JALAN masuk menuju ke kompleks utama bakal lokasi patung GWK (Garuda Wisnu Kencana), di Desa Ungasan, Jimbaran, Bali itu diaspal halus. Panjangnya saja sekitar satu kilometer, di kanan kirinya dihiasi pilar-pilar bernuansa tanah kapur. Megah. Itulah kesan pertama masuk ke kawasan megaproyek yang dimulai pada masa Orde Baru masih berkuasa itu, peletakan batu pertama pembangunan proyek ini adalah tahun 1997.



Patung Garuda Wisnu Kencana - Kapalanya saja


Miniatur Patung Garuda Wisnu Kencana

Letak lokasi wisata Patung GWK kira-kira 40 kilometer sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali.

Patung ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Dari total luas lahan 200 hektar yang direncanakan, saat ini manajemen GWK baru berhasil menguasai 100 hektar, dan total pekerjaan yang selesai baru sekitar 15 persen.


Pintu Masuk Lokasi Monumen Garuda Wisnu Kencana

Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Tokoh Garuda dapat dilihat di kisah Garuda & Kerajaannya yang berkisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.


Pemandangan arah Utara dari Lokasi Garuda Wisnu Kencana

Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter.