Trekking kali ini membawa kesan tersendiri bagi teman-teman. Perjalanan memakan waktu 8 jam 30 menit, dimulai dari jalan menuruni bukit dan naik kembali ke tempat pemberangkatan awal. Kesimpulan yang kami tetapkan adalah, trekking Air terjun Subaya-Kutuh ini tidak tepat bagi kalangan pemula (beginner). Level minimum keterampilan trekking adalah untuk kalangan intermediate ke atas.
Perjalanan dimulai dari kantor Bali Orange Communications, terbagi menjadi 2 pemberangkatan. Gelombang pertama adalah Rico, Didi, Nando, Giri, Viar, Ratna, Trisna, Uci, Yuli, Ia, Natalia, Mas Sidharta dan Vivi. Disusul gelombang ke dua adalah Ivant dan Hendra. Sampai di lokasi Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli pada 17 Agustus 2007 pukul 20.00 WITA, disambut oleh Mas Ipung selaku tuan rumah. Rombongan kedua tiba pukul 23.00 WITA. Kita bergumul dengan persiapan makan malam, dengan menu ayam bakar dan soup kacang polong (soup nya kek jatah makan di kapal KM Tidar euy!).
Setelah makan malam, kami berkumpul untuk membicarakan rencana keesokan harinya. Setelah itu, acara ramah-tamah digelar disana dengan duduk berputar, menyanyi lagu bersama, berjoget, ketawa riang, menikmati kopi, pisang dan markisa diantara dinginnya udara malam pegunungan Desa Subaya. Artis dadakan bernama Nando tegaldlimo cukup menghibur kami, dengan lengkingan khas lagunya Dont Sleep Away this night My Beibeeeh… cukup membuat suasana ngocol penuh keakraban. Tapi memang Nando ini bekas ‘lulusan RSJ Bangli’, sehingga kami cukup memahaminya hehehe. Acara dilanjutkan dengan tidur bersama pukul 01.30 WITA.
Pukul 05.00 WITA, kami sudah terbagun untuk mempersiapkan sarapan, menikmati kopi, matahari terbit, dan persiapan untuk pemberangkatan. Memakai baju seragam sumbangsih dari Telkomsel (melalui Rico)- Thank You Telkomsel !!. Selanjutnya pukul 08.00 kami berangkat memakai sepeda motor ke tempat pemberangkatan trekking. Disana kami sudah ditunggu oleh Bapak Kepala Desa (Perbekel) Subaya, Bapak I Ketut Suar, SS, Bapak Bendesa Adat Bapak I Nengah Mupu, pemandu trekking Bapak I Wayan Mertaada, dan beberapa penduduk Desa Subaya. Setelah berkenalan dan menyampaikan briefing oleh Bapak Perbekel, serta foto bersama, kami segera berangkat jalan kaki menuju lokasi Air Terjun Subaya-Kutuh.
Bapak I Wayan Mertaada (panggilan: Merta) segera memberi komando untuk jalan. Dengan berpakaian sarung, kaos, dan sebilah sabit, beliau cukup handal membimbing kami. Dalam waktu 30 menit, kami berhenti di pos 1 yaitu sebuah balai subak. Disana kami berpotret sebentar, dan Pak Merta memberikan beberapa bilah tongkat untuk kami. Perjalanan dilanjutkan menuruni bukit, langkah terasa ringan seakan tanpa beban, maklum jalan turun sih. Kurang lebih 1 jam berjalan, kami berhenti di tanah lapang, tempat hutan-hutan dan aliran sungai.
Perjalanan selanjutnya adalah trekking menyusuri sungai dengan variasi tantangan berupa batu-batu sungai, pesisir sungai, lompat sana, lompat sini, menerobos semak-semak liar, dengan situasi jalan yang tidak bertapak, artinya, tidak ada jalan lajur khusus buat jalan kaki. Benar-benar kami mengandalkan kemampuan Pak Merta dalam mengingat-ingat jalan di pesisir sungai itu.
Salah satu kejadian yang menarik adalah, beberapa dari kami berusaha mempertahankan sepatu agar tidak masuk kedalam air, tetapi rupanya ada yg bosan meloncat sana sini, akhirnya dia pasrah, merelakan sepatu kebanggaannya tercelup ke air. Akhirnya basah juga ya Viar ? Hehehe. Terkadang, tertipu oleh kekokohan sebuah batu kecil ditengah aliran sungai, ketika terpijak, batu itu kalah oleh beban si penginjak, akhirnya terpeleset deh … berlaku bagi ivant dan hendra hahaha.
Tapi yang berhasil mempertahankan sepatu tetap kering adalah Bli Sidartha. Kejadian menarik lainnya adalah bekal air minum yang kita bawa cukup tipis, Hendra dan Bli Sidharta mencoba dahulu meminum air sungai itu, tujuannya sebagai tester ketahanan perut bila memang nantinya kami akan kehabisan perbekalan air minum. Pada akhirnya perut mereka baik-baik saja.
Diantara rasa capek, cucuran keringat, panas menyengat, kami terus bertanya-tanya dalam hati, kapan akan bertemu dengan Air terjun itu. Beruntung situasi aliran sungai disetiap sisi perjalanan dan aksi potret-potret membuat kami terhibur. Pada akhirnya kami berbelok arah menjauhi aliran sungai dan berjalan menanjak naik ke bukit, makin besar pula tanda tanya lokasi Air terjun ini. Kok malah menjauhi aliran sungai ??
Akhirnya kami bertemu lagi dengan aliran sungai berdebit kecil dari sungai yang pertama. Balik kami menyusuri aliran sungai itu. Dan … ternyata disanalah Air Terjun itu, tinggi menjulang 2 tingkat. Kami bersorak penuh kemenangan. Pukul 11.00 WITA kami sampai di air terjun ini.
Disanalah, di Air Terjun Subaya-Kutuh kami menyandarkan sementara simbol-simbol kepenatan. Tas kita taruh di bebatuan, sepatu dicopot, keringat terbasuh oleh dinginnya air, rasa capek jadi hilang. Sebagian dari kami melepas penat dengan mandi dan naik ke tingkat pertama air terjun. Sisanya menikmati keindahan air terjun dari aliran tingkat paling bawah. Rupanya, untuk naik ke tingkat pertama, batu licin setinggi 5 meter menjadi tantangannya. Yang berhasil naik ke atas adalah Ivant, Hendra, Nando dan Pak Merta.
Air terjun yang kami lihat terdiri dari 2 tingkat. Tingkat pertama lebih panjang dari pada tingkat ke dua. Total ketinggian air terjun keseluruhan kurang lebih 40 meter. Di tingkat pertama, kami jumpai ada aliran air terjun berdebit kecil yang bersuhu panas. Jadi air terjun ini mempunyai sumber air panas. Luar biasa.
Bekal air minum yang kami bawa rupanya tidak akan cukup untuk minum selama perjalanan pulang nanti. Bahkan, saat kami tiba di lokasi air terjun, botol-botol aqua yang terbawa, mayoritas kosong. Bagaimana dengan minum sehabis makan dan perjalanan pulang nanti ? Akhirnya, botol-botol kosong itu kami isi dengan air sungai dari air terjun tingkat pertama. Air sungai itupula yang kami gunakan untuk minum sesudah makan.
Setelah makan siang, kami bercengkerama lagi, sampai waktu menunjukkan pukul 13.00 WITA. Saatnya kami berkemas dan meninggalkan air terjun untuk kembali menyusuri sungai, berburu kesan mengukir cerita hidup. Selama perjalanan pulang, kami terpecah menjadi 2 kelompok. Kelompok yang mendahului dan kelompok yang tertinggal.
Ternyata kelompok yang tertinggal ini tersesat dalam mencari jalan pulang. Bli Sidhar, Giri, Viar, Didi, Uci dan Natalia. Mereka tersadar setelah situasi jalan semakin menjauh dari sungai, dan melihat kelompok yang mendahului jalan kaki di bawah sana. Sekali lagi, dalam perjalanan tersesat ini banyak yang mempunyai kesan. Silahkan yang merasa tertinggal menceritakan kesannya dalam kolom komentar.
Kelompok yang mendahului cukup lama punya waktu istirahat, bahkan ada yang tertidur. Setelah kami bertemu kembali, kelompok yang merasa tertinggal melampiaskan rasa kesalnya dengan memakan akar dan daun pohon disekitarnya hehehe. Nggak kok. Akhirnya kami lanjut berjalan menyisir aliran sungai. Dalam perjalanan pulang ini, sepatu ivant tumbang, jebol, akhirnya dikuburkan di cepitan bebatuan sungai. Alas sepatu vivi lepas, dimodifikasi dengan mengikat sepatu menggunakan pilinan tas plastik. Ujudnya seperti sepatu anak-anak, sepatu berpita putih hehehe.
Tibalah di pos bawah, dimana tanjakan panjang sampai pos pemberangkatan menunggu kami. Setelah bekumpul, mulailah kami menanjak. Tertatih-tatih, sebentar berhenti, lanjut kembali, berhenti, minum, jalan naik lagi, sampai kulit wajah menjadi merah. Semua rasa seakan berkumpul di wajah kami. Rasa capek, pegal otot, panas, haus, kawatir akan stok air, mungkin ‘nyesal’, mungkin ‘mengumpat dalam hati’, membayangkan segarnya juice jeruk, fresh tea, aqua dingin dan lain sebagainya.
Setelah menanjak terus selama 30 menit, kami harus istirahat dibawah pohon besar yang rindang. Disanalah Pak Merta membawa kabar sudah mengisikan berbotol-botol air minum yang diambil dari pipa air minum penduduk desa. Kami bersyukur. Tetapi, perjalanan jauh masih menantang. Cukupkah air itu ?
Setiap 5-7 meter jalan kaki menanjak, mayoritas kami akan berhenti, kemudian lanjut jalan kembali. Pada akhirnya, kami tiba di salah satu rumah penduduk desa. Tuan rumahnya berbaik hati mengambilkan buah kelapa muda untuk kami. Lebih dari 7 biji yang kami habiskan untuk mengobati dahaga dan lemah tenaga. Tidak lupa juga, kami mengisi botol-botol minum yang kosong dengan air kelapa muda pemberian Bapak I Wayan Kardi. Terima kasih atas budi baiknya Pak, semoga Tuhan memberikan rejeki berlimpah kepada Bapak sekeluarga.
Perjalanan kami lanjutkan, naik dan terus menaik. Seolah-olah jalan tersebut tidak memberikan ampun bagi kami. Kami merasa terhajar oleh situasi. Hajaran itu adalah tempaan secara mental dan fisik. Kami merasakan sekali, bagaimana kondisi dan situasi tersebut berpengaruh terhadap managemen mental. Mental lah yang mengatur tenaga itu, dari mental tercipta energi untuk melanjutkan perjalanan itu. Pos selanjutnya adalah Balai Subak, dimana Bapak Merta menjanjikan air kelapa muda segar.
Tibalah kami di Balai Subak. Pak Merta memenuhi janjinya, bahkan melebihi janjinya sendiri. Beliau memberikan air kelapa muda, bengkoang besar-besar dan air madu murni. Duh baik hati sekali Pak Merta ini. Kami istirahat meluruskan otot di balai subak ini. Ada yang tiduran, berselonjor, menikmati hidangan, potret-potret, ngobrol, dll.
Di pos pemberhentian inilah Andri menelpon kami. Dengan nada ‘berkesan kesal’ karena kelamaan menunggu di rumah Mas Ipung, Andri memberikan waktu 15 menit bagi kami untuk sampai dirumah tersebut. Kami asal jawab iya saja, karena yakin tidak bakal sampai di rumah Mas Ipung dalam waktu 15 menit. Tanjakan berikutnya masih menantang. Jauh.
Sekitar 30 menit kami beristirahat, pukul 16.30 WITA kami berpamitan dengan Pak Merta. Perjalanan menanjak harus kami hadapi kembali. Keadaan badan dan mental sudah agak membaik. Energi itu yang kami pakai untuk naik. Sehingga pukul 18.00 WITA, kami sampai di pos awal pemberangkatan. Setelah sampai, kami duduk sejenak, kemudian memanasi motor masing-masing dan berangkat ke rumah Mas Ipung.
Di rumah Mas Ipung, kami membersihkan diri, mandi dan memasak untuk keperluan makan malam. Sekitar jam 19.30 WITA, semua rombongan kecuali Hendra, Didi, Natalia, Ivant, Ratna dan Bli Sidharta, kembali ke Denpasar. Karena sesuatu hal kepentingan, mereka berangkat pulang terlebih dahulu. Sisanya yang tinggal di rumah Mas Ipung mempunyai agenda untuk menghadap Kepala Desa Subaya dikeesokan harinya.
Alhamdulillah, Puji Syukur kehadirat Tuhan Semesta Alam telah memberikan kekuatan kepada kami, telah memberikan gemblengan/ujian mental dan fisik kepada kami. Dan kami yakin bahwa perjalanan trekking ini membawa sisi positif dan kebahagiaan serta manfaat yang tidak ternilai. Amin.
Bila teman-teman punya pengalaman unik pribadi (testimonial) selama perjalanan trekking Air Terjun Subaya-Kutuh, silahkan meninggalkan ceritanya dalam kolom komentar di bawah ini.
Untuk dokumentasi lengkap bergambar, silahkan lihat gallery kami.
Berita ini diposting dalam keadaan capek tapi bahagia oleh Team Bali Outbound.
Related posts:






































Merdeka…!!!
Alhamdulillah…Ya Allah…terima kasih atas kekuatan yang engkau berikan pada saya dan juga semua crew yang ikut serta dalam event ini,sehingga saya dan semua crew selamat sampai tujuan dan kembali pulang dalam keadaan sehat wal’afiat…
To : All crew
Dasyattt….banget…wuach…ngga tau dech comment apa lagi,yang jelas….it’s amazing adventure…applause for Us
Prok…prok….prok….yeee…
Merdeka…!!!
and TERIMA KASIH BUAT TELKOMSEL
Alhamdulillah…Ya Allah…terima kasih atas kekuatan yang engkau berikan pada saya dan juga semua crew yang ikut serta dalam event ini,sehingga saya dan semua crew selamat sampai tujuan dan kembali pulang dalam keadaan sehat wal’afiat…
To : All crew
Dasyattt….banget…wuach…ngga tau dech comment apa lagi,yang jelas….it’s amazing adventure…applause for Us
Prok…prok….prok….yeee…
Hiks…
Mayday, Mayday, Mayday…..
Ini perjalanan paling dasyat di tahun ini !!!, (Ayo bikin lagi yg lebih hebat)
hehehe Yg ndak pernah tahu rasanya keram sekarang udah bisa ngerasain keram. (rasain lu kakiku!)
Didik ndas bedag!!! ternyata kamu ngikutin ajarannya Berry, ngengek disembarang tempat, bikin sungai terpolusi oleh tokaimu, tapi ikan2 pasti berterimakasih padamu! dasar bajingaaaannn!!!
Buat Andre & maria, thanks buat susulan ransumnya (mie,tempura,minuman,kue,coklat dll) it’s very helpfull utk kami yg tinggal terakhir di subaya, We are very appreciate for your weary coming.
Anyway thanks for all crew BOC who joined in the MayDay adventure 17 - 19 August 2007
Allhamdulillah event kali ini terhitung sukses!
)
Sukses dalam menjalani planning awal dan sukses membuat nyaris semua peserta terkapar!
Bajingaaaaaaaaan…..aku nyaris nyasar ke hutan belantara antah berantah!!! Laen kali yg depan pada bawa spion gih biar bisa liat ke belakang! Fiuh….untung aja ada yg ngeh kl kita salah jalan! Hwahaha….but thats one art and part of the real adventure! Thanks anyway…
(resiko sweeper)
What a great MayDay Adventure!!!
(mayday…mayday….wayan kija?)
)
Next trip please….
More…more…fun!
Puuuooooolllll…. Bikin iri…
Hmmmmm……….perjalanan yang penuh makna.
Mengalahkan akal sehat, rasio, hati, perasaan. Hanya menggunakan tenaga……!
Oya…..ada hal yang paling berkesan. Dimana aku sempet tersesat amat jauh dari rombongan. Kehausan diperjalan. Tapi disanalah pentingnya solidaritas. Dan disanalah kita bisa mengetahui sifat asli masing masing.
Perjalanan yang sangat melelahkan dan mengesankan.
Buat Mas Ipung, thanks banget atas tumpangan, makan, n jeruknya.
Buat Mas Idar, menu utamanya top banget (Ikan Teri)
Buat Ia, makasi udah mau nemenin Uci ke Subaya.
Buat Anovi makasi semangatnya.
Buat Nando….makasi atas hiburanya yang menghidupkan suasana.
Baut temen2 yang ikut, makasi banyak atas kerjasamanya (cieileeeehhhhhhhhh……………)
Buat yang ga ikut selamat ber iri2 ya…….
Buat yang ngekngek………harusnya dibungkus………
Hehehe………kapan lagi nih mo treking lg.
Pokoknya THANKS buat semuanya.
Tak juga membuat kapok.Every step we took always means something.
What a trip, man…!
Matur Suwun Mas Ipung…
You’d just opened my blind eyes somehow
dont sleep away this night my baby…………..
huaaaaaaaaaaah
gue bilangin yahh buat yg pulang duluan…
nyesel ga bisa menikmati senja di subaya
nyesel ga bisa melihat kuburan subaya
nyesel ga bisa melihat arca purbakala di subaya
nyesel ga bisa liad poto duluan di subaya
nyesel ga bisa liad ujan di subaya
nyesel ga bisa liad kabut di subaya
nyesel ga bisa nikmati sunrice di subaya
pokoknya nyesel nyesel nyesel dehhhh
buat…abah sidar thankz ya oseng osengnya enak deh
buat mas henz….thanks atas potonya
buat ivan…i love u babiehhh
buat didik and natalie nice couple dehhh
buat kepala suku thanks selimut tebalnya
buat adikku…semangat sis next trip nunggu tuhh
buat the crew……
no pok at alll……………i tell yaaaaa
kelupaann…………
nando…pak ja…….( ndek…jawab nando)
Sedikit info buat yang gak ikut kemarin juga yang kabur duluan.
Mengutip pembicaraan Mr. Mekel dan penduduk setempat, terdapat air terjun yang tidak kalah indahnya (lebih tinggi dengan jarak tempuh lebih deket). Tertarik??? Persiapkan diri masing2, sesuatu tengah dibicarakan untuk hal ini.
Waow..!! Amazing trip u know..
tengkyuh mas ipung buat tumpangannya..
tengkyuh didi buat ayam bakarnya..
tengkyuh uci, vie & pacul buat bujukan mautnya (akhirnya ikut juga hehe..)
tengkyuh mas sidar buat ikan terinya..
tengkyuh nando buat hiburan malemnya..
ga lupa tengkyuh juga Aa (my honey).. udah ngasih semangat sampe titik darah penghabisan.. udah sabar bawain minuman
udah sabar buat selalu ada dibelakang ia..
dr semuanya, Terima kasih ya Allah.. atas kekuatan utk sampai ditempat dengan selamat..
btw, masih pegel banget euy..
*mode bences-on* Aduuuh boook, gile yeeee, acaranya seru abizz deh, bikin mrinding kucing gitu lowh .. aje gileee. Yey semua pada kuat yeee, salut abiz deh aw aw. Cowok-cowoknye pade cantik-cantik and ceweknya pade ganjen-ganjen deh .. idiiiih pengen deh nyenggolzz tuh genASik nye, *mode bences-off* hahahaha… *mode bences-on* Upss, maaf yee, tadi eke nggak sengaja sendawa gitu lowh.
Antusias banget book, naik-naik and dinaikin gitu lowh idiiiih … seru deh, ampei eke kebelet boker deh di ladang orang, untungnye kagak ade nyang tahu klo eke bikin kue pie warna pink kekuning-kuningan, idiih asik boook. Towel sana-towel sini pada keciptraaat deh tu daun. Beruntung tuh tanah, bisa subur kena kue pie nye eke. Duh, jangan bilang ke laki eke yeee, awas loe klo bilang, eke sedoot deh tu tongkat yey aw aw.
Eke mo nitip tengkyuh neh buat yey pade, mas ipung, mas sidar dan semua crew BOC serta pak suar, merta, khusus buat cewek manis bernama nando, kapan eke bisa seponk-seponk an lagi ama yey, maksudnya seponk rokok marlboro boook … aje gile pikiran yey yeee … emank seponk apaan ? Udah deh, yey semua pade gileee, eke mo jalan ah … Aduuuh sepatu gue injek gue…
*mode bences-off* Ehheem … hhmm … eh boss, what do you want to eat bos ? Wi haf nasi goring, mi goring, rotti pratta but no pok at all i tell you !!
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT.
Sebuah perjalanan yang menguras stamina, menguji mental, mendorong ketahanan tubuh sampai batas maksimal, memanjakan mata, menahan lapar dan haus, menguji kesabaran…..
Sebuah perjalanan yang bisa membuat seorang Didi beol di sungai yang perawan
(sory mas sidar, tampaknya mau ga mau harus saya cemari untuk yang pertama kali, abis udah kebelet sih).
Makasih banget buat sayangku, cintaku Natalia yang udah mo nemenin di tengah-tengah kram kaki kanan dan kiri.
makasih buat temen-temen yang sangat bedebah dan bajingan nyiram-nyiram di werkudara.
Makasih buat tuan rumah, Mas Ipunk yang mau direpotin (semoga mau terus direpotin).
Makasih buat aparat dan warga desa subaya yang ga bisa disebutkan satu persatu atas sumbangsih perbekalannya.
Makasih buat mas hendro, ivant, nando, rico, ia, viar, uci, mas sidar, ratna, trisna, yuli, vivi, giri, andri dan maria. Thanks for joining this trip. Wishes the best for all of you guys.
-Let’s walk-
Next Trip….
Mas Bambang tengkiu udah ngabsen duluan & ngirim permakluman kalo ndak bisa nyusul………..I know you a real adventurer
Eehhh …aku juga ngucapin Treemakaseeeh, kepada yg ngumbar2 janji2 asseemm bin seepeettt untuk nyusul ke Subaya, akibatnya dua anggota kita ADIB & OJIE jadi ikut batal nyusul kami pada hal mereka antusias banget lho!, mana ndak ada berita permakluman lagi, dasar kalo udah senang lupa deh ama teman nah nah nah
*mode bences-On* Idiiih sebel .. sebel .. sebellllll deh ama nyang kagak ngikut, eke nggak bisa elus-elus yey pade. Eke kan suka elus-elus bulu nye yey semua…
Eh Om sidar, yey nyang tabah aje yeee, kadang kala kite semua ada urusan pribadi gitu looowh, mungkin lain kali mereka next time kudu ikut … biar bisa mrinding disco boook … mandi-mandi kucing bersama boook … Idiiiih pasti seru neeeek … Nggak kuku deh aw aw. Udahan yeee, yey pade kudu tabah and sabaaar book .. bubyeee …. Aduuuh … kaki gue injek gue *mode bences-off*
Ehem … Bapak ja ?
KEBIJAKAN BARU TELAH DIAMBIL!!!
Semua BOC Crew tanpa terkecuali, untuk tidak mengikuti suatu acara harus menyertakan surat ijin yang dikeluarkan oleh SAYA* dan disetujui oleh semua anggota termasuk segenap penduduk setempat (tergantung dimana event digelar).
*)jika anda memanggil diri anda sebagai SAYA maka andalah SAYA.
Masih juga serius.
Jika terdapat tekanan2 dari OKNUM tertentu yang mengakibatkan salah satu dari team tidak dapat hadir, maka OKNUM tersebut bertanggung jawab terhadap alam untuk:
1. Memberikan alasan yang masuk akal dari yang pualing masuk akal dan masuk akal menurut akal anggota BOC.
2. Membikin bahagia team kita yang tidak dapat hadir tersebut setimpal dengan kebahagiaan yang kita dapat di alam.
3. Minimal 3 ide harus dikeluarkan untuk kelangsungan BOC kedepan.
4. …
5. …
6. …
Teman2 yang mau nambahin silahkan, copy and paste lalu tambahkan…
aduh aduh seperti ga bosan yah menceritakan pengalaman yang kemaren
sepertinya masih membekas di hati getu lohhh
dimana kita bukan sodara tapi sudah seperti sodara
kita dari asal yang berbeda malah menjadi satu
salut….buat BOC dahhh
dan aku selalu merindukan kebersamaan ini
selalu terbayang olehku pagi yang cerah di subaya
atau senja yang dingin berselimut kabut di subaya
keramahan dan kehangatan yang ada membuat aku merasa bahagia kumpul bersama kalian
come on guys
bikin acara yang kayak gini lagi
asik gilaaaaaa
Pengalaman yang kemaren emang mantaaab,
and berada dalam kelompok yang nyasar itu asik..
Asal jangan keseringan…Hehehehe
Kenapa? Soalnya pake acara lewatin tanah longsor segala, yang kalo kita jatoh, tau dech nyampenya ke mana…
Untung ada akar pohon and tangan temen2 BOC yang selalu terbuka untuk menolong
And ada di kelompok yang pulang terakhir juga enak buanget,
Karena bisa berlama2 di alam indah, sambil foto2, terus mengunjungi desa Subaya and berkunjung ke kuburan apa tuch yach? Tau dech, pokoke unik dech tuch kuburan. Terus ke Pura juga, sambiiiiiil….teteeeeeeeeeep photo-photooooo…!!!!
Cuma pas tidur aja kesepian dan kedinginan, secara cuma sama Ratna, yach kita berdua aja dech yang saling menghangatkan..
I love you Ratna..Muach Muach Muach (hahahahaha….)
Next trip ke mana lagi kita?
Akhir kata….Merdeka !!!
Hei pak ja????
Greattttt….checkout!!! ini event yg paling banyak dpt comment artinya event ini punya kesan tersendiri di crew BOC.
- Sub”0″ : I love you muaah muaahh muahhh then….. hoeek hoeek hoeek (ceremony after mabok nee)
- Mbak Hendrawati : eiii colek dikit doong…yeii bikin gemmess dehhh
Celebrimbor-Nessa : welcome to the BOC adventure (enaknya lost in forest)
Anyway no pok at all soonofabitch
Tengkiyu Mas Sid, and i want nasi prata..No pork i tell you..!!
hwekekkek biarpun tidur berdua ma neza tapi anget euyy
kita berpelukan mesra….saling eluzzz ohh yezzzz
hwakkakakkakaka
om swastiastu
hae….akhilna bisa juga ngasi comment ’bout trekking kemalen..cetelah cekian lama sayah telgolek lemah tak beldaya akibat pelbuatan yg selu dan menegangkan(hari ini lageh pgn jd anak kecil..so maklum ajah klo lageh baca..hehehe)..menulut sayah peljalanan kemalen cangat menegangkan..jantung sayah bedetak kencang..sepelti lonceng yg beldentang kelas(ne ngomongin apa yakz???)medan alea tempul yg sayah lalui kemalen sungguh lual binaca..bikin kaki pada pucing..tangan mules..kepala kram..pelut pegel..huuh…tapi sayah senang sekali…oiy..sayah mao mengucapkan banak-banak telimakacih buat ivant yg balu sayah kenal..makasi atas peltolonganna mao sayah jadikan pegangan dikala kaki sudah tiada kuat menopang tubuh yg sangat belhalga ini..tengkyo perumnas monang maning ajah..jangan kapok jd pegangan sayah yakz..next trip i want join again..but let’s see sayah dibali ap kagak..mudah2an pas sayah dibali petualangan selu menanti sayah..buat teman-teman yg balu sayah kenal like vivi,nando,maz hendra,ivant,giri,ia ‘n natalia nice to meet u..
btw anyway busway..badan sayah ms pegel semua..sayah mao lanjut pijit dolo yakz…nite guys..muah muah..
yuhuuuuu…………..
ini pengalamanku pertama kali with BOC, setelah lama diajakin ma anak2 bhubung surat ijin dr my babe blum juga keluar, n baru per tgl 17 agustus kemaren keluar….sbg surat menyambut 17 agustus, “hari merdeka”
hmmmm……diluar bayanganku, kalo ternyata ke subaya ada trekkingnya, pertama seeh kukira just nyante2 aja, gak tahunya ada TREKKING tohhhh…yo wis gpp…berbekal pengalaman waktu ke Gunung Agung (walopun pingsan) n ke gunung Kumandar (pasuruan) kuberanikan tekad untuk ikut Trekking.
Edan…..!!!!!!!! ini mah sama aja naek gunung buow, katanya just 2 jam….(DArimana dpt rincian segityu tuh panitia)….tapi berhubung udah nyebur, ya mending ikutan basah sekalian hanya saja aku takut kalo “PINGSAN” lagi kayak dulu….
Ampe pertengahan kukira, udah lumayan dekat, melewati perbatasan sungai katanya jalannya lumayan datar…NYATANYA…Edan……….Loncat2 gak karuan, sepatu terpaksa nyebur…n yg lebih gawat berbekal 2 btol kecil air m,ineral untukku n vivi ternyata abiz…untungnya abisnya pas di air terjun…..
hah…lega udah bisa ngeliat n nyampe di air terjun, tapi ada ketidakpuasan…aku gak bisa langsung Nyebur diantara deruan air terjun yg mengalir….coz kudu naek tebing yg licin, hanya ada 4 ekor aja yg naek….irfan, mas hendro, Nando n tentunya sang guide kita “pak wayan” Edannnnn…kataku…
Hah tapi yang cukup bikin kaki rontok n muka jadi gosong and terowongan kekeringan pas balik ke subaya. Alhamdulillah ada kelapa muda…mak nyeus….!!!
i WANT TO thanks to….:
All crew BOC…makasih ya
Ico: Thanks dah ngajakin
Vivi : Thanks dah nemenin n minta ijin ma babe
Giri : Thanks udah ditebengin pergi n pulangnya…..
Mas Ipung : Nice Villa mas……..HIDUP lampu yo….
Mas Tidar : Kepala suku kita yang dah setia motretin kita2
Nando : Thanks dah ngibur kita n dah nggoncengi pergi n pulang si vivi
Uci n Teh Iya : thanks udah ikut, jadi rame pasukan cewekna
Viar : Thanks udah baik hati nransferin foto2nya
Mas endro : thanks bwt pasukannya
didik n Natali : Makasih sabunnya ya
Irfan : Arigato gozaimasu atas petunjuk trekkingnya
Ratna : Thanks udah nyemangatin kita, waktu tire bgt…n pesimis
Trisna : Nice smile..make us get spirit again..n again
Andri n Maria : he..he walo gak ikut trekking, tapi makasih mkanan n minumannya
Pak Mangku : suksma nggih pak, kita dah dijagain dr si putih….dkk he..he
Pak Michael alias MEKEL :suksma pak mekel, mogi rahayu, rahajeng nggih bumi subaya sane becik punika……he..he
Pak wayan : Inggih pak wayan, matur suksma nggih…..sampun sedianin nyuh gading sane mak nyeus pisan punika
Gak ada yang ketinggalan khan??pokoknya THANKS, matur suksma, matur nuun sanget……nggihhh
huaaaa aku kangen ma subaya………
kangen ma dinginnya
kangen ma kabutnya
kangen ma heningnya subaya….
huaaaaa kapan aku bisa kesana lagi
bobo desek desekan mpe keringetan
rebutan selimut ma nyit nyit
pelukan sama nyit nyit
huahhh banyak deh awwwwwwwwwwwwwww
next trip plzzz
kubasuh air maniku eh air mataku dipipi, berteduh ku dalam slimut kepedihan melihat kisah kasihku crot..di gubuk tercinta…crot terkoyak oleh masalaluku…dijamah dan diperkosa crot…oleh masa laluku yang getir akan perjuangan
crot…namun dia hanya diam saja tak bergeming hanya tersenyum dengan kepakan sayapnya yang indah,tak ada lagi tempat sembunyi untukku bersedih crot…besandar dikeindahan ibuku..berteduh di gubuk cintaku
I hate if i can not come with you guys
i hate if i just sit down look at box without me inside
i hate i hate i hate ihate
but i lake if i can come to RAMAYANA
crut:((((((((((((((((((((
dasar….onon mata ramayana
sana kamu treking di ramayana aja
jangan lupa ngedipin mata sama SPG disana
eh kalo ada cowo cakep salamin yah
hwekekkeke
huhuhu teLat banGet nech ngisi komen.
aduH buaT vi yG pemuLa ne trekkinG mank giLa. hampiR aja gaK jadi ikuT. gak dapet IjiN daRi bokaP n kRn vi baRu aja sianGnya nyampe daRi joGya. BaRu nyampe LangsunG peking buaT tRekjing. oh bapak…. thank you iJinnya.
skaLi laGi ne tRek giLa. capek banGet. tapi senenG banget. subaya giLa yach. peRtama kaLi ke subaya nech. hehehe
peRjalaNan yG meLelahkan. kehausaN, capeK setenGah mampus, paNas, perut kRam, aLas spatu Lepas (ampe dimodifikasi Lagi…huehue)…….
tapi skaLe Lagi menyenaNgkan. sayanG gaK bisa ikut daLam tRip beRikutnya. nunGGu ampe kteMu LibuRan oR kaLo udach LuLus.
huhuhu…. seLanjutnya vi cuma bisa Liat daRi post2 beRikutnya, daRi LayaR kompi. hiks…..
kapaN2 mau Lagi yaCh.
hehehe
Hey!…Man i just love your blog, keep the cool posts about Kekurangan Bekal, Minum Air Sungai di Trekking Air Terjun Subaya-Kutuh comin..holy Thursday .
hai dear all outbound community sallam kenal ya….wah asik ni kalau bisa gabung…..
salam totalitas…
SANDA
halo Sanda………. eghhh…..Sanda itu apaan ya?
Sekali kali datang ke desaku dong..?
Nanti biar aku yang handle semua
Ok…
Best regards
Wayan
bli wayan arya dije desan bline
kayaknya boleh dijajah tuh….
ada apa sih neh kok ribut2, emang ada yang seru yah?apaan tuh..orang air banyak kok diributin seh…ada apa neh ada apa neh..huweuhkkk…
dam adi seng milu cang ci!!!
Sebagai orang yang punya nenek berasal dari Subaya, dan lahir gede di Kutuh, saya seneng banget dan bangga membaca laporan dan gambar-gambar expedisi ini. Paling tidak ada orang luar yang sudah menginjakkan kakinya di daerah subaya kutuh…