<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bali OutBound Community &#187; Alam &amp; Wisata</title>
	<atom:link href="http://www.balioutbound.com/category/potensi-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balioutbound.com</link>
	<description>Komunitas Bali Outbound, adventure team, pecinta alam Bali, pendakian gunung, bali hiking, bali trekking, Paket Outing Outbound, Paket wisata Bali, kebersamaan kembali ke alam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jan 2012 07:11:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Serangan; Belajar dan Perduli</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2011/12/serangan-belajar-dan-perduli/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2011/12/serangan-belajar-dan-perduli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 10:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didi Purwadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[Serangan, Minggu 11 Desember 2011 Hujan gerimis mengguyur Denpasar pagi ini. Hujan yang sudah lama dinanti karena menjadi sebuah kelangkaan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Serangan, Minggu 11 Desember 2011</p>
<p>Hujan gerimis mengguyur Denpasar pagi ini. Hujan yang sudah lama dinanti karena menjadi sebuah kelangkaan di Denpasar. Tapi hujan ini tidak menyurutkan niat saya &#8211; Didi- untuk datang ke Pulau Serangan.</p>
<p>Pulau Serangan, terletak 5 km di sebelah selatan Kota Denpasar. Sebuah pulau kecil dengan panjang maksimum 2,9 km dan lebar 1 km. Secara administratif, Serangan termasuk wilayah Kota Denpasar. Serangan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari Kota Denpasar melalui jalan darat. Bagi warga luar Bali, saya sarankan untuk menyewa kendaraan jika ingin ke Serangan. Karena tidak ada kendaraan umum yang mampir ke Serangan. Serangan sendiri dikenal sebagai pulau konservasi penyu.</p>
<p>Saya datang ke Serangan masih dalam rangkaian kegiatan kelas menulis yang diadakan oleh Sloka Institute. Hari ini saya dijadwalkan untuk berkeliling Serangan menggunakan kapal kecil bersama 3 rekan saya, Mas Victor, Mbak Nenden dan Gus Tulank.<br />
<span id="more-713"></span><br />
<strong>Mangrove dan sampah</strong></p>
<p>Perjalanan berkeliling ini dimulai dari dermaga desa, tempat kapal &#8211; kapal nelayan bersandar. Begitu juga kapal &#8211; kapal yang digunakan untuk tujuan wisata seperti memancing, diving, snorkelling serta beberapa fast boat menuju Gili Trawangan Lombok. Tujuan pertama kami adalah hutan mangrove. Serangan merupakan salah satu ekosistem mangrove di Bali. Perahu kami mulai bergerak menuju hutan mangrove yang berjarak hanya 500 meter dari dermaga.</p>
<p><img src="http://i65.photobucket.com/albums/h236/sendaltulang/57d87efa.jpg" alt="Mangrove dan sampah" /></p>
<p>Begitu kami memasuki kawasan ekosistem mangrove, kami disambut pemandangan dan bau yang tidak sedap. Kumpulan sampah terlihat tersangkut pada mangrove, yang kemudian lebih memprihatinkan adalah setumpuk stereofoam. Stereofoam merupakan bahan tidak akan pernah bisa diuraikan oleh lingkungan. Sampah &#8211; sampah ini tertimbun di akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan kiriman yang terbawa oleh gelombang air laut. Bahkan sampah ada yang terbawa ke dermaga dan terdampar di pantai &#8211; pantai Serangan. Penumpukan sampah akhirnya menyebarkan bau tidak sedap yang cukup menusuk hidung.</p>
<p><img src="http://i65.photobucket.com/albums/h236/sendaltulang/dcad3357.jpg" alt="Ironi" /></p>
<p><strong>Reklamasi dan jembatan</strong></p>
<p>Perjalanan kami lanjutkan menuju jembatan yang menghubungkan antara Bali daratan dan Serangan. Jembatan ini dibangun karena kebutuhan proyek reklamasi di Serangan. Di sau sisi jembatan itu memudahkan akses ke Pulau Serangan, disisi lain menghilangkan pemandangan iring &#8211; iringan jukung yang sarat sarana persembahyangan dan Pemedek &#8211; orang yang ingin bersembahyang.</p>
<p>Jembatan ini lebih menarik jika dilihat dari bawah. Pada saat saya melintasi jembatan ini tadi pagi, tidak terlihat menarik. Jembatan terlihat menarik karena melengkung pada bagian bawahnya dan sangat dekat dengan permukaan air. Mungkin jika tidak mendung akan lebih bagus lagi dengan latar belakang langit biru. Sayang kami tidak bisa lebih dekat lagi karena banyaknya pemancing dibawah jembatan yang mungkin akan kehilangan ikan buruan pada saat kami mendekat.</p>
<p><img src="http://i65.photobucket.com/albums/h236/sendaltulang/7adbd7f6.jpg" alt="The bridge" /></p>
<p><strong>Bangunan apung</strong></p>
<p>Kapal kemudian membawa kami Ponjok &#8211; destinasi terakhir, sebuah daerah di dekat daerah reklamasi di timur Serangan. Di perjalanan kami melihat tiang listrik yang tidak lagi dipergunakan sejak dibangun ya jembatan antara Bali daratan dengan Serangan. Cukup menjelaskan bagaimana listrik disalurkan ke Serangan sebelum adanya akses jalan ke Serangan. Selama perjalanan menuju tempat terakhir ini, kami banyak melihat rumah &#8211; rumah kecil di atas air. Menurut penuturan Gus Tulank, rumah &#8211; rumah tersebut adalah rumah untuk pemancing dan memelihara ikan, karena di bawah rumah dipasangkan keramba &#8211; jaring &#8211; jaring untuk menjaga agar ikan tidak terlepas ke laut lepas. Beberapa rumah terlihat cukup bagus, yang ternyata disewakan dengan tarif per malam.</p>
<p><img src="http://i65.photobucket.com/albums/h236/sendaltulang/5d7c43a4.jpg" alt="The house" /></p>
<p>Di ponjok, kami melihat sebuah bangunan yang cukup luas mengambang di air. Bangunan tersebut digunakan sebagai atraksi lumba &#8211; lumba. Pengunjung harus mengeluarkan uang sebesar 600 ribu rupiah untuk melihat atraksi lumba &#8211; lumba. Saya sendiri lebih suka melihat lumba &#8211; lumba di laut lepas daripada terkungkung di tempat &#8211; tempat atraksi.</p>
<p><img src="http://i65.photobucket.com/albums/h236/sendaltulang/74619114.jpg" alt="The area" /></p>
<p><strong>Water garden</strong></p>
<p>Serangan ternyata memiliki miniatur seaworld. Water garden terletak di dekat dermaga desa, terlihat kecil dari depan namun memanjang ke belakang. Tapi jangan berharap akan melihat area yang luas dan kolam besar di sana. Sebagai pengganti kolam, koleksi ikan ditempatkan di akuarium &#8211; akuarium kecil yang tertata rapi dalam ruangan yang tidak teralu besar. Water garden sendiri adalah sumbangan dari jepang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis &#8211; jenis ikan air laut. Tidak perlu biaya untuk masuk dan menikmati koleksi ikan, namun disediakan kotak donasi bagi mereka yang ingin menyumbang demi kelangsungan hidup para ikan.</p>
<p>Koleksi ikan cukup beragam. Mulai dari ikan perairan dangkal hingga terumbu karang perairan dalam. Dari ikan selucu clown &#8220;nemo&#8221; fish hingga rock fish yang beracun. </p>
<p>Yang menarik lagi adalah terumbu karang laut dalam. Diletakkan di bagian belakang ruangan water garden. Di ruang tertutup tanpa cahaya. Cahaya hanya berasal dari terumbu karang yang memantulkan sinar lampu akuarium yang redup. Di tengah kegelapan, warna yang di pancarkan sangat indah dipandang.</p>
<p><img src="http://i65.photobucket.com/albums/h236/sendaltulang/4f5265fc.jpg" alt="Coral" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2011/12/serangan-belajar-dan-perduli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Red Island A.K.A Pulau Merah</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2010/12/red-island-a-k-a-pulau-merah/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2010/12/red-island-a-k-a-pulau-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 08:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Pulau Merah terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Banyuwangi ke arah selatan. Untuk menjangkau obyek wisata ini membutuhkan perjuangan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pantai Pulau Merah terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Banyuwangi ke arah selatan. Untuk menjangkau obyek wisata ini membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Selain perjalanan yang membutuhkan waktu dua setengah jam, Anda harus menaklukkan jalan yang rusak karena aspalnya terkelupas. Alat transportasi umum pun tergolong jarang. Sebuah bus umum hanya mengantar Anda hingga ke Pasar Pesanggaran di ibu kota Kecamatan Pesanggaran. Perjalanan dilanjutkan, sekitar 45 menit, dengan menyewa ojek yang biasa mangkal di pasar itu.</p>
<p><a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2010/12/pulau-merah1.jpg"><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2010/12/pulau-merah1-300x200.jpg" alt="" title="Pulau Merah" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-422" /></a><br />
Pantai Pulau Merah menjadi salah satu lokasi wisata di kawasan pantai selatan yang masih alamiah. Sabuk hijau (green belt0) melingkar di sepanjang pantai menjadi pengaman wilayah ini dari musibah Tsunami yang pernah terjadi pada 1993. Tapi, dahsyatnya musibah itu nyaris melenyapkan keelokannya.</p>
<p><a href="http://wikimapia.org/#lat=-8.6058448&amp;lon=114.0287733&amp;z=15&amp;l=0&amp;m=b&amp;ifr=1">Peta Pulau Merah</a></p>
<p>Sebagian kawasan pantai Pulau Merah berada di kaki Gunung Tumpang Pitu, yang menjulang ratusan meter, yang juga merupakan kawasan hutan lindung. Namun, ancaman bagi kelestarian dan keelokan pantai itu datang pada tahun lalu, yakni ketika perusahaan pertambangan, PT Indo Multi Niaga, mengajukan izin untuk mengeksploitasi kandungan emas</p>
<p>Warga sekitar Pulau Merah dan Pancer berulang kali melakukan unjuk rasa menolak rencana pertambangan itu. Tidak hanya keindahan pantai yang memudar, yang memburamkan masa depan kawasan wisata itu, nelayan Pancer juga resah lantaran limbah yang terbuang ke laut meracuni ikan. Bila tidak ada upaya penyelamatan, pantai Pulau Merah hanya tinggal nama (koran tempo/ika ningtyas 14 nov 08)</p>
<p><a href="http://wikimapia.org/4802537/id/Red-Island-Pulau-merah">Source</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2010/12/red-island-a-k-a-pulau-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ladang Lumpur di Desa Pancasari</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2009/02/ladang-lumpur-di-desa-pancasari/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2009/02/ladang-lumpur-di-desa-pancasari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 10:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Development at Lake Buyan goes on without permits Claudia Sardi , The Jakarta Post , Buleleng &#124; Sat, 02/07/2009 1:11...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Development at Lake Buyan goes on without permits</strong><br />
Claudia Sardi ,  The Jakarta Post ,  Buleleng   |  Sat, 02/07/2009 1:11 PM  |  Bali</em></p>
<p><em>The development thriller of Lake Buyan, one of the few water catchment areas in Bali, is not yet finished as PT Nusa Bali Abadi, an Indonesian developer, has started to build around the sacred lake.<br />
<a href="http://www.thejakartapost.com/news/2009/02/07/development-lake-buyan-goes-without-permits.html" target="_blank">selanjutnya&#8230;</a></em></p>
<p><em><img class="alignnone size-full wp-image-379" title="lumpur-pancasari" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2009/02/lumpur-pancasari.jpg" alt="" width="547" height="179" /></em></p>
<p>Postingan berita dari <a href="http://bhumisenthana.blogspot.com/" target="_blank">Agung Wardana</a> (WALHI Bali) di milis <a title="Bali Blogger Community" href="http://baliblogger.org" target="_blank">Bali Blogger Community</a> ini kebetulan banget pas sama niatku untuk posting sedikit tentang Danau Buyan. Seminggu setelah <a href="http://selebzone.com/2009/02/02/komunitas-pecinta-lingkungan-imbau.html" target="_blank">camping aksi penolakan eskploitasi Buyan</a> kebetulan sempet mampir lagi ke Buyan hari minggu kemarin. Kondisi cuaca kemarin bener-bener buruk. Hujan ditambah angin berhembus kenceng banget di area Bedugul. Sukurnya pas masuk lokasi Buyan, hujan tinggal gerimis walau angin masih aja tetep kenceng. Setiba di area Danau Buyan, terlihat permukaan danau beriak tampak seperti permukaan lautan dengan awan mendung dan kabut tebal bergerak menggelayut di atasnya.</p>
<p>Ada yang menarik perhatian sebelum memasuki areal perkemahan di sana. Sekitar 200 meter sebelum pintu masuk areal danau mobil kami terhalang oleh lumpur yang menutupi jalan. Di sisi kiri tampak beberapa orang sibuk membuat tanggul untuk mencegah lumpur terus turun menutupi jalan. Kami pun mengurangi kecepatan, mencoba mencari tahu darimana datangnya itu lumpur. <span id="more-272"></span></p>
<p>Ternyata ada yang lebih parah selain jalanan yang menjadi korban lumpur tersebut. Sebagian ladang di sisi kiri/selatan jalan malah lebih tebal tertutup lumpur. Seperti yang kita tahu, sepanjang jalan menuju kawasan Danau Buyan adalah areal ladang yang terbentang di sisi kiri dan kanan jalan yang ditanami berbagai jenis sayuran. Sayuran yang terlihat siap panen itu sebagian terkubur lumpur tebal. Beh&#8230; alamat merugi nih yang punya ladang!</p>
<p>&#8220;Ada apa ini pak, longsor?&#8221;, tanyaku.<br />
&#8220;Bukan, bukan longsor&#8230;&#8221;, jawab salah satu bapak yang sibuk membersihkan jalan.<br />
&#8220;Gara-gara hujan terus ya pak&#8221;<br />
&#8220;Iya, hujan terus.&#8221;<br />
&#8220;Lumpurnya dari mana pak?&#8221;<br />
&#8220;Dari atas sana&#8230;&#8221;, sambil menunjuk ke atas bukit.  Lha bapak ini gimana, lumpur ngalir dari atas bukit sama aja dengan longsor pikirku.<br />
Aku ikuti arah telunjuknya, tebak apa yang aku lihat di atas sana :)<br />
Kompleks Villa!</p>
<p><a href="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00267.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-968" title="Ladang Lumpur" src="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00267-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /> </a><a href="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00268.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-969" title="Ladang Lumpur" src="http://www.noviar.info/wp-content/uploads/2009/02/dsc00268-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Aku belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya banjir lumpur itu karena si bapak langsung sibuk lagi dengan tanggul-tanggulnya, dan kita haruse segera jalan karena mobil menghalangi kerja mereka.</p>
<p>Terus apa kaitannya sama berita yang di-forward oleh Agung Wardana? Mungkin kaitannya tidak secara langsung, tapi coba bayangkan kerugian apa lagi yang akan terjadi berikutnya kalau kawasan itu tidak diperhatikan dari sisi konservasi. Semoga jangan diperhatikan hanya dari sisi ekonomi wisata <span style="text-decoration: line-through;">kapitalis</span> saja.</p>
<p>Berlaku juga untuk kawasan lindung lainnya di Bali! Hutan, Gunung, Sawah, Sungai, Pantai dan lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2009/02/ladang-lumpur-di-desa-pancasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Kawah Ijen</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2008/09/wisata-kawah-ijen/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2008/09/wisata-kawah-ijen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 18:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[gunung ijen]]></category>
		<category><![CDATA[wisata ijen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Gambar ini adalah foto kawah ijen dan pemandangan diatas awan di ketinggian kurang lebih 20ribu kaki. Wew. Dipotret menggunakan HP...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kawah Ijen by baliorange, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/baliorange/2842538131/" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3024/2842538131_ff998d46e7_m.jpg" alt="Kawah Ijen" width="240" height="183" align="left" hspace="5" vspace="4" style="text-indent: 7; margin-right: 5"/></a>Gambar ini adalah foto kawah ijen dan pemandangan diatas awan di ketinggian kurang lebih 20ribu kaki. Wew. Dipotret menggunakan <a href="http://www.sonyericsson.com/cws/products/mobilephones/specifications/k800i?cc=id&amp;lc=id" target="_blank">HP Sony Ericsson K800i</a> yang mendukung flight mode dan kemampuan kameranya yg lumayan, terciptalah gambar itu.</p>
<p>Kawasan Wisata Kawah Ijen terletak di tengah area cagar alam Kawah Ijen yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bondowoso, Kecamatan Klobang dan Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Licin. Kawah ini berupa danau berwarna hijau tosca yang berada di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah itu berdinding kaldera setinggi 300-500m. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari manusia.<span id="more-253"></span></p>
<p>Kawah ini memiliki luas sekitar 5.466 hektar. Air kawah itu cukup tenang dan berwarna hijau kebiru-biruan. Pemandangan di sana terlihat begitu menakjubkan di pagi hari. Air kawah yang volumenya sekitar 200 juta meter kubik dengan panas mencapai 200 derajat celcius itu memancarkan kemilau hijau keemasan saat sinar mentari menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen.</p>
<p>Untuk mencapai Kawah Ijen dapat ditempuh dengan dua cara yaitu dari utara dan dari selatan.</p>
<p>a. Lewat jalan utara<br />
Dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.</p>
<p>b. Lewat jalan selatan<br />
Dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 15 km, yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk  pengangkut Belerang setiap hari.</p>
<p>Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi<br />
Gunung Kawah Ijen memiliki sumberdaya gunungapi bervariasi dan sangat potensial yang meliputi :</p>
<p>a. Sublimat belerang.<br />
Sublimat belerang merupakan produk Gunung Kawah Ijen yang sudah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam industri kimia. Belerang dihasilkan dari hasil sublimasi gas-gas belerang yang terdapat dalam asap solfatara yang bersuhu sekitar 200 °C. Kapasitas belerang rata-rata sekitar 8 ton/hari . Lapangan solfatara terletak di sebelah tenggara danau Kawah Ijen.</p>
<p>b. Sumber mataair panas<br />
Sumber mataair panas bertipe asam sulfat khlorida dengan suhu 70 °C dan pH sekitar 2, 6 terdapat didekat lapangan solfatara Ijen. Sedangkan air panas netral bertipe bikarbonat dengan suhu sekitar 45 ° terdapat di dalam kaldera Ijen sebelah utara yaitu di Blawan, Kabupaten Bondowoso</p>
<p>c. Air Danau Kawah Ijen<br />
Danau Kawah Ijen merupakan reaktor multi komponen yang didalamnya terjadi berbagai proses baik fisika maupun kimia antara lain pelepasan gas magmatik, pelarutan batuan, pengendapan, pembentukan material baru dan pelarutan kembali zat-zat yang sudah terbentuk sehingga menghasilkan air danau yang sangat asam dan mengandung bahan terlarut dengan konsentrasi sangat tinggi. Air danau kawah Ijen dapat dibuat gipsum dengan cara menambahkan kapur tohor kedalamnya. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan di BPPTK tiap 1 liter air kawah Ijen yang direksikan dengan kapur tohor secara stokiometri menghasilkan 100 gram gipsum.</p>
<p>d. Lapangan Gipsum/anhidrit<br />
Pembentukan gipsum/anhidrit terjadi di bawah dam Kawah Ijen yaitu di hulu Kali Banyupait. Air danau kawah yang mengandung sulfat dengan konsentrasi tinggi merembes dan atau melewati batuan sehingga terbentuk gipsum. Batuan disini berfungsi sebagai sumber kalsium. Dengan adanya proses penguapan/pemanasan di permukaan gipsum yang terjadi dapat kehilangan airnya sehingga membentuk anhidrit.</p>
<p>e. Batuan vulkanik terutama batu apung<br />
Batu apung banyak ditemukan disekitar danau kawah Ijen terutama di hulu Kali Banyupait.</p>
<p>f. Objek Wisata dan studi vulkanologi<br />
Gunung Danau Kawah Ijen selain menarik dijadikan sebagai objek wisata juga sangat menarik untuk studi geologi dan geokimia.</p>
<p>Wisata Kawah Ijen.</p>
<p>Gunung Kawah Ijen merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Alam pegunungan yang indah dan sejuk sering mereka nikmati mulai dengan cara berkemah di Paltuding. Dengan ditemuinya ayam hutan disepanjang jalan aspal menunjukkan bahwa. keasrian gunung dan hutan masih terawat dengan baik.</p>
<p>Di Puncak Gunung Ijen terdapat danau kawah dengan airnya yang berwarna hijau toska dan ber-pH sangat asam. Di sebelah tenggara danau terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen dan di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait.</p>
<p>Lapangan solfatara Gunung Kawah Ijen yang selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat dan mengiritasi saluran pernafasan ini merupakan objek wisata yang tak pernah terlewatkan untuk didatangi, bahkan tempat ini disiang hari tak pernah sepi karena selalu terdapat penambang belerang yang mengambil dan mengangkut/memikul sublimat belerang sampai di Paltuding.</p>
<p>Dam Kawah Ijen merupakan bagian dari objek wisata menarik tetapi tidak selalu dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan antara lain pencapaiannya yang sulit disebabkan jalan menuju kesana sering rusal karena terjadi longsor. Dam Kawah Ijen adalah bangunan beton yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Tetapi bendungan ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air disebabkan terjadinya rembesan/bocoran air danau di bawah dam.</p>
<p>Terjadinya rembesan yang terus menerus ini mengakibatkan terjadi proses pembentukan gypsum dari hasil reaksi sulfat yang terkandung dalam air danau dengan senyawa Kalsium baik dari air tersebut maupun dengan Kalsium dari batuan yang dilewati dan proses penguapan yang juga mempercepat pembentukannya. Lapangan Gipsum dapat menjadi salah satu objek wisata yang menarik bila dikelola secara professional.</p>
<p>Sumber :<br />
- Photo by <a href="http://www.hendra.ws" target="_blank">Hendra W Saputro</a><br />
- http://www.rri-online.com/modules.php?name=Pendidikan&amp;op=info_pendidikan_detail&amp;id=95<br />
- Brosur “Cagar Alam/Taman Wisata, Kawah Ijen” Balai Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.<br />
- Mulyadi E. Dan Wahyudin D. 1998, G. Ijen, Sejarah kegiatan, potensi bahaya dan wisata gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung.<br />
- Sutaningsih, N. E. dkk , 2001, “Penyelidikan Pengaruh Unsur Vulkanik G. Ijen, (Penyelidikan Kimia Gas dan Survey Kependudukan Awal DI Gunung Ijen)”, Laporan Proyek, BPPTK, Yogyakarta<br />
- Sutaningsih N.E. , Marina S., Hartiyatun S dan Sukarnen, 2001, “Pengolahan Air Kawah Ijen menjadi gipsum dan Aluminium Hidroksida”, Prosiding Seminar Nasional Kejuangan Teknik Kimia UPN “Veteran, Yogyakarta, ISBN 979-9637-0-1.<br />
- Sutaningsih, N. E. dkk , 2001, “Penyelidikan Pengaruh Unsur Vulkanik G. Ijen, (Penyelidikan Kimia Gas dan Survey Kependudukan Awal DI Gunung Ijen)”, Laporan Proyek, BPPTK, Yogyakarta<br />
- Kusumadinata, K., Hadian R., Hamidi, S., dan Reksowirogo, L., D., 1979, “Data Dasar Gunungapi Indonesia”, Direktorat Vulkanologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi, RI.<br />
- Mulyadi E. Dan Wahyudin D. 1998, G. Ijen, Sejarah kegiatan, potensi bahaya dan wisata gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung.</p>
<p>- Purwanto, H. B dkk, 1999 – 2001, Catatan Pengamatan aktivitas Gunung Kawah Ijen, Jawa Timur.<br />
- Mulyadi E. Dan Wahyudin D. 1998, G. Ijen, Sejarah kegiatan, potensi bahaya dan wisata gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung.<br />
- Dari hasil evaluasi sejarah letusan Gunung Ijen</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2008/09/wisata-kawah-ijen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rejuvenation di Air Terjun Sendang Gila</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2008/08/rejuvenation-di-air-terjun-sendang-gila/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2008/08/rejuvenation-di-air-terjun-sendang-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 09:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Masih catatan perjalanan Rinjani kemarin. Sebelum keluar dari areal Rinjani, kami nyempetin diri mampir di obyek wisata air terjun Sendang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/08/sendanggila1.jpg" alt="" title="sendanggila1" width="450" height="329" class="alignnone size-full wp-image-245" /></p>
<p>Masih catatan <a href="http://www.balioutbound.com/pendakian-rinjani/">perjalanan Rinjani</a> kemarin. Sebelum keluar dari areal Rinjani, kami nyempetin diri mampir di obyek wisata air terjun Sendang Gila.<br />
Dari pintu Senaru, cukup berjalan kaki sampe ke Sendang Gila. Kebetulan tempat kami nunggu angkot pas banget tempatnya ada di depan pintu masuk ke sana. Sambil menunggu angkot dateng, ga ada salahnya kami mampir ke lokasi air terjun yang keren beken itu. <span id="more-244"></span></p>
<p>Air terjun Sendang Gila terletak di desa Senaru. Dari pintu loket, jalan setapak semen menurun diselingi tangga yang lumayan banyak. Di lokasi itu ada dua air terjun. Air terjun pertama langsung dicicipi Ivant sama Sarka, menyusul Aim. Setelah beberapa saat mereka asik kecibung di sungai, di bawah gerujugan air terjun itu, lalu kita lanjut ke bagian dalam hutan buat nyamperin air terjun yang lebih besar. Untuk mencapai air terjun terbesar di lokasi ini, kita harus keluar dari jalur jalan semen. Melintasi jalan setapak kecil mengikuti aliran irigasi, melwati jembatan yang sekaligus selokan irigasi di ketinggian sekitar 20 m di atas sungai tertutup pepohonan rimbun. Setelah itu kita harus menyebrang sungai, meloncat-loncat di atas batu-batu sungai, hingga akhirnya lanjut menyusuri jalan setapak. Perjalanan dari air terjun pertama hingga air terjun ke dua kisarannya makan waktu kurang lebih 15 menit saja. Sampai akhirnya kita tiba di air terjun besar yang suaranya bergemuruh kenceng.</p>
<p>Sarka bilang ini adalah paradise!<br />
Air terjun itu berukuran besar. Dengan dinding-dinding raksasa setengah melingkar, lembab dan berlumut. Langsung aja gejebar-gejebur kaya anak kecil kami maen-maen aer di sana, jejeritan ga keruan saking girangnya. Lalu mandi menyegarkan diri di kolam dan aliran sungai nan bening setelah pendakian panjang di Rinjani. Oya, penduduk di sekitar percaya kalo habis mandi di sana kita bakal keliatan lebih muda setaun!!!</p>
<p><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/08/sendanggila4.jpg" alt="" title="aim " width="450" height="596" class="alignnone size-full wp-image-247" /></p>
<p><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/08/sendanggila3.jpg" alt="" title="viar" width="450" height="459" class="alignnone size-full wp-image-248" /></p>
<p><img src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/08/sendanggila2a.jpg" alt="" title="sendanggila1" width="450" height="599" class="alignnone size-full wp-image-249" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2008/08/rejuvenation-di-air-terjun-sendang-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendaki Gunung Agung</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2008/06/mendaki-gunung-agung/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2008/06/mendaki-gunung-agung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 20:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subzero</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ke Gunung Agung!&#8221; Seperti itu kiranya jawabanku ketika seseorang menanyakan agenda BOC kali ini. Memang kru sudah lama merencanakannya dan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Gunung Agung" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/uploads/2008/06/DSC_0198_me.jpg" alt="" width="500" height="332" /></p>
<p>&#8220;Ke Gunung Agung!&#8221; Seperti itu kiranya jawabanku ketika seseorang menanyakan agenda BOC kali ini. Memang kru sudah lama merencanakannya dan Sabtu lalu kita menuntaskan pendakian gunung berketinggian 3,142 meter itu dengan selamat, puji syukur Tuhan. Berikut cerita perjalanannya;</p>
<p>Jalur Selat atau pura Pasar Agung yang kita tempuh sebenarnya telah melalui sedikit perdebatan antar kru yang sementara berniat mengambil jalur pura Besakih. Dengan berbagai pertimbangan diputuskan untuk mengambil jalur Selat yang relatif singkat.</p>
<p>Gunung Agung adalah gunung dengan puncak tertinggi di pulau Bali yang disakralkan oleh masyarakat setempat dan mempunyai nilai transcendental dengan keberadaannya sebagai tempat persembahan. Terdapat beberapa hal yang diyakini oleh masyarakat setempat untuk tidak melakukan sesuatu dalam mendaki gunung ini. Perempuan yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan mendaki gunung ini, hal ini membuat Wati salah seorang anggota BOC kecewa karena tidak bisa ikut serta. Termasuk juga perbekalan makanan yang terbuat atau mengandung daging sapi tidak diperkenankan untuk dibawa dan satu lagi yang mungkin sedikit aneh terdengar adalah sangat dianjurkan untuk mendaki dalam jumlah anggota yang genap (tanpa alasan yang jelas). Pantangan-pantangan tersebut tercatat di urutan pertama check list persiapan standar kami.</p>
<p>Sabtu pukul 3.54 siang 23 orang sudah melingkar di pelataran basecamp Baliorange, Narakesuma 11 untuk briefing singkat beberapa menit yang kemudian langsung tancap gas ke Karangasem. Praktis 3 jam berkendara mengantar rombongan ke jam 7 malam sesampainya di pelataran parkir pasar Agung. Ratusan anak tangga menuju wantilan cukup untuk dijadikan pemanasan sebelum mulai ke medan sebenarnya diatas sana. Cukup lama rombongan berkumpul di wantilan tepat dimuka pura pasar Agung dan sengaja untuk menunggu waktu yang tepat memulai perjalanan mengingat juga 3 orang lagi anggota BOC masih di perjalanan dari Denpasar. Pas sekali rasanya dengan berkumpul di wantilan kru BOC bisa menyambut undangan yang beberapa adalah merupakan teman lama. Kemudian, sesuatu yang menggemparkan tiba-tiba terjadi&#8230;yaitu &#8216;Kakak Hendra&#8217; mendadak harus pulang balik ke Tanjung Bungkak karena lupa ngasih makan ayam&#8230;kekeke. (Hendra terpaksa membatalkan perjalanan ini karena urusan keluarga yang penting, I hope everything is just fine, dude&#8230;) Mendekati pukul 11 malam setelah beberapa menit Komandan Sidhar, Aim dan Adip menyusul perjalananpun dimulai.</p>
<p>Total rombongan menjadi 25 orang. Memimpin perjalanan didepan adalah Bambang (baca=bembeng). Bapake Angga yang juga lulusan Gunung Merapi dan merupakan salah satu korban kutukan Mak Lampir ditunjuk dan dipercaya untuk menyisir jalur hutan yang rimbun dan gelap sepanjang malam. Seperti rangkaian kunang-kunang kita berjalan berurutan menggandeng lampu senter masing-masing. Beberapa jam perjalanan mengantar rombongan ke peristirahatan, Telaga Mas. Tempat seluas +/- 7 meter persegi (tak beraturan) dimana terdapat kubangan air di salah satu sisinya dan batu alam yang tertata alami cocok untuk meluruskan persendian kaki dan membuat api unggun. Rombongan bisa menikmati kopi panas dan perbekalan.</p>
<p>Ada sedikit kisah disini&#8230;pada saat semua berkumpul melingkar di perapian dengan tenangnya &#8216;Komandan&#8217; Sidhar mengguyur Bambang dengan sebotol air mineral (bukan arak) sembari teriak &#8220;Hepi bertdei&#8230;.&#8221; kontan yang lain pada ikutan histeris layaknya fans Peterpan cuman ga sampe semaput. 30 menit memasuki tanggal 15 Juni itu memang tepat hari jadinya Bambang beberapa puluh tahun lalu di salah satu rumah sakit korban lelaki di Kudus.</p>
<p>Yang gak kalah hebohnya adalah Arip Yulianto salah seorang anggota BOC. Di setiap pemberhentian karena kakinya yang kram ataupun tempurung lututnya yang mau lepas, pemuda taat beribadah sekaligus pengagum Maria Ozawa ini tak pernah lupa memintaku untuk moto kertas A4 bertuliskan &#8216;Hadi&#8217; yang selalu dikantonginya. Psikopat? Mungkin, tapi kertas dengan tulisan tangan yang jelek itu adalah titipan dari seorang teman yang semula berencana ikut serta mendaki Agung akan tetapi plat metal yang terpasang di kaki kanannya semenjak insiden tabrak kabur yang dialaminya beberapa waktu lalu memaksanya &#8216;ngendon&#8217; dirumah setiap hari nonton sinetron dan infotainment, sesekali muter Soulfly hanya untuk mengusir rasa sakitnya. Itulah makna pada selembar kertas yang dibawa Arip itu.</p>
<p>Puncak Agung masih terhitung 2/3 lagi dari total perjalanan. Semangat masih menyala-nyala apalagi sudah ngopi dan berhangat ria di Telaga Mas perjalananpun dilanjutkan. Jalan setapak yang tadinya jalan tanah kini semakin merapat ke puncak berubah dengan jalan berbatu padat dengan kemiringan yang lebih curam. Dalam perjalanan yang semakin berat ini rombongan terlihat &#8216;makin kompak&#8217; sampai-sampai kami terpecah menjadi tiga kelompok yaitu kelompok depan, tengah dan belakang dengan jarak yang tidak jauh hanya beberapa jam. Biarpun begitu kelompok paling belakang tetap bersemangat meskipun beberapa wisatawan berusia renta kerap mendahului mereka. Kelompok pertama yang terdiri dari 4 perempuan cantik dan 4 laki-laki ganteng ini sangat memberi &#8216;semangat&#8217; ke kelompok lain yang tertinggal dengan melangkah lebih cepat dan meninggalkan mereka lebih jauh di bawah sono. Kemudian, kami temukan seseorang tergeletak santai di sela bongkah batu raksasa beberapa menit menuju puncak yang tak lain adalah Komandan Sidhar. Dengan sangat setia dan saktinya dia ternyata telah kabur duluan ke puncak naik ayam. Termihik-mihik kami melihatnya namun mengingat sunrise (ga mengingat kelompok lain) hanya beberapa menit lagi semua sisa tenaga kami kerahkan dan kami tinggalkan Komandan Setia eh Sidhar di peraduannya.</p>
<p>Memang seperti banyak dikatakan para ahli ekonomi bahwa puncak gunung Agung di jalur Selat mempunyai beberapa sudut puncak dengan karateristik dan view yang berbeda. Jika capek tapi pengen di bilang udah nyampek puncak, ada puncak yang sebenarnya hanya gundukan batu agak raksasa dimana anda para pendaki palsu bisa berpose meyakinkan diatas batu tersebut dan dengan teknik pengambilan foto/angle yang tepat mampu mengelabuhi orang goblok disekitar anda. Namanya &#8216;puncak diskon&#8217; terletak 30 menit sebelum puncak asli. Hanya saja di puncak diskon tidak terlihat sunrise ataupun Gunung Rinjani. Bukan apa-apa, karena berat menenteng SLR plus battery grip dan dua lensa rasanya sayang kalau tidak mengabadikan momen matahari terbit di atas Gunung Agung waktu itu.</p>
<p>Tepat beberapa menit sebelum matahari muncul kami kelompok pertama berhasil menaiki gundukan batu yang tak lain adalah gundukan terakhir di puncak itu. Horeeee&#8230;kami spontan berpelukan (yes! bisa meluk dia hihihi&#8230;). Menyusul kemudian kelompok kedua dan ketiga tapi sayang karena sempitnya puncak membuat kelompok BOC ketiga tetap tinggal di puncak diskon :P Detik-detik sunrise berhasil diabadikan dengan sekedarnya begitu juga si dia :D&#8230;(somehow, I just lost ur number).</p>
<p>Matahari mulai tinggi dan karena takut hitam kita segera turun&#8230;gila! turun gak kalah capeknya euy&#8230; Aduh lututku. Kemudian seiring bias mentari menyinari perjalanan kami turun, kami temukan masterpiece yang sangat bernilai tertoreh indah di bebatuan. Dalam hati aku bertanya siapakah maestro-nya ya? Ingin sekali kuajak mendaki bareng sambil bawa kain pel atau sekaleng thinner.<br />
(*lapuran buat hendru)</p>
<p><img src="http://www.balioutbound.com/images/_MG_0249.jpg" alt="" /><img src="http://www.balioutbound.com/images/_MG_0381.jpg" alt="" /></p>
<p>Team:<br />
Arie, Aim, Adip, Andri, Anis, Amik, Arip Yulianto, Bambang bapake Angga, Baskoro, Cobain, Cerka, Didi Purwadi, Ester, Giri Prastowo, Heru, Ivant, Komang, Noviar M Sugandha, Pondal I Kadek, Ratna, Sabina, Sidharta I Ketut, Taufik, Tereska, Yanuar.<br />
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-29-193">

	<!-- Slideshow link -->
	<div class="slideshowlink">
		<a class="slideshowlink" href="http://www.balioutbound.com/2008/06/mendaki-gunung-agung/?show=slide">
			[Show as slideshow]		</a>
	</div>

	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-846" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/IMG_0376.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="IMG_0376.jpg" alt="IMG_0376.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_IMG_0376.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-845" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/IMG_0239.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="IMG_0239.jpg" alt="IMG_0239.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_IMG_0239.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-844" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/IMG_0209.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="IMG_0209.jpg" alt="IMG_0209.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_IMG_0209.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-843" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/IMG_0197.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="IMG_0197.jpg" alt="IMG_0197.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_IMG_0197.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-842" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0322_me.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0322_me.jpg" alt="DSC_0322_me.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0322_me.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-841" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0319_me.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0319_me.jpg" alt="DSC_0319_me.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0319_me.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-840" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0314_me.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0314_me.jpg" alt="DSC_0314_me.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0314_me.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-839" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0288.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0288.jpg" alt="DSC_0288.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0288.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-838" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0222.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0222.jpg" alt="DSC_0222.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0222.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-837" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0198_me.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0198_me.jpg" alt="DSC_0198_me.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0198_me.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-836" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0170.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0170.jpg" alt="DSC_0170.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0170.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-835" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0167.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0167.jpg" alt="DSC_0167.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0167.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-834" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0106.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0106.jpg" alt="DSC_0106.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0106.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-832" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0094.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0094.jpg" alt="DSC_0094.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0094.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-831" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0092.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0092.jpg" alt="DSC_0092.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0092.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-830" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0088.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0088.jpg" alt="DSC_0088.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0088.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-829" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0087.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0087.jpg" alt="DSC_0087.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0087.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-828" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0085.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0085.jpg" alt="DSC_0085.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0085.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-827" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0078.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0078.jpg" alt="DSC_0078.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0078.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-826" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/DSC_0073.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="DSC_0073.jpg" alt="DSC_0073.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_DSC_0073.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-847" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/IMG_9959.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="IMG_9959.jpg" alt="IMG_9959.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs_IMG_9959.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-848" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/_MG_0029.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="_MG_0029.jpg" alt="_MG_0029.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs__MG_0029.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-849" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/_MG_0034.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="_MG_0034.jpg" alt="_MG_0034.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs__MG_0034.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-850" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/_MG_0044.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_29" >
								<img title="_MG_0044.jpg" alt="_MG_0044.jpg" src="http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/agung/thumbs/thumbs__MG_0044.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-navigation'><span class="current">1</span><a class="page-numbers" href="http://www.balioutbound.com/2008/06/mendaki-gunung-agung/?nggpage=2">2</a><a class="next" id="ngg-next-2" href="http://www.balioutbound.com/2008/06/mendaki-gunung-agung/?nggpage=2">&#9658;</a></div> 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2008/06/mendaki-gunung-agung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Desa Subaya</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/08/sejarah-desa-subaya/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/08/sejarah-desa-subaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Aug 2007 20:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/sejarah-desa-subaya/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Menurut prasasti Subaya yang kini tersimpan lembar ke 9 di Pura Puseh Desa Pekraman Subaya, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Menurut prasasti Subaya yang kini tersimpan lembar ke 9 di Pura Puseh Desa Pekraman Subaya, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Dan lembar 1-8 di Pura Ratu Pingit Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Diceritakan bahwa pada tahun caka 1077 bulan caitra tanggal satu sedang bulan gelap, hari hariyang umanis wuku tolu (tanggal 8 April 1155 TM) Sri Paduka Raga Jaya bermusyawarah bersama pemuka agama dan para senopati kerajaan. Adapun maksud pertemuan tersebut untuk mengingat-ingat desa manakah yang layak ditempatkan di wilayah Taman Suci (Laba Pura) milik Ida Batara di Kunjara Asana (sekarang Pura Agung Desa Pekraman Tejakula).<span id="more-68"></span></p>
<p>Dijelaskan bahwa pada tahun tersebut penduduk Desa Sabaya (sekarang Subaya) di panggil agar menghadap Sir Maharaja Raga Jaya. Kemudian dalam pertemuan tersebut, dengan disaksikan para pemuka agama dan senopati kerajaan, baginda menanyakan dan memerintahkan mereka untuk ditempatkan di wilayah tanah laba pura milik Ida Betara di Kunjara Asana. Selanjutnya dengan senang hati menerima perintah dari Sri Paduka Maharaja.</p>
<p>Karena penduduk Desa Sabaya berkenan bertempat tinggal di tanah Palaba Pura milik Betara Kunjara Asana sesuai dengan peraturan-peraturan Labapura tentang pemeliharaan dan pekerjaan tanah maka dari itu Sri Maharaja Raga Jaya memberikan Piagam Prasasti kepada Desa Sabaya.</p>
<p>Desa Sabaya waktu dulu di sekitar Pura Agung Desa Pekraman Tejakula sekarang. Yang patut selalu dijaga sebagai pancaran sinar untuk memperkuat kehidupan desanya. Dengan status Desa Swatantra (otonom) karena mengerjakan tanah labapura untuk rakyat yang menjunjung periuk abu bunga raja yang diwujudkan Batara Kunjara Asana.</p>
<p>Berdasarkan cerita/mitos orang tua (para penglingsir) secara turun temurun di Desa Subaya letak wilayah Desa Pekraman Subaya sekarang, dulunya bernama Gunung Sengka (daerah perbukitan yang sulit dijangkau) hal ini kalau dikaitkan dengan kondisi geografis desa sekarang sangat cocok, karena posisi Desa Subaya sekarang berada di areal tanah perbukitan yang sulit dicari karena terjepit oleh pangkung/tukad dan bukit-bukit.</p>
<p>Pada waktu dulu, Desa Sabaya (yang letaknya dulu di sekitar areal Pura Agung/Puseh Desa Pekraman Tejakula sekarang) mengalami kehancuran.</p>
<p>Karena berbagai faktor, informasinya pun kurang jelas, tetua desa mengatakan pernah terjadi perang antar desa, adapula yang mengatakan karena kebajakan/di bajak oleh saudagar atau wong prahu (Bajak Laut) yang merampas hasil bumi di Desa Sabaya.</p>
<p>Barangkali karena faktor tersebut, akhirnya penduduk Desa Sabaya lari/mengungsi meninggalkan desanya, mencari atau naik ke areal perbukitan (Gunung Sengka) yang lebih aman dengan membawa Arta Pusaka Desa berupa Prasasti Pratima atau Arca sebagai perwujudan Ida Batara.</p>
<p>Kemudian penduduk Desa Sabaya yang melarikan diri ke wilayah perbukitan ini berkumpul/rapat. Dalam paruman tersebut, ada sebagian warga Sabaya menghendaki untuk melanjutkan perjalanan menuju Desa Sukawana, Kutuh, Batih, bahkan ada yang sampai Desa Tiingan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.</p>
<p>Sebagian warga Sabaya menghendaki tinggal ditempat karena merasa tidak kuat melakukan perjalanan/pelarian dengan membawa (mundut) arta pusaka desa seperti tersebut diatas. Oleh sebab itu, dalam rapat penduduk Desa Sabaya, diputuskan untuk bebas menentukan pilihan tempat tinggal.</p>
<p>Dengan adanya ikatan kekeluargaan yang mengikat di kedua belah pihak yakni, apabila suatu saat ada penduduk yang tinggal di area perbukitan melakukan upacara odalan atau pujawali dalam melestarikan kepercayaannya, dresta desa dan sima desa di wilayah perbukitan Gunung Sengka, maka warga Sabaya yang tadinya melanjutkan perjalanan ke desa lain agar datang kembali untuk melakukan persembayangan kembali/memuja arta pusaka desa yang dibawa (dipundut) dari desa sabaya, yang waktu dulu diusung berupa prasasti, yang merupakan Piagam pemberian Baginda Raja Sri Maharaja Raga Jaya.</p>
<p>Dengan adanya pasubayan atau perjanjian lisan antar warga sabaya tersebut, diareal perbukitan Gunung Sengka, lama kelamaan areal tersebut disebut Desa Subaya. Hal ini sampai sekarang masih dipatuhi oleh penduduk sabaya keturunan, baik berada di Desa Subaya maupun di desa-desa lainnya.</p>
<p>Hal ini dapat dilihat pada waktu pelaksanaan pujawali/odalan Ngusaba Sembah (ayunan) dan Ngusaba di Desa Pekraman Subaya yang dipenuhi pemedek dari desa-desa lain.</p>
<p><strong>Geografis dan Pekraman</strong></p>
<p>Desa Subaya terletak di areal/wilayah perbukitan dan merupakan salah satu desa dari 48 desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Subaya terdiri dari satu banjar dinas dan satu desa pekraman yaitu, Banjar Dinas Subaya dan Desa Pekraman Subaya. Dengan batas-batas wilayah antara lain :<br />
Sebelah utara adalah Desa Pekraman Tejakula dan Desa Pekraman Les, sebelah timur adalah Desa Pekraman Batih, sebelah barat adalah Desa Pekraman Kutuh, dan disebelah selatan adalah Desa Pekraman Sekawana.</p>
<p>Jumlah krama di Desa Pekraman Subaya sampai tahun 2005 yaitu 226 kraman, yang digolongkan menjadi 3 tingkatan dengan sistem Ulupad yaitu : 1. Kraman Pideran (krama yang baru menikah masuk mekrama adat) yang terdiri dari 2 krama sesuai dengan posisi (linggih krama kiwa tengen) atau kiri-kanan dalam memasuki tahapan ulupad krama. 2. Krama Desa (Krama Pecerikan) yaitu posisinya diatas krama pideran dan dibawah peduluan desa yang didalamnya ada Bendesa Adat, Kelihan Desa ulupad, sekretaris adat, bendahara adat dan sayan desa (sinoman). Peduluan Desa (Gurun-gurun desa) yang posisinya di desa pekraman diatas krama desa yang terdiri dari 16 orang, dengan posisi kiri-kanan (kiwa-tengen) dengan sebutan berbeda-beda yaitu: Jro Bayan, anggotanya 2 orang, Jro Bau, keanggotaannya 6 orang, Jro Singgukan, keanggotaanya 2 orang dan Jro Pengenem, keanggotaannya 6 orang.</p>
<p>Desa Pekraman Subaya mempunyai pura kahyangan desa, selain itu juga memiliki Pura Dengkahyangan Desa (Pura Dangka). Pura-pura tersebut adalah Pura Puseh, Pura Bale Agung, Pura Dalem, Pura Pengubengan, Pura Pemujaan, Pura Pengalapan, Pura Batukepeh, Pura Dalem Kauh (Pura Ratu Pingit), Dalem Mrajapahit, Pura Bangsing dan Pura Mendaha, yang semuanya berjumlah 11. Tiga pura berstatus Kahyangan Desa (Kahyangan Desa) 8 Pura berstatus Dangkahyangan Desa (Pura Dangka)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/08/sejarah-desa-subaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danau Buyan dan Tamblingan</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/08/danau-buyan-dan-tamblingan/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/08/danau-buyan-dan-tamblingan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 08:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/danau-buyan-dan-tamblingan/</guid>
		<description><![CDATA[Identifikasi dan Daya Tarik Dua buah danau yang seakan-akan merupakan danau kembar yaitu Danau Buyan dan Danau Tamblingan memiliki daya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Identifikasi dan Daya Tarik</strong><br />
Dua buah danau yang seakan-akan merupakan danau kembar yaitu Danau Buyan dan Danau Tamblingan memiliki daya tarik yang cukup mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini masih sangat dirasakan misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini.<span id="more-43"></span><br />
Masyarakat setempat menggunakan perahu-perahu kecil yang disebut &#8220;pedahu&#8221; untuk memancing. Dengan udara yang sejuk dikelilingi pegunungan yang serba hijau, suasana udara yang segar memberikan suasana yang tenang dan nyaman. Danau ini sangat ideal untuk olah rekreasi air seperti mendayung dan memancing.Terutama bagi mereka yang menyenangi alam dan rekreasi di alam kedua danau ini adalah tempatnya. Adanya kera-kera yang tidak jauh dari kedua danau ini yaitu di jalan raya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja yang semakin hari semakin banyak jumlahnya, menambah daya tarik kawasan ini sebagai obyek wisata.<br />
<img src="http://www.ngiringngewedang.com/panorama/buyan.jpg" alt="null" /><br />
Image from <a href="http://www.ngiringngewedang.com">ngiringngwedang</a><br />
<strong>Lokasi</strong><br />
Danau Buyan dan Danau Tamblingan berlokasi di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja. Terletak di pinggir jalan Depasar Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 1000 meter dari permukaan laut sehingga udara agak sejuk dan dingin pada malam hari. Sedangkan danau Tamblingan dapat dicapai melalui pertigaan ke arah Desa Munduk, Desa Gobleg dan tembus di kawasan Lovina, sepanjang jalan menyajikan suatu pemandangan danau Tamblingan secara utuh. Dari Desa Munduk dapat dicapai danau melalui jalan swadaya masyarakat. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri, dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.</p>
<p><strong>Fasilitas</strong><br />
Fasilitas yang tersedia adalah tempat parkir untuk mobil tepi danau, penyewaan perahu untuk keperluan memancing ataupun sekesar berekreasi, fasilitas akomodasi.</p>
<p><strong>Kunjungan</strong><br />
Dari pengamatan secara umum, kebanyakan wisatawan yang datang ke tempat ini adalah wisatawan mancanegara yang independent, mereka membawa/mengendarai kendaraan sendiri. Setiap saat danau ini ramai dikunjungi wisatawan Mancanegara maupun wisatawan Nusantara.</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Lokasi obyek wisata Danau Buyan dan Tamblingan terletak di kawasan yang sangat strategis yakni diapit oleh tiga obyek wisata yang terkenal yaitu Bedugul dengan Pura Ulun Danunya, Air Terjun Gitgit dan Lovina Beach. Sebagai latar belakang gunung Lesong dengan ketinggian 1860 m, memagari kejernihan air danau sekaligus menciptakan keheningan yang sangat alami.</p>
<p>Sumber : <a href="www.geocities.com/goesdun/wisata/wisata/danau.html"> Wisata Buleleng</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/08/danau-buyan-dan-tamblingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bali Tree Top Adventure Park</title>
		<link>http://www.balioutbound.com/2007/05/bali-tree-top-adventure-park/</link>
		<comments>http://www.balioutbound.com/2007/05/bali-tree-top-adventure-park/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 16:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viar MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam & Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.balioutbound.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Auuoooo&#8230;uooooo&#8230;&#8230;, ada maenan keren nih di Kebun Raya Bedugul. Namanya Bali Tree Top, sebuah permainan adventure yg kayanya sih ngambil...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Auuoooo&#8230;uooooo&#8230;&#8230;, ada maenan keren nih di Kebun Raya Bedugul. Namanya Bali Tree Top, sebuah permainan adventure yg kayanya sih ngambil idenya dari si Tarzan nih. :P<br />
Base konsepnya ini permainan di atas pepohonan dengan menggunakan tali temali, dimana kita bisa berjalan dari pohon ke pohon dg jembatan tali, berayun gelantungan ala Mas Rohman..eh tarzan maksudnya, atau kegiatan lainnya yang penuh tantangan dalam areal tree top trek yang cukup luas (dan cukup tinggi tentunya). Asik banget nih buat adrenallin shock&#8230; </p>
<p><img src="<img alt="" src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_10.jpg" class="alignnone" width="100" height="75" />&#8220;> <img src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_27.JPG"/> <img src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_08.JPG"/> <img src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_16.JPG"/></p>
<p><strong>Jenis Circuit</strong><br />
1. Squirrel Yellow: Trek tree top yang dirancang khusus untuk anak-anak.<br />
2. Squirrel Green: Masih trek yang dirancang buat anak-anak tapi sedikit lebih menantang<br />
3. Discovery: Trek dengan ketinggian maksimal 5 m, untuk tahap perkenalan dengan tantangan yg sebenernya<br />
4. Dancing with Trees: Trek dengan banyak tantangan berayun, ketinggian maksimum 8 m.<br />
5. Emotion: Trek setinggi 11 m dengan panjang lintas ayun maksium 160m (mulai asik nih)<br />
6. Adrenalin: Trek paling menantang di areal ini. Tinggi maksimum adalah 20 m (weww&#8230;)</p>
<p><img src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_28.JPG"/> <img src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_14.jpg"/> <img src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_21.JPG"/> <img src="http://www.balitreetop.com/images/zoom/YYBCLI/thumbs/PHOTO_26.JPG"/></p>
<p><strong>Lokasi</strong><br />
Kebun Raya Bedugul &#8211; Candikuning, Kabupaten Tabanan &#8211; Bali. Tempat yang adem, nyaman, fresh, dan ijo royo-royo. Tempat yang asik buat kumpul-kumpul sama temen-temen atau keluarga. Juga buat TES NYALI KAMU!!! :P</p>
<p>Info selengkapnya silahkan klik aja <a href="http://www.balitreetop.com" target="_blank">di sini</a><br />
NEXT TRIP????  ;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.balioutbound.com/2007/05/bali-tree-top-adventure-park/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

