<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bali OutBound Community &#187; Budaya &amp; Religi</title>
	<atom:link href="http://www.balioutbound.com/category/budaya-religi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balioutbound.com</link>
	<description>Komunitas Bali Outbound, adventure team, pecinta alam Bali, pendakian gunung, bali hiking, bali trekking, Paket Outing Outbound, Paket wisata Bali, kebersamaan kembali ke alam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 16:59:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buka Puasa Bersama ala BOC</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2008/09/buka-puasa-bersama-ala-boc/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2008/09/buka-puasa-bersama-ala-boc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 14:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya & Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, acara buka bersama di rumah keluarga Ketut Sidharta telah terlaksana dengan memuaskan. Kita telah tahu bahwa bulan ini adalah Bulan Ramadhan, dimana semua umat Islam sibuk melaksanakan ibadah puasa. Kali ini, meski bli Ketut Sidharta beragama Hindu tidak menjadikan agama sebagai sebuah perbedaan untuk berkumpul bersama. Terima kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850888264/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3094/2850888264_d2505172be_m.jpg" width="240" height="160" alt="Bubar BOC" align="left" hspace="5"/></a>Bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, acara buka bersama di rumah keluarga Ketut Sidharta telah terlaksana dengan memuaskan. Kita telah tahu bahwa bulan ini adalah Bulan Ramadhan, dimana semua umat Islam sibuk melaksanakan ibadah puasa. Kali ini, meski bli Ketut Sidharta beragama Hindu tidak menjadikan agama sebagai sebuah perbedaan untuk berkumpul bersama. Terima kasih Bli. Salut !!</p>
<p>Kami memang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Beda Agama, beda otak, beda bentuk tubuh, beda profesi, beda kewarasan hehehe, dan mungkin beda &#8216;ukuran&#8217; .. hwaaaaak -no comment. Tetapi, kami tidak memperdebatkan perbedaan menjadi sebuah halangan, justru kami hidup karena adanya perbedaan. Semoga langgeng adanya. Amin.<span id="more-254"></span></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850896984/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3131/2850896984_d80c1325eb_t.jpg" width="100" height="67" alt="Bubar BOC" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850896980/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3026/2850896980_eba6302cf1_t.jpg" width="100" height="67" alt="Bubar BOC" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850888268/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3239/2850888268_ae813b0134_t.jpg" width="100" height="67" alt="Bubar BOC" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850888252/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3020/2850888252_aac447cf2a_t.jpg" width="100" height="67" alt="Bubar BOC" /></a></p>
<p>Ide terlemparkan melalui milis Bali Outbound, dan bergayung mengalir sampai pada akhirnya 17 orang menyatakan siap hadir dalam acara buka bersama ini. Tetapi pada kenyataannya, 30 an orang hadir dalam acara tersebut. Mereka terdiri dari beragam agama, Islam, Kristen, Hindu, dan penganut kepercayaan. Wow, luar biasa.</p>
<p>Setelah adzan Maghrib berkumandang, teman-teman yang Islam membatalkan puasa dengan minum teh botol dan air putih. Sedangkan yang beragama lain, pura-pura mengikutinya hehehehe. Selanjutnya, yang beragama Islam sholat berjamaah di salah satu kamar kediaman Bli Sidharta. Dan lanjut dengan menyantap hidangan yang ada. Syukur, pada akhirnya hidangan itu malah berlebihan.</p>
<p>Kemudian, menit demi menit kami lalui dengan obrol, bercanda, saling mencubit, saling mengelus kepala tuyul baru BOC, si Nando, saling tonjok <strike>mesra</strike> pasangannya masing-masing. Jepret sana-sini. Dan, semuanya ramai dalam hangatnya persahabatan. Duh Indahnya momen ini.</p>
<p>Andaikan di belahan dunia lain tahu tentang apa yang kami lakukan, InsyaAllah akan tentram hatinya. Amin. Sebuah upaya kecil dalam perbedaan, menjauhkan konflik untuk kebersamaan. Sebuah upaya dalam menysukuri keberadaan alam besar dan alam kecil.</p>
<p>Terima kasih kepada Tuhan YME atas kehidupan nan Indah ini, Bli Ketut Sidharta yang bersedia direpotin untuk kesekian kalinya, kesediaan teman-teman untuk hadir diantara kerepotan yang ada, Mbak Widya yang bersedia antarkan menu buka puasa, dan terima kasih untuk kebersamaan serta kehangatan tulus hati dari para anggota. Tuhan memberkati kalian semua. Amin.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850896974/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3116/2850896974_558aed0e8c_m.jpg" width="160" height="240" alt="Bubar BOC" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850888266/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3123/2850888266_b507ef771b_m.jpg" width="160" height="240" alt="Bubar BOC" /></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850888254/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3040/2850888254_13752afd57_m.jpg" width="160" height="240" alt="Bubar BOC" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2850888250/" title="Bubar BOC by baliorange, on Flickr" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3199/2850888250_21c0e22747_m.jpg" width="160" height="240" alt="Bubar BOC" /></a></p>
<p>All pictures by <a href="http://www.subzero.web.id" target="_blank">Ivant</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2008/09/buka-puasa-bersama-ala-boc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presean, Tarung Derajat Lelaki Sasak</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2008/08/presean-tarung-derajat-lelaki-sasak/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2008/08/presean-tarung-derajat-lelaki-sasak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 09:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya & Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Gallery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[
Captured by: subzero
Beruntung bener kemaren sewaktu perjalanan ke Lombok. Kebetulan waktunya bertepatan dengan rentetan acara perayaan pitulasan (17an Kemerdekaan Indonesia). Salah satu yang sempet kita nikmati adalah Presean, sebuah acara adat yang berupa duel para lelaki Sasak.
Sepulang turun dari Rinjani, Heru ngajakin nonton Presean di kantor Camat Kopang &#8211; Lombok Tengah. Kebetulan lokasi berada dekat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/08/presean.jpg" alt="" title="presean" width="450" height="347" class="alignnone size-full wp-image-242" /><br />
<small>Captured by: <a href="http://subzero.web.id">subzero</a></small></p>
<p>Beruntung bener kemaren sewaktu perjalanan ke Lombok. Kebetulan waktunya bertepatan dengan rentetan acara perayaan pitulasan (17an Kemerdekaan Indonesia). Salah satu yang sempet kita nikmati adalah Presean, sebuah acara adat yang berupa duel para lelaki Sasak.<br />
Sepulang <a href="http://www.balioutbound.com/pendakian-rinjani/">turun dari Rinjani</a>, Heru ngajakin nonton Presean di kantor Camat Kopang &#8211; Lombok Tengah. Kebetulan lokasi berada dekat sekali dengan rumah tempat kami beristirahat.<span id="more-241"></span></p>
<p>Sore itu rame banget di halaman kantor camat Kopang yang jaraknya cuma sekitar 50 m dari rumah Heru. Penonton terlihat berkerumun melingkar di tepian halaman yang cukup luas. Suara musik tradisional dan pemandu acara riuh rendah. Langsung aja kami nyempil-nyempil di antara kerumunan sampe akhirnya dapet posisi wuenak di barisan depan. </p>
<p>Presean adalah salah satu kekayaan budaya bumi gogo rancah (lombok). Acara ini berupa pertarungan dua lelaki Sasak bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) serta berperisai kulit kerbau tebal dan keras (ende). Petarung biasa disebut pepadu. Presean bermula dari luapan emosi para prajurit jaman kerajaan taun jebot sehabis mengalahkan lawan di medan perang. Acara tarung presean ini juga diadakan untuk menguji keberanian/nyali lelaki sasak yang wajib jantan dan heroik saat itu. Hingga akhirnya lestari sampe sekarang ini menjadi hiburan perayaan yang diadakan setiap memperingati 17an. Oiya, konon presean juga salah satu bentuk upacara memohon hujan bagi suku sasak di musim kemarau.</p>
<p>Uniknya dari pertarungan presean, pesertanya tidak pernah dipersiapkan secara khusus. Pepadu atau petarung dicomot dari penonton yang mau adu nyali dan ketangguhan mempermainkan tongkat rotan dan perisai yang disediakan. Penonton/calon peserta bisa mengajukan diri atau dipilih oleh wasit pinggir (pakembar sedi). Setelah mendapat lawan, pertarungan akan dimulai dan dimpimpin oleh wasit tengah (pekembar).</p>
<p>Duel dua pepadu diadakan dalam lima ronde, pemenangnya ditentukan oleh hasil nilai yang diperoleh atau salah satu pepadu bocor kepala, bedarah-darah, ato kibar bendera putih. Kami sempet menyaksikan dua pertarungan sore itu, cukup bikin bergidik waktu ngeliat itu rotan menderu diayun-ayun saling hajar tubuh lawan. Beuh&#8230;kena jidat bisa jengkang tuh!</p>
<p><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/08/presean2.jpg" alt="" title="presean lombok" width="450" height="319" class="alignnone size-full wp-image-243" /><br />
<small>Captured by: <a href="http://subzero.web.id">subzero</a></small></p>
<p>Peraturan perang presean cukup sederhana, pepadu tidak boleh memukul bagian bawah perut lawannya (paha, kaki, apalagi selangkangan <img src='http://www.balioutbound.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Nilai tertinggi diperoleh jika pepadu berhasil ngemplang ndas musuhe. Uniknya, di sela-sela pertarungan para pepadu plus para wasit harus menari jika musik dimainkan. Mungkin maksudnya untuk melepas ketegangan selama jalannya pertandingan. Asik juga ngeliatnya, sesaat para petarung saling baku hantam, beberapa detik kemudian mereka menari sembari tertawa dan mencari-cari celah kelemahan lawan, sedetik kemudian rotan keras menghantam perisai &#8211; plak!, lalu mereka menari lagi&#8230; Amazing dan mendebarkan! </p>
<p>Pertandingan diakhir dengan salam dan pelukan persahabatan antar petarung. Tanda tiada dendam dan semua hanyalah permainan! Benar-benar sportif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2008/08/presean-tarung-derajat-lelaki-sasak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upacara Melaspas di basecamp Subaya</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/12/upacara-melaspas-di-basecamp-subaya/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/12/upacara-melaspas-di-basecamp-subaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 07:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya & Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/upacara-melaspas-di-basecamp-subaya/</guid>
		<description><![CDATA[em>Prosesi upacara
Subaya 24/12/2007, langit mendung menggelayuti langit Subaya di Senin pagi kemarin yang dingin. Kesibukan terlihat di rumah mungil Mas Ipung yang berada di tepi lembah pagi itu, beberapa tukang yang juga penduduk setemat terlihat bergegas membantu mempersiapkan sebuah bangunan suci di pelataran samping rumah. Kali ini rumah itu diramaikan beberapa orang yang tampak asing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-14-124">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-435" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/melaspas6.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas1" >
				<img title="melaspas6.jpg" alt="melaspas6.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/thumbs/thumbs_melaspas6.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-436" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/melaspas4.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas1" >
				<img title="melaspas4.jpg" alt="melaspas4.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/thumbs/thumbs_melaspas4.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-437" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/melaspas1.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas1" >
				<img title="melaspas1.jpg" alt="melaspas1.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/thumbs/thumbs_melaspas1.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-438" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/melaspas2.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas1" >
				<img title="melaspas2.jpg" alt="melaspas2.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/thumbs/thumbs_melaspas2.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-439" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/melaspas3.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas1" >
				<img title="melaspas3.jpg" alt="melaspas3.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/thumbs/thumbs_melaspas3.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-440" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/melaspas5.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas1" >
				<img title="melaspas5.jpg" alt="melaspas5.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas1/thumbs/thumbs_melaspas5.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

<em>Prosesi upacara</em></p>
<p><strong>Subaya 24/12/2007</strong>, langit mendung menggelayuti langit Subaya di Senin pagi kemarin yang dingin. Kesibukan terlihat di rumah mungil Mas Ipung yang berada di tepi lembah pagi itu, beberapa tukang yang juga penduduk setemat terlihat bergegas membantu mempersiapkan sebuah bangunan suci di pelataran samping rumah. Kali ini rumah itu diramaikan beberapa orang yang tampak asing bagi saya, yang ternyata mereka adalah keluarga dekat dari sang pemilik rumah. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian adat Bali, dibantu oleh ibu-ibu penduduk sekitar mereka sibuk mempersiapkan sebuah upacara. Ya, pagi itu adalah awal dari hari yang dianggap hari paling baik untuk melakukan sebuah upacara yang disebut Melaspas. <span id="more-124"></span></p>
<p>Seperti yang pernah diceritakan Mas Sidhar (komandan) bahwa di rumah itu akan dibangun beberapa bangunan suci untuk persembahyangan si empunya rumah beserta keluarga, hari itu tampak dua bangunan baru yang sudah berdiri di sana. Satu bangunan pura kecil/sanggah berdiri di samping kiri depan rumah yang disebut Penunggu Karang dan satu lagi yang berukuran lebih besar berada di pelataran kiri rumah, bangunan ini bernama Padma Sari, sebelumnya lokasi ini adalah semak belukar yang kurang terawat.</p>
<p>Pagi-pagi aku dan Yudi Pacul (thanks to Komandan yg bangunin aku subuh2 via telpon) berangkat dari Denpasar jam 8 pagi naek si black orange Vega R yang selalu setia dengan semua travellingku, cuaca mendung dan udara yang dingin menemani selama perjalanan. Sesuai rencana, kita diundang untuk menghadiri acara melaspas dua bangunan itu dan hadir untuk membantu persiapan acara itu. Setibanya di lokasi rumah Mas ipung di Desa Subaya, kita sempet say hello dulu sama keluarga yang ada dan penduduk. Setelah itu langsung turun lapangan bantu-bantu sedikit. Mas Ipung pagi itu terlihat ganteng, bersih, dan sedikit &#8220;lebih kalem&#8221; dari biasanya. Seperti biasa pipa rokok selalu ngebul di jemarinya, cuma bedanya kali ini dia agak jauh dari sloki air cerdas. Hehe&#8230;</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-15-124">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-441" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas5.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas5.jpg" alt="premelaspas5.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas5.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-442" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas7.jpg" title="Ida Bagus Pacoel feat. Tjokorda Viar Syakuntalla :P" class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="Ida Bagus Pacoel feat. Tjokorda Viar Syakuntalla :P" alt="Ida Bagus Pacoel feat. Tjokorda Viar Syakuntalla :P" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas7.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-443" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas2.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas2.jpg" alt="premelaspas2.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas2.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-444" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas6.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas6.jpg" alt="premelaspas6.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas6.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-445" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas4.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas4.jpg" alt="premelaspas4.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas4.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-446" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas3.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas3.jpg" alt="premelaspas3.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas3.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-447" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas9.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas9.jpg" alt="premelaspas9.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas9.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-448" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas1.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas1.jpg" alt="premelaspas1.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas1.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-449" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas10.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas10.jpg" alt="premelaspas10.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas10.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-450" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/premelaspas8.jpg" title=" " class="thickbox" rel="melaspas2" >
				<img title="premelaspas8.jpg" alt="premelaspas8.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/melaspas2/thumbs/thumbs_premelaspas8.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

<em>Persiapan upacara</em></p>
<p>Jam 10.00 Wita, Komandan Sidhar tiba menyusul di lokasi menggunakan sebuah pick up bersama seorang Mangku bernama Mangku Ngurah Ar. Langsung saja kita turun membantu persiapan seperti menghias kedua bangunan pura, aku ikut-ikutan didandani layaknya orang Bali pake udeng dan selendang (plus anting2 untuk aksesori tambahan &#8211; hehe). Setelah persiapan wardrobe bangunan selesai di bawah gerimisnya Subaya, aku dan Pacul menemani Komandan Sidhar dan Mangku Mossel (salah seorang mangku desa) menjemput sesajen di sebuah rumah kecil dekat desa, naek pick up. Ternyata banyak juga jenis sesajen yang dipersiapkan, dari bahan sampai bentuknya beraneka ragam.</p>
<p>Kembali ke rumah, suasana persiapan upacara mulai meningkat tingkat kesibukannya. Diselingi canda tawa kami semua bergotong royong hingga dimulainya upacara melaspas. Upacara itu dipimpin oleh Mangku Talok, salah seorang mangku desa setempat yang bertugas memimpin setiap upacara yang diadakan oleh keluarga-keluarga penduduk seperti melaspas salah satunya. Mangku Talok yang setengah baya terlihat khusyuk membaca doa-doa dan melakukan persembahan-persembahan dari semua sesajen yang ada. Setiap keranjang sesajen yang berisi bermacam-macam sajen memiliki prosesi sendiri-sendiri. Mulai dari doa dan arah duduk sang Mangku yang sesuai arah mata angin semuanya berbeda dari setiap prosesinya dan peruntukannya. Kami semua mengikuti upacara tersebut dari awal hingga akhir dengan khidmat diselingi gerimis sesekali dan puncak upacara sempat diramaikan dengan bau menyan menyengat dan angin ribut yang menderu-deru, meniup keras semua dedaunan dan menghadirkan suasana mistis yang sempat membuat bulu kuduk ini merinding disko.</p>
<p>Upacara selanjutnya dipimpin oleh Mangku Ngurah Ar, berikutnya adalah prosesi upacara semacam ruwatan. Dengan sejajen yang tidak sebanyak prosesi lainnya, Mangku Ngurah Ar mendatangkan suasana lebih mistis dari sebelumnya. Dengan Tirta Suci dari Semeru dan Blambangan, beliau meruwat keluarga besar Mas Ipung, membersihkan &#8216;lingkungan&#8217; mereka, dan yang seru &#8211; menghadirkan beberapa roh leluhur keluarga Mas Ipung. Percaya ga percaya tapi itu semua terjadi di depan mataku kemaren&#8230;.and it was real dude! </p>
<p>Upacara besar itu berjalan dengan lancar. Beberapa perangkat desa yang kita kenal juga hadir di sana seperti Pak Mekel (kita biasa menyebutnya Pak Michael), Budi sang sekretaris desa, dan beberapa bapak-bapak lainnya yang hadir dengan pakaian-pakaian safari plus udeng. Semua yang hadir tampak rukun, kebersamaan begitu terasa sepanjang hari itu. Tidak ada perbedaan yang menjadi sesuatu yang berarti walau beberapa yang hadir di sana bukanlah berlatar belakang suku dan agama yang sama, termasuk saya. But, still differences is not a big thing to concern for one good purpose actually&#8230;</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-16-124">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-451" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas2.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas2.jpg" alt="upmelaspas2.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas2.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-452" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas6.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas6.jpg" alt="upmelaspas6.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas6.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-453" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas14.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas14.jpg" alt="upmelaspas14.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas14.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-454" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas7.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas7.jpg" alt="upmelaspas7.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas7.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-455" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas8.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas8.jpg" alt="upmelaspas8.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas8.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-456" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas12.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas12.jpg" alt="upmelaspas12.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas12.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-457" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas1.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas1.jpg" alt="upmelaspas1.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas1.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-458" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas9.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas9.jpg" alt="upmelaspas9.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas9.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-459" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas10.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas10.jpg" alt="upmelaspas10.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas10.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-460" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas5.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas5.jpg" alt="upmelaspas5.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas5.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-461" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas13.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas13.jpg" alt="upmelaspas13.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas13.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-462" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas4.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas4.jpg" alt="upmelaspas4.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas4.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-463" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/upmelaspas3.jpg" title=" " class="thickbox" rel="Pre Melaspas" >
				<img title="upmelaspas3.jpg" alt="upmelaspas3.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/pre-melaspas/thumbs/thumbs_upmelaspas3.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

<em>Prosesi </em></p>
<p>Berbaur di antara penduduk desa, keluarga besar Mas Ipung, dan suasana upacara Hindu menjadi suatu pengalaman yang unik. Well, pengalaman yang baru buat aku pribadi. Semoga ini mejadi inspirasi buat kita semua dalam menjaga keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, dan&#8230;perbedaan bukanlah hal yang patut dijadikan sebuah halangan dalam berbuat, anyhting as long as it good for people and us &#8211; why not? Semoga upacara ini akan membawa berkah bagi Mas Ipung sekeluarga, didekatkan semua sanak familynya, dan menjadi suatu awal yang lebih baik bagi kehidupan Mas Ipung sendiri. Amin&#8230;.<br />
<img src='http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2007/12/mas-ipung.jpg' alt='Mas Ipung' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/12/upacara-melaspas-di-basecamp-subaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas tentang Pura Besakih</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/03/sekilas-tentang-pura-besakih/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/03/sekilas-tentang-pura-besakih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2007 10:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya & Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Inilah asal mulanya ada Besakih, sebelum ada apa-apa hanya terdapat kayu-kayuan serta hutan belantara di tempat itu, demikian pula sebelum ada Segara Rupek (Selat Bali). Pulau Bali dan pulau Jawa dahulu masih menjadi satu dan belum dipisahkan oleh laut. Pulau itu panjang dan bernama Pulau Dawa. Di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (sekarang dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah asal mulanya ada Besakih, sebelum ada apa-apa hanya terdapat kayu-kayuan serta hutan belantara di tempat itu, demikian pula sebelum ada Segara Rupek (Selat Bali). Pulau Bali dan pulau Jawa dahulu masih menjadi satu dan belum dipisahkan oleh laut. Pulau itu panjang dan bernama Pulau Dawa. Di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (sekarang dikenal dengan nama Gunung Raung) ada seorang Yogi atau pertapa yang bernama Resi Markandeya.<span id="more-11"></span></p>
<p>Beliau berasal dan Hindustan (India), oleh para pengiring-pengiringnya disebut Batara Giri Rawang karena kesucian rohani, kecakapan dan kebijaksanaannya (sakti sidhi ngucap). Pada mulanya Sang Yogi Markandeya bertapa di gunung Demulung, kemudian pindah ke gunung Hyang (konon gunung Hyang itu adalah DIYENG di Jawa Tengah yang berasal dan kata DI HYANG). Sekian lamanya beliau bertapa di sana, mendapat titah dari Hyang Widhi Wasa agar beliau dan para pengikutnya merabas hutan di pulau Dawa setelah selesai, agar tanah itu dibagi-bagikan kepada para pengikutnya.</p>
<p>Sang Yogi Markandeya melaksanakan titah itu dan segera berangkat ke arah timur bersama para pengiring-pengiringnya kurang lebih sejumlah 8000 orang. Setelah tiba di tempat yang dituju Sang Yogi Markandeya menyuruh semua para pengiringnya bekerja merabas hutan belantara, dilaksanakan sebagai mana mestinya.<br />
Saat merabas hutan, banyak para pengiring Sang Yogi Markandeya yang sakit, lalu mati dan ada juga yang mati dimakan binatang buas, karena tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji)</p>
<p>Kemudian perabasan hutan dihentikan dan Sang Yogi Markandeya kembali lagi ke tempat pertapaannya semula (Konon ke gunung Raung di Jawa Timur. Selama beberapa waktu Sang Yogi Markandeya tinggal di gunung Raung. Pada suatu hari yang dipandang baik (Dewasa Ayu) beliau kembali ingin melanjutkan perabasan hutan itu untuk pembukaan daerah baru, disertai oleh para resi dan pertapa yang akan diajak bersama-sama memohon wara nugraha kehadapan Hyang Widhi Wasa bagi keberhasilan pekerjaan ini. Kali ini para pengiringnya berjumlah 4000 orang yang berasal dan Desa Age (penduduk di kaki gunung Raung) dengan membawa alat-alat pertanian selengkapnya termasuk bibit-bibit yang akan ditanam di hutan yang akan dirabas itu. Setelah tiba di tempat yang dituju, Sang Yogi Markandeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya, yaitu Dewa Yadnya dan Buta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut, menebang pohon-pohonan dan lain-lainnya mulai dan selatan ke utara. Karena dipandang sudah cukup banyak hutan yang dirabas, maka berkat asung wara nugraha Hyang Widhi Wasa, Sang Yogi Markandeya memerintahkan agar perabasan hutan, itu dihentikan dan beliau mulai mengadakan pembagian-pembagian tanah untuk para pengikut-pengikutnya masing-masing dijadikan sawah, tegal dan perumahan.</p>
<p>Di tempat di mana dimulai perabasan hutan itu Sang Yogi Markandeya menanam kendi (payuk) berisi air, juga Pancadatu yaitu berupa logam emas, perak, tembaga, besi dan perunggu disertai permata Mirah Adi (permata utama) dan upakara (bebanten / sesajen) selengkapnya diperciki tirta Pangentas (air suci). Tempat di mana sarana-sarana itu ditanam diberi nama BASUKI. Sejak saat itu para pengikut Sang Yogi Markandeya yang datang pada waktu-waktu berikutnya serta merabas hutan untuk pembukaan wilayah baru, tidak lagi ditimpa bencana sebagai mana yang pernah dialami dahulu. Demikianlah sedikit kutipan dari lontar Markandeya Purana tentang asal mula adanya desa dan pura Besakih yang seperti disebutkan terdahulu bernama Basuki dan dalam perkembangannya kemudian sampai hari ini bernama Besakih.</p>
<p>Mungkin berdasarkan pengalaman tersebut, dan juga berdasarkan apa yang tercantum dalam ajaran-ajaran agama Hindu tentang Panca Yadnya, sampai saat ini setiap kali umat Hindu akan membangun sesuatu bangunan baik rumah, warung, kantor-kantor sampai kepada pembangunan Pura, demikian pula memulai bekerja di sawah ataupun di perusahaan-perusahaan, terlebih dahulu mereka mengadakan upakara yadnya seperti Nasarin atau Mendem Dasar Bangunan. Setelah itu barulah pekerjaan dimulai, dengan pengharapan agar mendapatkan keberhasilan secara spiritual keagamaan Hindu di samping usaha-usaha yang dikerjakan dengan tenaga-tenaga fisik serta kecakapan atau keahlian yang mereka miliki. Selanjutnya memperhatikan isi lontar Markandeya Purana itu tadi dan dihubungkan pula dengan kenyataan-kenyataan yang dapat kita saksikan sehari-hari sampai saat ini tentang tata kehidupan masyarakat khususnya dalam hal pengaturan desa adat dan subak di persawahan. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa Besakih adalah tempat pertama para leluhur kita yang pindah dari gunung Raung di Jawa Timur mula-mula membangun suatu desa dan lapangan pekerjaan khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan. Demikian pula mengembangkan ajaran-ajaran agama Hindu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/03/sekilas-tentang-pura-besakih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Raya Nyepi Warsa 1929</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/03/hari-raya-nyepi-warsa-1929/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/03/hari-raya-nyepi-warsa-1929/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2007 16:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya & Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Bali Outbound Community mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1929 bagi umat beragama Hindu.
Hari Raya Nyepi adalah hari raya umat Hindu Bali yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hari Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari pesucian Dewa-Dewa yang berada di pusat samudra yang membawa intisari amerta air hidup. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bali Outbound Community mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1929 bagi umat beragama Hindu.<br />
Hari Raya Nyepi adalah hari raya umat Hindu Bali yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hari Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari pesucian Dewa-Dewa yang berada di pusat samudra yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu Bali melakukan pemujaan suci terhadap Dewa-Dewa tersebut.<span id="more-9"></span></p>
<p><strong>Tujuan dan rangkaian perayaan</strong></p>
<p>Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon kehadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia) dan Buwana Agung (alam semesta). Rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Tawur (Pecaruan), Pengrupukan, dan Melasti</strong></p>
<p>Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada &#8220;panglong ping 14 sasih kesanga&#8221; umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salahg satu dari jenis-jenis &#8220;Caru&#8221; menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama; Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala &#8216;leteh&#8217; (kotor), semoga sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari; nasi manca warna (lima warna) berjumlah 9 tanding/paket, lauk pauknya ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat. Setalah mecaru dilanjutkan dengan upacara pengerupukan, yaitu : menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar.</p>
<p>Khusus di Bali, pada pengrupukan ini biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.</p>
<p>Selanjutnya dilakukan Melasti yaitu menghanyutkan segala leteh (kotoran) ke laut, serta menyucikan &#8220;pretima&#8221;. Dilakukan di laut, karena laut dianggap sebagai sumber amerta. Selambat-lambatnya pada Tilem sore, pelelastian sudah selesai.</p>
<p><strong>Nyepi</strong></p>
<p>Keesokan harinya, yaitu pada &#8220;panglong ping 15&#8243; (Tilem Kesanga), tibalah Hari Raya Nyepi secara harafiah. Pada hari ini dilakukan puasa Nyepi yang disebut Catur Brata Penyepian dan terdiri dari; amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Brata ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit. Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Misalnya seorang bayi yang akan beralih menjadi anak-anak (1 oton/6 bulan), lambang ini diwujudkan dengan &#8216;matekep guwungan&#8217; (ditutup sangkat ayam). Wanita yang beralih dari masa kanak-kanak ke dewasa (Ngeraja Sewala), upacaranya didahului dengan ngekep (dipingit). Demikianlah untuk masa baru, ditempuh secara baru lahir, yaitu benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam caka/tahun barupun, dasar ini dipergunakan, sehingga ada masa amati geni.</p>
<p>Yang lebih penting dari dari pada perlambang-perlambang lahir itu (amati geni), sesuai dengan Lontar Sundari Gama adalah memutihbersihkan hati sanubari, dan itu merupakan keharusan bagi umat Hindu. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan; brata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (menunggal kepada Tuhan, yang bertujuan kesucian lahir batin).</p>
<p>Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu, sehingga akan mempunyai kesiapan bathin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan Hari Raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti diubah.</p>
<p>Ada empat berata pantangan yang wajib diikuti pada saat hari raya Nyepi, disebut Catur Berata Penyepian, yaitu:<br />
1 	Amati Geni : berpantang menyalakan api<br />
2 	Amati Karya : menghentikan aktivitas kerja<br />
3 	Amati Lelanguan : berpantang menghibur diri / menghentikan kesenangan<br />
4 	Amati Lelungan : berpantang bepergian</p>
<p><strong>Ngembak Geni (Ngembak Api)</strong></p>
<p>Terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tangal ping pisan (1) sasih kedasa (X). Pada hari Inilah tahun baru Saka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilahturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama), satu sama lain. Dengan suasana baru, kehidupan baru akan dimulai dengan hati putih bersih. Jadi kalau tahun masehi berakhir tiap tanggal 31 Desember dan tahun barunya dimulai 1 Januari, maka tahun Çaka berakhir pada panglong ping limolas (15) sasih kedasa (X), dan tahun barunya dimulai tanggal 1 sasih kedasa (X).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/03/hari-raya-nyepi-warsa-1929/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
