Subaya 24/12/2007, langit mendung menggelayuti langit Subaya di Senin pagi kemarin yang dingin. Kesibukan terlihat di rumah mungil Mas Ipung yang berada di tepi lembah pagi itu, beberapa tukang yang juga penduduk setemat terlihat bergegas membantu mempersiapkan sebuah bangunan suci di pelataran samping rumah. Kali ini rumah itu diramaikan beberapa orang yang tampak asing bagi saya, yang ternyata mereka adalah keluarga dekat dari sang pemilik rumah. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian adat Bali, dibantu oleh ibu-ibu penduduk sekitar mereka sibuk mempersiapkan sebuah upacara. Ya, pagi itu adalah awal dari hari yang dianggap hari paling baik untuk melakukan sebuah upacara yang disebut Melaspas. Read the rest of this entry »




