Pegunungan Batukaru masih menyisakan kealamian dan keasrian pemandangan hutan di Pulau Bali. Dengan tinggi 2.275 meter dari permukaan laut, gunung ini menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang gemar mendaki.
Dari pengalaman yang pernah naik ke Gunung Batukaru, perjalanan ke puncak gunung ini sangat menyenangkan, sejuk, hijau dan sangat tenang, namun di kala hujan tempat ini menjadi sangat berbahaya. Permukaan jalan setapak yang pada musim kering pun licin menjadi sangat licin dan banyak di antara mereka yang lecet-lecet bahkan keseleo. Jadi harus hati-hati.
Perjalanan ke Gunung Batukaru biasanya memakan waktu 3-6 jam. Bisa dilakukan dengan sekali jalan, namun biasanya orang yang mendaki menyempatkan diri tuk nginap sebelum puncak. Guide bisa didapatkan di Desa Wangaya Gede 2 km sebelah utara Pura Luhur dan bisa menyewa tenda di sana.
Di kaki gunung batukaru terdapat Pura Luhur salah satu dari Sad Kahyangan. Untuk mencapai pura ini dengan jalan cukup sulit dilakukan. Medan yang terjal mengharuskan mesin mobil yang cukup tangguh untuk bisa sampe di sana. Kalo pake angkot sebenarnya bisa sih, cuman angkot yang naik biasanya cuman pada saat ada upacara di pura itu saja. Hari- hari biasa, kamu harus tawar-menawar harga dengan sopirnya agar mau dianterin naik.
Kamu bisa mencapai Pura Luhur lewat beberapa cara, pertama adalah menyewa bemo di terminal Tawakilang (di Tabanan tentu saja) lalu menuju ke Jatiluwih lewat Penebel. Jatiluwih ini merupakan desa dengan pemandangan sawah yang menakjubkan. Kalo bawa kendaraan sendiri bisa juga, pertama cari terminal bemo kemudian jalan ke utara dan kira-kira 3 km sebelum pasar Penebel kamu harus belok kiri (ke Barat) dan kamu akan sampe di mata air panas Yeh Panas.
Sourced from tourdebali.com
5 Responses for "Gunung Batukaru, Bali"
jadikan aku yang PERTAMAX….
huehuehue
wadew koneksi lelet….
Wah .. patut di coba :)..dah lama pingin naik nih gunung..semampunya aja mah, sesuai kondisi dan mood..maklum sudah gak seperti sma dulu .. nikmati alam lebih asyik..thanks infonya
dah bisa naik, tiap tahun juga naik untuk sembahyang…
@dekrad: oh…
padahal aq asal dari sana tapi belum pernah mendaki ke puncaknya hehe…..
Leave a reply