlu repot-repot memenuhi backpack/ranselmu dengan barang-barang yang tidak perlu, hanya akan menambah biaya dan beban. Daripada repot di jalan?</p>
<p><strong>Cari informasi melalui Internet, majalah, buku mengenai destinasi yang akan kamu sambangi supaya kamu tahu betul apa yang akan kamu lakukan saat sudah tiba di sana.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Berhati-hati dan waspada sepanjang perjalanan</strong>. Simpan paspor, uang, dan barang berharga lain di tas khusus dan selalu melekat di badan. Jangan pernah dilepas di sembarang tempat.</p>
<p><strong>Tidak perlu membawa barang yang sangat berharga</strong>.<br />
Kalau kamu membawa notebook dan gadget, berhati-hatilah saat tidur di dormitory room di backpacker hostel. Gunakan fasilitas safety box yang ada di hostel tersebut untuk menyimpan barang-barang berharga ketika tidur atau mandi.</p>
<p><strong>Untuk backpacker perempuan, tidak perlu memakai perhiasan yang berlebihan selama backpacking.</strong> Kalo perlu, gak usah pake perhiasan sama sekali justru lebih balk daripada memancing orang lain untuk berbuat jahat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2011/01/tips-backpacking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Klarifikasi Unilever</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2009/05/surat-klarifikasi-unilever/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2009/05/surat-klarifikasi-unilever/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 08:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Berkaitan dengan salah satu artikel/post di dalam website ini yang berjudul &#8220;Para Pemasok Unilever Membakar Kalimantan Demi Minyak Kelapa Sawit;...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkaitan dengan salah satu artikel/post di dalam website ini yang berjudul <a href="http://www.balioutbound.com/para-pemasok-unilever-membakar-kalimantan-demi-minyak-kelapa-sawit-greenpeace-menuntut-moratorium-konversi-hutan">&#8220;Para Pemasok Unilever Membakar Kalimantan Demi Minyak Kelapa Sawit; Greenpeace Menuntut Moratorium Konversi Hutan&#8221;</a> serta salah satu komentar pembaca yang mengatasnamakan <strong>&#8220;joseph bataona&#8221;</strong>, pihak Unilever memberikan surat pernyataan klarifikasi sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2009/05/surat-kepada-bali-outbound-community-dr-unilever-may091.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-298" style="border: 0pt none;" title="surat-kepada-bali-outbound-community-dr-unilever-may091" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2009/05/surat-kepada-bali-outbound-community-dr-unilever-may091.jpg" alt="surat-kepada-bali-outbound-community-dr-unilever-may091" width="507" height="665" /></a></p>
<p>notes: Surat klarifikasi di atas merupakan hasil konversi JPEG dari file PDF  yang kami terima dan isi tidak mengalami perubahan apapun sejak kami terima dari pihak Unilever per tanggal 6 Mei 2009.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2009/05/surat-klarifikasi-unilever/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ladang Lumpur di Desa Pancasari</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2009/02/ladang-lumpur-di-desa-pancasari/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2009/02/ladang-lumpur-di-desa-pancasari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 10:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Development at Lake Buyan goes on without permits Claudia Sardi , The Jakarta Post , Buleleng &#124; Sat, 02/07/2009 1:11...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Development at Lake Buyan goes on without permits</strong><br />
Claudia Sardi ,  The Jakarta Post ,  Buleleng   |  Sat, 02/07/2009 1:11 PM  |  Bali</em></p>
<p><em>The development thriller of Lake Buyan, one of the few water catchment areas in Bali, is not yet finished as PT Nusa Bali Abadi, an Indonesian developer, has started to build around the sacred lake.<br />
<a href="http://www.thejakartapost.com/news/2009/02/07/development-lake-buyan-goes-without-permits.html" target="_blank">selanjutnya&#8230;</a></em></p>
<p><em><img class="alignnone size-full wp-image-379" title="lumpur-pancasari" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2009/02/lumpur-pancasari.jpg" alt="" width="547" height="179" /></em></p>
<p>Postingan berita dari <a href="http://bhumisenthana.blogspot.com/" target="_blank">Agung Wardana</a> (WALHI Bali) di milis <a title="Bali Blogger Community" href="http://baliblogger.org" target="_blank">Bali Blogger Community</a> ini kebetulan banget pas sama niatku untuk posting sedikit tentang Danau Buyan. Seminggu setelah <a href="http://selebzone.com/2009/02/02/komunitas-pecinta-lingkungan-imbau.html" target="_blank">camping aksi penolakan eskploitasi Buyan</a> kebetulan sempet mampir lagi ke Buyan hari minggu kemarin. Kondisi cuaca kemarin bener-bener buruk. Hujan ditambah angin berhembus kenceng banget di area Bedugul. Sukurnya pas masuk lokasi Buyan, hujan tinggal gerimis walau angin masih aja tetep kenceng. Setiba di area Danau Buyan, terlihat permukaan danau beriak tampak seperti permukaan lautan dengan awan mendung dan kabut tebal bergerak menggelayut di atasnya.</p>
<p>Ada yang menarik perhatian sebelum memasuki areal perkemahan di sana. Sekitar 200 meter sebelum pintu masuk areal danau mobil kami terhalang oleh lumpur yang menutupi jalan. Di sisi kiri tampak beberapa orang sibuk membuat tanggul untuk mencegah lumpur terus turun menutupi jalan. Kami pun mengurangi kecepatan, mencoba mencari tahu darimana datangnya itu lumpur. <span id="more-272"></span></p>
<p>Ternyata ada yang lebih parah selain jalanan yang menjadi korban lumpur tersebut. Sebagian ladang di sisi kiri/selatan jalan malah lebih tebal tertutup lumpur. Seperti yang kita tahu, sepanjang jalan menuju kawasan Danau Buyan adalah areal ladang yang terbentang di sisi kiri dan kanan jalan yang ditanami berbagai jenis sayuran. Sayuran yang terlihat siap panen itu sebagian terkubur lumpur tebal. Beh&#8230; alamat merugi nih yang punya ladang!</p>
<p>&#8220;Ada apa ini pak, longsor?&#8221;, tanyaku.<br />
&#8220;Bukan, bukan longsor&#8230;&#8221;, jawab salah satu bapak yang sibuk membersihkan jalan.<br />
&#8220;Gara-gara hujan terus ya pak&#8221;<br />
&#8220;Iya, hujan terus.&#8221;<br />
&#8220;Lumpurnya dari mana pak?&#8221;<br />
&#8220;Dari atas sana&#8230;&#8221;, sambil menunjuk ke atas bukit.  Lha bapak ini gimana, lumpur ngalir dari atas bukit sama aja dengan longsor pikirku.<br />
Aku ikuti arah telunjuknya, tebak apa yang aku lihat di atas sana :)<br />
Kompleks Villa!</p>
<p><a href="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00267.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-968" title="Ladang Lumpur" src="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00267-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /> </a><a href="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00268.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-969" title="Ladang Lumpur" src="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00268-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Aku belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya banjir lumpur itu karena si bapak langsung sibuk lagi dengan tanggul-tanggulnya, dan kita haruse segera jalan karena mobil menghalangi kerja mereka.</p>
<p>Terus apa kaitannya sama berita yang di-forward oleh Agung Wardana? Mungkin kaitannya tidak secara langsung, tapi coba bayangkan kerugian apa lagi yang akan terjadi berikutnya kalau kawasan itu tidak diperhatikan dari sisi konservasi. Semoga jangan diperhatikan hanya dari sisi ekonomi wisata <span style="text-decoration: line-through;">kapitalis</span> saja.</p>
<p>Berlaku juga untuk kawasan lindung lainnya di Bali! Hutan, Gunung, Sawah, Sungai, Pantai dan lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2009/02/ladang-lumpur-di-desa-pancasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buyan oh Buyan, Nasibmu&#8230;</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2009/01/buyan-oh-buyan-nasibmu/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2009/01/buyan-oh-buyan-nasibmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 03:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[danau buyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kurun waktu yang tidak lama tgl 22 Januari dan 23 Januari, aksi turun ke jalan, di gelar di kota...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kurun waktu yang tidak lama tgl 22 Januari dan 23 Januari, aksi turun ke jalan, di gelar di kota denpasar. Mereka dari AHMI (Aliansi Hindu Muda Indonesia) <a href="http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaindex&amp;kid=10&amp;id=10243" target="blank">Tolak Eksploitasi Danau Buyan</a> dan WAHLI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia).<br />
Aksi ini merupakan buntut dari investor yang berencana mengelola kawasan Danau Buyan yaitu PT Anantara, walaupun sudah di tolak Dewa Beratha (Gubenur sebelum Mangku Pastika) mereka (PT Anantara)  kembali mengajukan rencana kepada Gurbenur Mangku Pastika.</p>
<p><strong>Walhi Gelar Aksi</strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-370" title="56-BUYAN" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2009/01/56-BUYAN.gif" alt="" width="300" height="225" /><br />
<span id="more-270"></span><br />
<strong>Desak Pemprov Tolak Anantara</strong></p>
<p>Denpasar (Bali Post) -<br />
Aksi turun ke jalan menentang eksploitasi Danau Buyan terus berlanjut. Jumat (23/1) kemarin, giliran belasan aktivis yang tergabung dalam Sahabat Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Bali menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Bali, Renon. Mereka sempat berorasi dan berpuisi untuk mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika menolak pencaplokan Danau Buyan oleh investor.</p>
<p>Yang menarik, para peserta aksi mengenakan topeng gambar wajah Gubernur Pastika dan tanda tanya (?) yang merupakan simbol meragukan sikap Gubernur dalam menyikapi proposal PT Anantara. Sahabat Walhi Bali juga mengusung spanduk bertuliskan &#8216;Buyan Untuk Rakyat, Bukan Untuk Kerakusan&#8217;, &#8216;Stop Rasisme Lingkungan&#8217; dan berbagai poster bernada penolakan.</p>
<p>Silih berganti peserta aksi menyampaikan orasi yang intinya meminta Pemprov Bali bersikap tegas terhadap para investor yang jelas-jelas ingin mengeksploitasi kawasan suci Danau Buyan. &#8216;Buyan merupakan kawasan ekologi genting karena Buyan merupakan kawasan strategis dan penting bagi Bali. Pemberi izin investasi di kawasan itu hanya akan memperparah kerentanan ekologi,&#8217; ujar Bobi Andalan, juru bicara aksi.</p>
<p>Bobi mengingatkan, saat ini saja ada investor yang sudah mendapat izin berencana membangun 400 kamar vila mewah di dalam hutan. Meskipun telah mengantongi izin pemanfaatan pariwisata alam dari Menhut, namun peserta aksi menduga perizinan tersebut cacat hukum.</p>
<p>Sahabat Wahli Bali menyampaikan pernyataan sikap yakni; stop perusakan lingkungan atas nama kerakusan investasi, mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk menolak rencana proyek wisata alam oleh PT Anantara dan menyerukan kepada seluruh masyarakat Bali sebagai komponen masyarakat adat terdampak harus bersatu melakukan penolakan terhadap proyek PT Anantara.</p>
<p>Penyampaian sikap ini mendapat tanggapan dari Sekda Provinsi Bali Nyoman Yasa. Bersama Kepala BLH Bali Wardana, Sekda menemui para peserta aksi dan mengajak mereka untuk berdialog di salah satu ruangan Kantor Gubernur Bali. Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 wita kemarin itu mendapat perhatian luas dari para wartawan, baik media lokal, nasional maupun perwakilan media internasional di Bali.</p>
<p>Kajian Komprehensif</p>
<p>Dalam dialog itu, aktivis lingkungan Ngurah Karyadi mengatakan, ada kesan selama ini Pemprov bersikap pasif sebagaimana terlihat dalam kasus Danau Buyan. Pemprov Bali melakukan kajian setelah mendapat proposal dari investor. &#8216;Jadi, ada kesan Pemprov malah didikte oleh investor. Mestinya Pemprov punya inisiatif untuk melakukan kajian strategis menyeluruh tentang daya dukung alam Bali,&#8217; desak Karyadi.</p>
<p>Kampus-kampus di Bali tidak kekurangan pakar untuk melakukan kajian, bukan hanya dari dimensi lingkungan hidup dan ekonomi, tetapi juga dari segi sosial, budaya dan religius. Karyadi mengingatkan, jangan sampai Pemprov Bali malah mengikuti kajian yang dilakukan oleh pakar yang dibayar investor, yang notabene akan mendukung rencana investor kendati dalam kenyataannya merugikan Bali. Sebelum melakukan kajian yang komprehensif, lanjut Karyadi, Pemprov bersama Pemkab/Pemkot di Bali harus sepakat melakukan jeda atau moratorium pembangunan fisik di Pulau Dewata.</p>
<p>Aktivis lainnya, Sri Widiaty, menambahkan dalam kajian itu, jangan pernah dilupakan untuk mengikutsertakan komponen kearifan lokal. &#8216;Sudah terbukti, kajian pakar saja tak cukup memadai,&#8217; ujar Widiaty.</p>
<p>Direktur Walhi Bali Agung Wardana mengatakan, kajian yang komprehensif itu sangat bermanfaat. Sebab, sudah merupakan rahasia umum, dengan kewenangan masing-masing lembaga otoritas perizinan, baik di pusat maupun di provinsi dan kabupaten/kota memiliki kepentingan berbeda. Akibatnya, rakyat yang kerap menanggung dampak negatifnya.</p>
<p>Sekda Nyoman Yasa dan Kepala Badan LH Bali Wardana menyatakan menerima berbagai masukan dari para aktivis lingkungan tersebut. Keduanya mengaku selama ini Pemprov memang memiliki keterbatasan-keterbatasan, namun tetap memiliki komitmen untuk menjaga Bali. Khusus mengenai kasus Buyan, Sekda Yasa menegaskan, belum ada sikap apa pun dari Pemprov Bali karena sedang melakukan kajian.<br />
Source <a href="http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&amp;kid=10&amp;id=10272">Bali Post</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2009/01/buyan-oh-buyan-nasibmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus Pengelolaan Danau Buyan</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2009/01/kasus-pengelolaan-danau-buyan/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2009/01/kasus-pengelolaan-danau-buyan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 09:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[danau buyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Gubernur Dewa Beratha Sempat Menolak Singaraja (Bali Post) - Rupanya PT Anantara, investor yang berencana mengelola kawasan Danau Buyan &#8212;...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gubernur Dewa Beratha Sempat Menolak</strong><br />
Singaraja (Bali Post) -<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-372" title="kartunbuyan" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2009/01/kartunbuyan.gif" alt="" width="300" height="223" /><br />
Rupanya PT Anantara, investor yang berencana mengelola kawasan Danau Buyan &#8212; tidak mengenal kata menyerah. Setelah keinginan itu dengan tegas ditolak Dewa Beratha (gubernur sebelum Mangku Pastika &#8211; red), rencana itu kembali diajukan kepada Gubernur Mangku Pastika.</p>
<p>Surat penolakan Gubernur Dewa Made Beratha tertanggal 6 Agustus 2008. Surat itu dikeluarkan sekitar dua bulan setelah Bupati Bagiada mengeluarkan izin prinsip tertanggal 12 Juni 2008.</p>
<p>Data yang diperoleh di Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Buleleng, Senin (19/1) kemarin menyebutkan PT Anantara melalui surat tertanggal 12 April 2008 mengajukan permohonan untuk mengembangkan wisata ekologis dan budaya di kawasan Danau Buyan, salah satunya membangun panggung terapung di air.<br />
<span id="more-269"></span></p>
<p>Permohonan itu ditindaklanjuti dengan presentasi di hadapan tim investasi dan pejabat terkait serta anggota DPRD Buleleng. Sekitar seminggu setelah presentasi, Bupati Bagiada langsung mengeluarkan izin prinsip yang intinya menyetujui permohonan PT Anantara dengan berbagai ketentuan. Antara lain, investor agar membangun sesuai rencana yakni untuk wisata ekologis dan budaya. Luas lahan yang akan digunakan sekitar 900 hektar yang semuanya milik petani yang dikembangkan melalui sistem kerja sama. Karena menggunakan lahan petani, maka dalam suratnya Bupati minta agar investor berkoordinasi dengan pemilik lahan serta memenuhi semua perizinan dari pihak-pihak berwenang lainnya. Karena proyek itu nantinya juga akan memanfaatkan danau, maka PT Anantara juga diminta melengkapi izin dari Menteri Kehutanan.</p>
<p>Setelah izin prinsip itu keluar, maka PT Anantara kemudian mengajukan permohonan izin lokasi kepada Gubernur Bali yang saat itu dijabat Dewa Beratha. Melalui surat tertanggal 6 Agustus 2008, Gubernur Dewa Beratha menolak permohonan PT Anantara. Alasan penolakan, karena kawasan Buyan-Tamblingan merupakan kawasan lindung yang menjadi jantung dari sistem ekologi dan tata air Pulau Bali. Selain itu, sesuai pasal 19 ayat 2 Perda No.3/2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Bali disebutkan gunung, bukit, danau, merupakan kawasan suci.</p>
<p>Meski ditolak oleh Gubernur Dewa Beratha saat itu, investor rupanya tetap ingin melanjutkan rencananya dengan mendatangi Gubernur baru, Made Mangku Pastika, Jumat lalu.</p>
<p>Kepala KLH Buleleng Nyoman Pasek Swastika di kantornya kemarin mengatakan, izin prinsip yang dikeluarkan Bupati Buleleng intinya hanya semacam pernyataan welcome kepada investor yang mau mengembangkan investasi di Buleleng. Selanjutnya investor tetap harus melengkapi izin-izin lainnya seperti IMB, HO dan mengajukan amdal. &#8216;Karena PT Anantara memanfaatkan danau, maka investor tersebut juga harus mendapatkan izin Menteri Kehutanan. Jika perizinan lainnya tidak lengkap, maka investor tetap tak bisa membangun,&#8217; ujarnya.</p>
<p>Bukankah Gubernur Dewa Beratha sudah menolak permohonan izin lokasi dari PT Anantara, lalu kenapa proyek itu sepertinya dipaksakan untuk diwujudkan? Menurut Pasek, penolakan itu dilakukan mungkin karena Gubernur belum mengetahui secara lengkap tentang pengembangan wisata yang akan dilakukan investor. Untuk itu, PT Anantara kembali melakukan presentasi agar rencana proyeknya bisa dipahami sepenuhnya. &#8216;Misalnya, tentang panggung terapung akan menggunakan rakit yang bisa ditarik kembali ke tepi danau. Panggung itu hanya dipakai pada saat digelar hiburan,&#8217; katanya. (kmb15)</p>
<p>Kronologi</p>
<p>12 April 2008</p>
<p>PT Anantara mengajukan permohonan kepada Bupati Buleleng untuk mengembangkan kawasan Danau Buyan sebagai wisata ekologis dan budaya.</p>
<p>Juni 2008</p>
<p>PT Anantara melakukan presentasi di hadapan tim investasi Pemkab Buleleng yang terdiri atas pejabat terkait dan anggota DPRD Buleleng. Dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi.</p>
<p>12 Juni 2008</p>
<p>Bupati Buleleng Putu Bagiada mengeluarkan izin prinsip (rekomendasi) yang pada intinya menyetujui permohonan PT Anantara untuk mengembangkan kawasan Danau Buyan sebagai wisata ekologis dan budaya, sehingga PT Anantara kemudian mengajukan permohonan izin lokasi kepada Gubernur Bali.</p>
<p>6 Agustus 2008</p>
<p>Gubernur Bali Dewa Beratha menolak permohonan PT Anantara untuk mengembangkan pengusahaan pariwisata alam (PPA) di kawasan Danau Buyan. Alasannya kawasan Buyan-Tamblingan merupakan kawasan lindung yang menjadi jantung dari sistem ekologi dan tata air Pulau Bali.</p>
<p>16 Januari 2009</p>
<p>PT Anantara bertemu Gubernur Bali Mangku Pastika untuk mengutarakan kembali niatnya membangun panggung terapung di Danau Buyan. Saat itu Mangku Pastika menyatakan akan melakukan pengkajian.</p>
<p>sumber @ http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&amp;kid=2&amp;id=10115</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2009/01/kasus-pengelolaan-danau-buyan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuaca di Semeru Buruk, Pendaki Dibatasi Sampai Kali Mati</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2008/12/cuaca-di-semeru-buruk-pendaki-dibatasi-sampai-kali-mati/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2008/12/cuaca-di-semeru-buruk-pendaki-dibatasi-sampai-kali-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 03:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Meneruskan saja berita dari detik.com buat yang punya rencana mendaki Semeru dalam waktu dekat: Lumajang &#8211; Balai Taman Nasional Bromo...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-375" title="Foto-Gambar-Gunung-Semeru-Jawa-Timur" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/12/Foto-Gambar-Gunung-Semeru-Jawa-Timur-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Meneruskan saja berita dari detik.com buat yang punya rencana mendaki Semeru dalam waktu dekat:</p>
<p>Lumajang &#8211; Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mmbatasi para pendaki yang akan menuju puncak Gunung Semeru sampai di Kali Mati. Hal ini disebabkan cuaca di kawah Joggring Saloko dan jalur pendakian yang kurang mendukung.</p>
<p>&#8220;Di puncak letusan vulkani masih besar dan angin juga besar. Bisa menyebabkan badai,&#8221; kata Jusman Kepala TNBTS Wilayah II Malang-Lumajang, kepada detiksurabaya.com, Selasa (3/12/2008).</p>
<p>Kepada para pendaki yang tetap nekat mendaki Jusamn meminta mereka untuk mengenakan masker penutup hidung dan mulur. Alasannya abu vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan.</p>
<p>Para pendaki juga diharapkan mematuhi aturan pendakian demi keselamatan. &#8220;Pokoknya pendakian sampai di Kali Mati, Jika tetap memaksa mendaki sampai ke puncak, kami tidak akan bertanggung jawab,&#8221; jelas Jusman.</p>
<p>Selain karena kondisi alam yang masih berbahaya, Yusman juga menjelaskan pendakian sampai di Kali Mati untuk menjaga ekossitem di jalur pendakian akibat guyuran hujan abu yang begitu besar.</p>
<p>&#8220;Dibutuhkan waktu recovery ekosistem biar bisa normal kembali,&#8221; ungkap Jusman.(bdh/bdh) <em><a href="http://surabaya.detik.com/read/2008/12/30/103646/1060680/475/cuaca-di-semeru-buruk-pendaki-dibatasi-sampai-kali-mati" target="_blank">detik.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2008/12/cuaca-di-semeru-buruk-pendaki-dibatasi-sampai-kali-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Para Pemasok Unilever Membakar Kalimantan Demi Minyak Kelapa Sawit; Greenpeace Menuntut Moratorium Konversi Hutan</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2008/04/para-pemasok-unilever-membakar-kalimantan-demi-minyak-kelapa-sawit-greenpeace-menuntut-moratorium-konversi-hutan/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2008/04/para-pemasok-unilever-membakar-kalimantan-demi-minyak-kelapa-sawit-greenpeace-menuntut-moratorium-konversi-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 09:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/para-pemasok-unilever-membakar-kalimantan-demi-minyak-kelapa-sawit-greenpeace-menuntut-moratorium-konversi-hutan/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta/Singapore, Indonesia — Unilever, nama dibalik berbagai merek besar dunia, termasuk sabun Dove, menyumbang perusakan hutan serta lahan gambut Indonesia,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta/Singapore, Indonesia — Unilever, nama dibalik berbagai merek besar dunia, termasuk sabun Dove, menyumbang perusakan hutan serta lahan gambut Indonesia, ekosistem terakhir di muka bumi yang merupakan cadangan karbon yang besar serta merupakan habitat orangutan serta satwa langka lainnya, menurut organisasi lingkungan hidup Greenpeace.</strong></p>
<p><strong><img class="alignnone size-full wp-image-377" title="greenpeace indonesia" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/04/1_564243301l.jpg" alt="" width="430" height="430" /></strong></p>
<p>Dalam laporan yang bernada keras, bertajuk “Membakar Kalimantan”, Greenpeace membeberkan laporan baru yang menunjukkan titik-titik dimana para pemasok Unilever menghancurkan hutan gambut dan habitat orangutan demi menanam kelapa sawit, salah satu bahan penting dalam pembuatan merek sabun terkenal Unilever. <span id="more-172"></span></p>
<p>“Sungguh keterlaluan apabila hutan hujan kita terus dirusak demi produksi minyak kelapa sawit. Kami telah berkali-kali menyerukan pemerintah Indonesia untuk menyatakan moratorium guna menyelamatkan hutan dan lahan gambut tersisa dari penghancuran hanya demi sabun dan shampo,” kata Hapsoro, juru kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara, “Kini Greenpeace menyerukan para industri pengguna utama minyak kelapa sawit berhenti membeli dari perusahaan-perusahaan yang merusak hutan dan lahan gambut,” ujar Hapsoro.</p>
<p>Kerusakan hutan Indonesia terjadi lebih pesat dibandingkan negara pemilik hutan lainnya di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di muka bumi (1).</p>
<p>Lahan gambut yang dalam di kawasan ini ketika dikeringkan dan kemudian dibakar dalam proses mempersiapkan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah yang besar. Kawasan lahan gambut ini bertanggung jawab atas 4% dari jumlah emisi gas rumah kaca dunia (2).</p>
<p><a href="http://www.greenpeace.org/seasia/en/press/reports/how-unilever-palm-oil-supplier" target="_blank">Laporan dapat dilihat di sini</a></p>
<p>Laporan ini juga menjelaskan bagaimana pertumbuhan sektor kelapa sawit memberikan dampak buruk terhadap keanekaragaman hayati. Jumlah populasi orangutan merosot drastis dan terancam kepunahan(3). Dengan memetakan kawasan yang dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan kunci yang menjadi pemasok perusahaan Unilever, laporan ini menjelaskan bagaimana perusahaan dengan hubungan langsung dengan Unilever saat ini membabat habitat orangutan yang tersisa. Laporan ini juga mencakup riset lapangan yang dilakukan oleh Greenpeace di bulan-bulan awal tahun 2008.</p>
<p>“Kami tercengang saat mengetahui bagaimana Unilever, yang merupakan salah satu pengguna minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan merupakan pemrakarsa utama Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO), suatu organisasi industri yang dibentuk untuk memastikan produksi minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan, ternyata tidak melakukan apapun untuk mengehentikan para pemasok merusak hutan serta lahan gambut,” ujar Sue Connor dari Greenpeace Internasional di Jakarta, “Kecuali Unilever membersihkan segenap operasinya orangutan akan punah lebih cepat, kita kehilangan kesempatan bertindak mencegah bencana iklim.”</p>
<p>- Greenpeace menyerukan Unilever agar secara terbuka mendeklarasikan penghentikan perluasan lahan kelapa sawit pada kawasan hutan dan lahan gambut serta berhenti berbisnis dengan pemasok yang terus merusak hutan hujan.</p>
<p>- Greenpeace menyerukan pemerintah Indonesia untuk segera mendeklarasikan moratorium konversi lahan gambut dan hutan dengan kriteria minimum sebagai berikut:</p>
<p>1. Tidak ada perkebunan baru dalam kawasan hutan yang sudah dipetakan</p>
<p>2. Tidak ada perkebunan baru yang dibuka dengan cara merusak lahan gambut</p>
<p>3. Tidak ada perkebunan atau perluasan areal perkebunan pasca-November 2005 yang dihasilkan dari deforestasi atau merusak kawasan dengan nilai konservasi tinggi (High Conservation Value Forest, HCVF).</p>
<p>4. Tidak ada perkebunan atau perluasan areal perkebunan pada kawasan masyarakat adat atau kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup mereka pada hutan tanpa persetujuan mereka yang diambil tanpa tekanan (free prior informed consent, FPIC).</p>
<p>5. Menginformasikan secara terbuka rantai lacak pasokan serta sistem segregasi yang dapat menandai dan mengecualikan minyak kelapa sawit dari kelompok yang gagal memenuhi kriteria di atas.</p>
<p>Greenpeace  adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap masalah lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.</p>
<p><strong>Catatan Kaki :</strong></p>
<p>(1)  Wetlands International, Peatland degradation fuels climate change, November 2006</p>
<p>(2)Cooking the Climate, Greenpeace Report , November 2007</p>
<p>(3)The Last Stand of the Orangutan; State of Emergency: Illegal Logging, Fire and Palm Oil in Indonesia’s National Parks, UNEP, Feb 2007</p>
<p>(4) AFP (2007) ‘Activists: Palm oil workers killing endangered Orang-Utans.<br />
Catatan Redaksi</p>
<p>Menurut Pusat Perlindungan Orang-Utan (Centre for Orangutan Protection), setidaknya 1.500 orangutan mati di tahun 2006 akibat serangan yang disengaja oleh pekerja perkebunan. (4)</p>
<p>Sejak tahun 1900, jumlah orangutan Sumatera diperkirakan turun 91%, dengan angka terbesar di akhir abad ke-20.</p>
<p>Sejak tahun 1990, 28 juta hektar hutan Indonesia – dengan ukuran sama dengan Ekuador – telah dihancurkan, sebagian besar akibat pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Permintaan akan minyak kelapa sawit diperkirakan akan meningkat berlipat ganda; dua kali lipat pada tahun 2030 dan tiga kali pada tahun 2050 dibandingkan dengan tahun 2000.</p>
<p><strong>Informasi visi, video, foto dan laporan</strong></p>
<p>1. Tersedia foto dan video kerusakan hutan serta orangutan di lahan perkebunan kelapa sawit.<br />
2. Tersedia video orangutan yang terluka di perkebunan kelapa sawit.</p>
<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:</strong><br />
Hapsoro, Juru Kampe Hutan Greenpeace Asia Tenggara, +62 813 7848 9700<br />
Sue Connor, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Internasional +62 813 1594 3404 / +64 21 2299 594<br />
Adhityani Arga, Juru Kampanye Media Greenpeace Asia Tenggara +62 813 980 999</p>
<p><a href="http://www.greenpeace.org/international/campaigns/forests/asia-pacific/dove-palmoil-action" target="_blank">Let&#8217;s do something!</a></p>
<p>source: <a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/para-pemasok-unilever-membakar" target="_blank">greenpeace</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2008/04/para-pemasok-unilever-membakar-kalimantan-demi-minyak-kelapa-sawit-greenpeace-menuntut-moratorium-konversi-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vindi Kenandarti; Satu-satunya Anggota Rainbow Warrior dari Indonesia</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/12/vindi-kenandarti-satu-satunya-anggota-rainbow-warrior-dari-indonesia/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/12/vindi-kenandarti-satu-satunya-anggota-rainbow-warrior-dari-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 06:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/vindi-kenandarti-satu-satunya-anggota-rainbow-warrior-dari-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Saat Kuliah Ikut Mapala, Pertama Naik Kapal Malah Mabuk Tak banyak aktivis Indonesia dapat kesempatan menjadi crew Rainbow Warrior &#8211;...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat Kuliah Ikut Mapala, Pertama Naik Kapal Malah Mabuk<br />
Tak banyak aktivis Indonesia dapat kesempatan menjadi crew Rainbow Warrior &#8211; kapal legendaris milik pecinta lingkungan hidup dunia, Greenpeace. Tahun ini hanya ada satu dari sekian ratus juta warga Indonesia yang diberi kesempatan menjadi anggota kapal berbobot mati 555 ton ini. Siapa anggota Rainbow Warrior asal Indonesia itu?<span id="more-112"></span></p>
<p>Perawakannya Kecil dengan kulit hitam legam karena sering dipapar sinar matahari. Tinggi sekitar 157 cm dengan berat kurang lebih 50 kg, tidak ada tanda khusus yang menunjukkan dia adalah aktivis lingkungan militan, selain penampilannya yang agak cuek dan sedikit urakan. Namun siapa mengira kalau cewek berzodiac aquarius kelahiran Cempaka Putih, Jakarta, 17 Februari 1983, ini cukup peduli dengan masalah lingkungan. &#8220;Saya rasa dampak perubahan iklim bisa kita cegah asalkan kita punya komitmen tinggi untuk mengurangi aktivitas pembabatan hutan dan kegiatan-kegiatan yang berpotensi menaikkan emisi gas buangan,&#8221; ujar Vindi Kenandarti, satu-satunya crew Rainbow Warrior asal Indonesia, saat ditemui Radar Bali di atas dek kemarin.</p>
<p>Bagaimana kisahnya hingga menjadi anggota Rainbow Warrior? Ternyata cukup panjang. Vindi kemudian menghela nafas sebelum berkisah. &#8220;Kebetulan habis buka website Greenpeace, ada lowongan menjadi crew kapal. Kemudian coba-coba, setelah menjalani berbagai macam tes, akhirnya diterima. Jadi saya satu-satunya orang Indonesia yang ada di kapal ini,&#8221; jelas alumnus STIE Perbanas ini.</p>
<p>Menurutnya, sebelum terjun menjadi crew, dirinya lama berkecimpung sebagai aktivis lingkungan hidup. Mulai masuk menjadi anggota Mapala (mahasiswa pecinta alam) di kampus Perbanas, hingga akhirnya berkecimpung di Greenpeace, Jakarta sekitar tahun 2004. Dari menjadi pengantar tamu di kapal Rainbow Warrior hingga volunteer Greenpeace. Vindi mengaku tertarik bergabung dengan Greepeace lantaran kampanye penyelamatan lingkungan yang mereka suarakan sesuai dengan visi dan misinya.</p>
<p>Pendek cerita, setelah diterima bergabung menjadi crew Rainbow Warrior, Vindi mulai menjelajahi lautan. Dimulai dari Singapura satu bulan lalu. Kemudian menuju Dumai, Riau, Jakarta, Pelabuhan Jepara sebelum akhirnya bertolak ke Benoa, Bali. Pada awal bergabung, dia mengalami mabuk laut. Maklum, selama hidupnya, dia tidak pernah bepergian dengan kapal laut. Untungnya, rekannya cukup pengertian. &#8220;Dua tiga hari saya mengalami mabuk laut. Tapi lama-kelamaan sudah terbiasa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Apakah ada keahlian khusus yang harus dikuasai sebelum menjadi crew kapal? Menurutnya tidak ada. &#8220;Ya, sama seperti yang lain-lah,&#8221; tandasnya. Hanya saja, dia dituntut bisa berbahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Mengingat seluruh awak berasal dari lintas negara. Mulai Thailand, Filipina, Turkey, India, Belanda, Inggris, Jerman, Australia dan New Zealand. &#8220;Khusus selama mengarungi perairan Indonesia, saya yang ditunjuk sebagai translatter. Jadi saya yang menyampaikan pesan pentingnya upaya menjaga lingkungan dari dampak perubahan iklim,&#8221; paparnya.</p>
<p>Yang menarik, selama di dalam kapal dia harus ikut melakukan berbagai kegiatan, termasuk ikut ngecat kapal. Menurut anak sulung dari tiga bersaudara ini, dirinya merasa betah jadi anggota Rainbow Warrior karena kecintaannya teradap lingkungan. &#8220;Lingkungan harus diselamatkan. Segala bentuk upaya perusakan lingkungan, harus dilawan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Lantas dia mencontohkan aksi yang dilakukan Greenpeace saat di Dumai, Riau dan Muria, Jepara beberapa waktu lalu. Di Dumai, secara terang-terangan Greenpeace menolak aksi pembabatan hutan demi memperluas lahan untuk perkebunan kepala sawit yang dituding menjadi penyebab naiknya emisi gas rumah kaca. Sementara di Muria, Jepara, Greenpeace beraksi menolak rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).</p>
<p>Sumber : <em>ALI MUSTOFA, Denpasar (Radar Bali)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/12/vindi-kenandarti-satu-satunya-anggota-rainbow-warrior-dari-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>napak tilas ibnu batuta – jalan kaki dari maroko ke indonesia</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/11/napak-tilas-ibnu-batuta-jalan-kaki-dari-maroko-ke-indonesia/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/11/napak-tilas-ibnu-batuta-jalan-kaki-dari-maroko-ke-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 18:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/napak-tilas-ibnu-batuta-jalan-kaki-dari-maroko-ke-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Youssef Abdennaim dan Rachek Abdelkarim, dua pria muslim berkebangsaan Maroko yang punya ide gila. Setidaknya begitula anggapan keluarga dan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Adalah Youssef Abdennaim dan Rachek Abdelkarim, dua pria muslim berkebangsaan Maroko yang punya ide gila. Setidaknya begitula anggapan keluarga dan temen-temen mereka ketika menyatakan niat mereka untuk berjalan dari Maroko dengan tujuan akhir adalah Indonesia (Jakarta). Tapi niat dan misi yang mereka punya ternyata lebih kuat daripada sekedar melayani ejekan dan celaan orang-orang.</p>
<p>Berbekal misi perdamaian, Youssef dan Rachek memulai perjalanan bulan Februari kemarin melintasi Afrika, Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Sesuai dengan jalur yang telah ditempuh Ibnu Batuta sejauh 120.000 km termasuk melintasi Kerajaan Samudera Pasai. Ibnu Batuta kebangsaan Maroko (1304M) , adalah seorang tokoh pemikir muslim dan petualang sejati. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk bertualang dengan misi-misi mulia. Namanya menjadi besar, disejajarkan dengan Marcopolo.</p>
<p><span id="more-94"></span></p>
<p>Youssef dan Rachek memenuhi semua tantangan selama perjalanan termasuk menaklukan ganasnya gurun Libya. Sengatan panasnya matahari, dinginnya malam di gurun, keputusaan yang beberapa kali mendera, tak pupus jua tekad mereka. Sekali waktu pernah seekor ular gurun bersarang dalam ransel Rachek dan terbawa sampai perbatasan Libya &#8211; Mesir, hingga sempat membuat satu rumah makan tempat mereka beristirahat menjadi kacau balau saat ular itu merayap keluar dari ranselnya.</p>
<p>Misi mulia yang jadi motivator mereka adalah menyampaikan kepada dunia bahwa agama Islam bukanlah agama yang lekat dengan kekerasan, dan ingin menyampaikan semangat persaudaraan, saling memaafkan, anti kekerasan, dan anti terorisme.</p>
<p>Youssef Abdennaim dan Rachek Abdelkarim menghabiskan USD 18.000 dan 12 pasang sepatu selama sembilan bulan perjalanan mereka hingga tiba di Jakarta, tempat tujuan akhir dari napak tilas mereka.</p>
<p><em>Semoga dengan dibacanya ringkasan artikel ini, misi dan pesan mereka dapat disebarluaskan demi indahnya perdamaian dan persaudaraan kita&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/11/napak-tilas-ibnu-batuta-jalan-kaki-dari-maroko-ke-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bali dan pencakar langit</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/11/bali-dan-pencakar-langit/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/11/bali-dan-pencakar-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 16:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/bali-dan-pencakar-langit/</guid>
		<description><![CDATA[Udah capek, ngantuk, males nulis banyak-banyak&#8230;. Cuma pengen ngomentarin tentang pengkajian ulang peraturan daerah mengenai tinggi bangunan yang diperbolehkan di...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://teachers.henrico.k12.va.us/godwin/hoen_l/artinsight1/art3projects/ComputerArtVisualPuns/ArtistWorks/Photoshop%20Visual%20Puns/SkyScraper.jpg" align="left" border="1" height="396" hspace="10" vspace="5" width="250" /><em>Udah capek, ngantuk, males nulis banyak-banyak&#8230;.</em></p>
<p>Cuma pengen ngomentarin tentang pengkajian ulang peraturan daerah mengenai tinggi bangunan yang diperbolehkan di Bali &#8211; Perda No. 4 tahun 1974. Intinya sempet baca di salah satu media kalo akan diadakan pengkajian perda itu tentang tinggi bangunan yang diijinkan di Bali sampai saat ini (15m atau setinggi puun kelapa). Pengkajian ulang, saya mencium <strike>bau-bau</strike> rencana <strike>busuk</strike> untuk perubahan dari perda tersebut. Hehehe&#8230; Adanya kemungkinan untuk memperbolehkan pembangunan gedung-gedung tinggi sangatlah ada, jika rencana pengkajian ini diujudkan.</p>
<p>Katanya sih itu untuk mengatasi pengalihan lahan pertanian/lahan hijau menjadi daerah pemukiman dan bisnis yang akhir-akhir ini sering terjadi. Pastinya banyak yg perlu dipertimbangkan dong yah mengingat pemerintah Bali sendiri selama ini jejeritan tentang &#8220;ajeg bali&#8221;&#8230; Lha sekarang kok peraturan yang menurut saya adalah salah satu penopang ke-ajeg-an Bali malah mau dirubah.  Kita mesti liat lagi segi untung ruginya bagi kita semua khususnya untuk Bali itu sendiri. Apakah itu semua benar untuk kemajuan Bali dan solusi yang paling tepat atas masalah-masalah yang ada? Atau itu hanya untuk memajukan <strike>pagar mewah</strike> segelintir pihak? Heheh&#8230; whatever</p>
<p>Yang pasti mah, gw ga kebayang gimana jadinya kl Denpasar yang sudah mulai membutuhkan &#8220;nafas&#8221; malah ditanami cor-coran beton tinggi&#8230;<br />
<em>*nyeruput kopi, ngepulin asep rokok&#8230;.*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/11/bali-dan-pencakar-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kawasan Hutan Puncak Gunung Lawu Terbakar</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/10/kawasan-hutan-puncak-gunung-lawu-terbakar/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/10/kawasan-hutan-puncak-gunung-lawu-terbakar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 14:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/kawasan-hutan-puncak-gunung-lawu-terbakar/</guid>
		<description><![CDATA[Magetan, Sabtu&#8211;Kebakaran terjadi di kawasan hutan milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Lawu, tepatnya di puncak Gunung Lawu, Kabupaten Magetan,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.kompas.co.id/photos/KABAR%20NEGERIKU/KEBAKARANHTX.jpg" alt="Kebakaran di Gunung Lawu" align="left" vspace="5" hspace="5"/>Magetan, Sabtu&#8211;Kebakaran terjadi di kawasan hutan milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Lawu,  tepatnya di puncak Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu dini hari.</p>
<p>Salah seorang warga Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Sumari (40) mengatakan titik api diketahui berada di puncak tertinggi gunung lawu sejak pukul 03.00 wib dinihari.</p>
<p>&#8220;Menjelang Subuh, saya melihat kobaran api berada di atas puncak Gunung Lawu,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, puncak tertinggi Gunung Lawu yang berada pada ketingggian 3.265 m dpl tersebut merupakan kawasan yang sering dikunjungi kalangan pencinta alam.<br />
<span id="more-86"></span></p>
<p>Di puncak gunung tersebut, kata dia, hampir setiap musim kemarau sering terjadi kebakaran. <u>Hal itu dikarenakan kondisi pepohonan serta ilalang yang mengering dan mudah terbakar, jika tekena sulutan api yang secara tidak sengaja dibuang oleh warga, apalagi kawasan hutan lindung tersebut terbuka untuk kegiatan pendakian</u>.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan kepulan asap masih terlihat dari pos pantau yang berjarak kira-kira 70 kilometer dari puncak Gunung Lawu yang berada di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosam.  Namun hingga kini, belum diketahui penyebab kebakaran dan kerugian yang ditimbulkan.</p>
<p>Petugas Perhutani hingga saat ini belum bisa memberi keterangn mengenai penyebab terjadinya kebakaran tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami belum bisa memberikan keterangan berapa kerugian dan penyebab kebakaran itu,&#8221; kata staf Humas KPH Lawu, Mujiono.</p>
<p>source <a href="http://www.kompas.co.id/ver1/Negeriku/0710/06/161102.htm" target="blank">kompas.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/10/kawasan-hutan-puncak-gunung-lawu-terbakar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Ozon Sedunia (16 September)</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/09/hari-ozon-sedunia-16-september/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/09/hari-ozon-sedunia-16-september/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 15:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/hari-ozon-sedunia-16-september/</guid>
		<description><![CDATA[Peringati Hari Ozon, Tunas Hijau Kampanyekan Stop Sterofoam Surabaya &#8211; Sekitar 100 remaja dari beberapa sekolah di Surabaya yang peduli...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peringati Hari Ozon, Tunas Hijau Kampanyekan Stop Sterofoam</strong><br />
<em>Surabaya &#8211;  Sekitar 100 remaja dari beberapa sekolah di Surabaya yang peduli lingkungan, tergabung dalam Tunas Hijau melakukan kampanye untuk memperingati Hari Ozon, bertema Selamatkan Lapisan Ozon, Stop Penggunaan Sterofoam&#8230; </em><a href="http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2007/m/09/d/16/tts/171749/idkanal/466/idnews/830614" target="blank">Baca beritanya di detik.com</a></p>
<p><strong>Hari Ozon</strong><br />
Ditetapkan pada tanggal 16 September 1987 oleh Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme)</p>
<p><strong>Mengapa lapisan ozon harus dilindungi?</strong><br />
<span id="more-81"></span><br />
Kerusakan Ozon bagi kesehatan:<br />
Rusaknya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon" target=blank>lapisan ozon</a> akan mengakibatkan semakin banyaknya radiasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ultraviolet" target=blank>ultraviolet</a> dari matahari yang sampai ke permukaan bumi. Dalam intensitas yang berlebihan, radiasi ultraviolet itu bisa menyebabkan efek-efek yang buruk buat kesehatan kita. Contohnya itu seperti kerusakan pada kulit kita (kanker kulit dan penuaan dini), kerusakan pada mata seperti katarak, dan juga bisa menurunkan kekebalan tubuh. Yang paling parah, berlebihannya radiasi ultraviolet bisa menyebabkan <a href="http://www.melanoma.com/" target=blank>melanoma</a>, sejenis kanker kulit yang paling fatal&#8230; </p>
<p><strong><br />
Lalu bagaimana kalau kita ingin membantu melindungi lapisan ozon?</strong><br />
1. Jadilah seorang konsumen yang &#8220;ramah ozon&#8221;, selalu membeli produk yang berlabel Ozone Friendly atau Free CFC. Produk-produk tersebut artinya sudah tidak lagi mengandung zat-zat BPO atau halon. Contoh: Produk aerosol dalam kemasan kaleng, lemari es, dll.</p>
<p>2. Jadilah pemilik rumah tangga yang &#8220;ramah ozon&#8221;. Membuang lemari es atau peralatan rumah tangga lainnya yang mengandung <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorofluorocarbon" target=blank>CFC (<em>Chlorofluorocarbon</em>)</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorofluorocarbon" target=blank>HCFC</a> dengan baik. Seperti membuang tabung gas pemadam kebakaran, kita bisa mengembalikan tabung tersebut ke perusahan terkait untuk didaur ulang. Dan mulailah menggunakan peralatan-peralatan yang lebih Ozone Friendly.</p>
<p>3. Jika outbouner adalah seorang petani, maka jadilah petani yang &#8220;ramah ozon&#8221;. Gunakan bahan-bahan fumigasi/pengolah tanah dengan bahan yang tidak lagi mengandung metil bromida atau yang mengandung unsur-unsur yang berdampak buruk bagi lapisan ozon.  </p>
<p>4. Jika outbouner seorang teknisi perbaikan peralatan rumah tangga, pada waktu memperbaiki peralatan rumah tangga berbahan aerosol yang masih mengandung CFC usahakan jangan sampai bocor atau terlepas ke udara. Mulailah mengganti bahan-bahan tersebut dengan bahan yang ozon friendly (non-CFC).</p>
<p>5. Jika outbouner seorang karyawan kantor, bantulah kantor kita dengan mengidentifikasi peralatan kantor (ac, pendingin air, kulkas, dan tabung pemadam kebakaran) serta produk-produk lainnya seperti aerosol spray, busa (foam) untuk bantal kursi, larutan untuk mengoreksi tulisan di kertas (tip-ex), dan lainnya yang menggunakan BPO dan gantilah peralatan-peratalan tersebut dengan menggunakan bahan-bahan alternatif lainnya yang lebih ozon friendly.</p>
<p>6. Outbouner seorang guru? Bantulah untuk menginformasikan kepada murid-murid pentingnya ozon bagi bumi dan penghuninya, serta pentingnya untuk melindungi lapisan ozon dari zat-zat BPO. Juga pengaruh buruk bahan-bahan tersebut terhadap atmosfer, kesehatan, serta menginformasikan langkah-langkah dalam membantu untuk melindungi lapisan ozon tersebut seperti yang sudah dilakukan oleh dunia internasional.</p>
<p>7. Jika outbouner adalah seorang pengurus organisasi/komunitas, informasikanlah pentingnya ozon dan faktor-faktor yang memiliki efek buruk terhadap lapisan atmosfer tersebut. Ajaklah mereka untuk ikut terlibat dalam melindunginya.</p>
<p>8. Outbouner sebagai warga yang ramah ozon. Memperbanyak membaca dan mempelajari tentang dampak penipisan lapisan ozon terhadap manusia, binatang, dan lingkungan hidup kita. Serta mencari informasi kebijakan-kebijakan nasional atau internasional dalam aksi perlindungan lapisan ozon.</p>
<p>Beberapa hal di atas sudah lama dilaksanakan di negara-negara lain, ayo giliran kita sekarang untuk memulainya dari diri kita dan lingkungan kita sendiri. Be An Ozone Friendly Outbouner!</p>
<p>Info lain:</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca" target=blank>Gas Rumah Kaca</a></li>
<li><a href="http://72.14.235.104/search?q=cache:tUCllWDLqoQJ:www.beacukai.go.id/library/data/perdag_24MDAG2006.pdf+daftar+zat+BPO+perusak+ozon&#038;hl=id&#038;ct=clnk&#038;cd=9&#038;gl=id&#038;client=firefox-a" target=blank>Jenis-Jenis BPO (Bahan Perusak Ozon)</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorofluorocarbon" target=blank>CFC (<em>Chlorofluorocarbon</em>)</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorofluorocarbon" target=blank>HCFC</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/09/hari-ozon-sedunia-16-september/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencermati Penanganan Pembalakan Liar (Illegal Logging)</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/09/mencermati-penanganan-pembalakan-liar-illegal-logging/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/09/mencermati-penanganan-pembalakan-liar-illegal-logging/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2007 06:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/mencermati-penanganan-pembalakan-liar-illegal-logging/</guid>
		<description><![CDATA[Antara Bisnis dan Kepentingan Hukum Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan cukup luas. Hampir 90 persen hutan di dunia dimiliki...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Antara Bisnis dan Kepentingan Hukum<br />
Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan cukup luas. Hampir 90 persen hutan di dunia dimiliki secara kolektif oleh Indonesia dan 44 negara lain. Bahkan, negeri ini juga disebut sebagai paru-paru dunia. Sayang, aset negara tersebut dirusak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melalui aksi pembalakan liar.</p>
<p><span id="more-80"></span></p>
<p><img width="378" src="http://kehutanan.papua.go.id/foto/teropong1.jpg" height="334" style="width: 378px; height: 334px" /> </p>
<p>Gambar diambil dari <a href="http://kehutanan.papua.go.id/">papua </a> </p>
<p>PEMERINTAH pernah mengklaim, sampai dengan 2005, memiliki kawasan hutan 126,8 juta hektare dengan berbagai pembagian fungsi. Yaitu, fungsi konservasi (23,2 juta hektare), kawasan lindung (32,4 juta hektare), hutan produksi terbatas (21,6 juta hektare), hutan produksi (35,6 juta hektare), dan hutan produksi konversi (14,0 juta hektare).</p>
<p>Namun, beberapa waktu lalu, organisasi lingkungan dunia Green Peace menyebutkan, 72 % hutan Indonesia musnah. Kemudian, setengah wilayah hutan yang masih ada dalam kondisi terancam karena penebangan komersial, kebakaran hutan, dan pembukaan hutan untuk kebun kelapa sawit. Karena tingkat kerusakan yang begitu tinggi, Green Peace pernah mengusulkan penghargaan rekor dunia sebagai negara penghancur hutan tercepat.</p>
<p>Sementara itu, Departemen Kehutanan memperkirakan jumlah lahan hutan di seluruh Indonesia yang rusak akibat penjarahan mencapai 2,8 juta hektare per tahun. Hingga kini sudah mencapai 60 juta hektare. Kerugian yang diderita negara pun tidak sedikit, mencapai Rp 40 triliun-50 triliun per tahun.</p>
<p>Kehancuran hutan atau deforestasi yang terjadi di Indonesia, menurut Green Peace, disebabkan tiga hal utama. Yakni, illegal logging, legal logging, dan kebakaran hutan. &#8220;Selain pembalakan liar, hancurnya hutan disebabkan penebangan yang mendapat izin pemerintah melalui HPH (Hak Pengelolaan Hutan) dan HTI (Hutan Tanaman Industri),&#8221; ujar Hapsoro, juru kampanye hutan Green Peace Indonesia.</p>
<p>Perang terhadap praktik-praktik pembalakan liar sebenarnya telah digaungkan pemerintah. Pendukungnya adalah Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2005 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu secara Ilegal di Kawasan Hutan dan Pemberdayaannya di Seluruh Wilayah RI. Namun, praktik-praktik ilegal tersebut ternyata masih terjadi.</p>
<p>Modus yang digunakan kian beragam. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) Rhino Subagjo, modus pembalakan liar senantiasa berkembang. &#8220;Praktiknya selalu menyesuaikan diri, bahkan cenderung makin sistematis,&#8221; ujar Rhino.</p>
<p>Saat ini, lanjutnya, setidaknya terdapat tiga modus yang tengah berkembang. Pertama, menggunakan surat izin yang tidak sesuai dengan isi yang tertera dalam surat izin. &#8220;Misalnya, izin HTI (Hutan Tanaman Industri) yang seharusnya hanya untuk semak belukar, namun digunakan di hutan lindung,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kedua adalah sistem lelang. Dengan cara tersebut, oknum-oknum pembalak liar berusaha melegalkan kayu-kayu yang sebenarnya ilegal. Sedangkan ketiga, memanfaatkan masyarakat untuk melakukan pembakaran hutan.</p>
<p>Praktik-praktik ilegal sebenarnya tidak mungkin terjadi jika tidak ada yang memfasilitasi. Tanpa adanya pihak lain yang membuka jalan atau membiarkan terjadinya penebangan liar, mustahil aksi tersebut berjalan. Pihak lain itulah yang memberikan izin untuk melegalkan sesuatu. Di sinilah ditengarai adanya keterlibatan oknum pejabat, bahkan aparat, yang seharusnya melakukan pengawasan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=302252">Jawa Pos </a></p>
<p><centre><strong>STOP ILLEGAL LOGGING !!!</strong></centre></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/09/mencermati-penanganan-pembalakan-liar-illegal-logging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>24 Pulau sudah Tenggelam</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/09/24-pulau-sudah-tenggelam/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/09/24-pulau-sudah-tenggelam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 14:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bebe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/24-pulau-sudah-tenggelam/</guid>
		<description><![CDATA[Menhut: Bali akan Terus Mengecil Prediksi Kuta dan Sanur akan tenggelam 20 tahun lagi, sudah harusnya disikapi masyarakat dan pemerintah....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menhut: Bali akan Terus Mengecil</strong><br />
     Prediksi Kuta dan Sanur akan tenggelam 20 tahun lagi, sudah harusnya disikapi masyarakat dan pemerintah. Jika dikaitkan dengan pernyataan Menteri Kehutanan MS Ka&#8217;ban, Sabtu (25/8), bahwasannya sudah 24 pulau di Indonesia tenggelam, maka prediksi itu bukan sekedar isapan jempol.<br />
     Saat meninjau Pekan Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) Purasana dekat tugu ahlawan Puutan Tanah Aron di lereng gunung Agung, Karangasem, Menhut mengatakan sebagai dampak Pemanasan Global (Global Warming) dan terus meningginya permukaan laut, sudah ada 24 pulau yang tenggelam dari 17.000 pulau yang dimiliki Indonesia.<br />
     Guna mengatasi bencana alam banjir, tanah longsor, erosi, abrasi dan meluasnya lahan kritis,<span id="more-75"></span> kata Menhut, Pemprop, Pemkab/Pemkot harus berani memplot anggaran untuk menghijaukan lahan yang masih kritis. Sebab, penghijauan lahan dalam jangka panjang akan menguntungkan semua pihak. Keuntungan penghijauan itu, lanjut Menhut, antara lain kedepan lahan menjadi lebih baik dan tidak tandus, tetapi subur karena struktur tanah menjadi lebih baik. Jika penghijauan berhasil dan hutan lebat, diharapkan dalam angka panjang muncul mata air, yang kering pada musim kemarau kembali mengeluarkan air.<br />
     PPKAN Purasana seluas 3,5 Hektar itu diresmikan Wapres Umar Wirahadikusumah tahun 1983. Kini PPKAN itu cukup berhasil, karena hutan mulai lebat dan hawa terasa sejuk. Kawasan itu kini disebut sebagai Kebun Raya Bedugul-nya Karangasem dan ke depan direncanakan dikembangkan menjadi Wana Wisata.<br />
     Terkait fenomena pemanasan global, katanya, dampaknya dalam beberapa tahun ke depan diramalkan menyebabkan banyak pulau d Indonesia akan tenggelam, termasuk Pulau Bali yg akan terus mengecil. Saat ini dari 17.000 pulau di Indonesia, sudah 24 pulau yg tenggelam. Menhut menyayangkan ngara maju/industri justru menuduh negara berkembang seperti Indonesia yang menjadi biang kerok pemanasan global karena banyaknya hutan yang terbakar dan terus terjadi pemalakan/penebangan liar (illegal logging). Padahal penyumbang terbesar sekitar 80% pemanasan global yakni sektor industri dan itu ada di negara-negara maju. &#8220;Kedepan kita menuntut dan negara maju harus memperhatikan dengan membayar kompensasi kepada negara berkembang seperti Indonesia yang terus berupaya melestarikan hutannya sebagai paru-paru dunia..&#8221; jelasnya.<br />
     Sementara itu, Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg yang menerima kunjungan Menhut itu melaporkan kawasan huta di Karangasem baru sekitar 16% dari luas daratannya. Diakui sebagai kabupaten yang memiliki wilayah kering hampir 92%, masih banyak kawasan yang belum bisa dihijaukan. Kawasan itu seperti sebagian di Kecamatan Kubu sebagai akibat lahan kering berbatu bekas lahar Gunung Agung yang meletus tahun 1963.</p>
<p>Bali Post &#8211; Senin, 27 Agustus 2007.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/09/24-pulau-sudah-tenggelam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

