So, setelah tanggal 10 Maret 2007 kita semua pada naik gunung batur, ternyata semangat tempur teman-teman belum padam. Mas Bambang lagi-lagi menjadi inisiator untuk mendaki Gunung Batukaru.
Awalnya hanya celotehan yang keluar dari bibir manisnya, bahwa dia akan menyatakan ‘resign’ dari komunitas Bali Outbound. Tahu nggak kenapa sebabnya? Ternyata, istri Mas Bambang, Mbak Desi akan hijrah dari Banyuwangi ke Denpasar. Perlu diketahui juga, bahwa Mas Bambang telah dikaruniai putra, masih kecil, kurang dari setahun. Si kecil juga dibawa hijrah sekalian ke Denpasar. Jadi, salah satu alasan ‘resign’ Mas Bambang adalah untuk momong si kecil, dan momong si besar yaitu Mbak Desi. Setelah ditanya lebih jauh lagi, apa alasan untuk ‘resign’ ini, ternyata Mas Bambang menjawabnya dengan sedikit nakal. Ya .. biar lebih dekat aja bila sewaktu-waktu ingin ‘Tune Up’ dengan momongan si besar. Wah … masuk diakal juga ya .. kenapa kok nggak sekalian ‘Overhaul’ aja Mas ??
Jadi, tersebarlah berita diantara komunitas kita, bahwa tanggal 24 Maret 2007, hari sabtu, kita semua akan naik motor berbarengan menuju ke lokasi. Tetapi, biasanya, sebelum acara pendakian, dua atau sehari sebelumnya kita semua kumpul bersama. Tujuannya adalah untuk silaturahmi, merencanakan, ngobrol santai, absensi dan akhirnya mengumpulkan dana secara bersama. Istilahnya adalah ’saweran/urunan’. Biaya urunan selama kita mempunyai kegiatan outbound ini tidaklah besar. Biasanya urunan ini sebesar antara Rp. 25.000 - Rp. 35.000.
Biaya urunan ini kita kumpulkan di salah seorang yang ditunjuk ‘asal’ tetapi bertanggungjawab sebagai bendahara. Duit yang dikumpulkan digunakan untuk sewa penginapan dan makan bersama. Gimana dengan kebutuhan pribadi seperti minum, rokok, jajan, bensin, dll. Ya tanggung sendiri !
Well, we are open relationship. We are open for new friend. Yo .. siapa yang mo ikut, kontak aja teman-temanmu.
We welcomed you bro ….
Berita by : Hendra
Dioprek dr kantor Bali Orange
12 Responses for "24 Maret - Naik Batukaru Euy"
hwakakkaka aku deh daftar pertama
kebetulan neh otak lagi puyeng…..naik batur kemaren ga ngaruh ga ngefek alna….
terbukti ampe sekarang penyakit stres yang saya derita dari minggu lalu belum ilang…
jadi perlu di tune up lagi neh otak sama adventure yang kalo bisa lebih nantang gitu….(sory lohhh bukannya nyombong hanya berusaha untuk menghargai diri sendiri)
so i would say thank you very much deh buat mas bambang yang udah numpahin ide buat naik gunung batukaru…..and makasih smsnya yang kalo dibaca kudu buka kamus dulu….maklum mas english saya pas pasan cuma tau yes ma no aja hehhehehe
sukur sukur nanti dapet jodoh hwakkakaka[kalo ini mah asli misi utama]
so..kapan neh ngumpul…..ngumpul….
Mendaki Gn. BatukaruTgl 24 Maret !?
Wah… tgl itu kayaknya ada odalan Tumpek Landep, bisa apa ndak ya? Anyway aku tanyain dulu ke Pak Mangku sang penasehat spiritual
I will inform you the result.
Sory Maksudnya Tumpek Wayang bukan Tumpek Landep, sory,sory,sory
Gini dah kayad mau dead line aja acara mendakinya……… Nyambung terussss…… ngabisin waktu bujang yang tersisa……Hoi Mas Bambang bulan depan ente masuk karantina ya !?
Mas Hendro….
Where r u last night (16 March’07) ? r u in love times or what? anyway don’t too much…….yes,no,yes,no, watchout your knee don’t make too much shaking, remember for the next adventure hehehehe
I love all of BOC crew
hoe…….cepetin nae infonya
mumpung semangat lagi gede gede nya nehh
mumpung hati lagi patah patahnya….
kalo bisa deal yah…
Sekilas info Gn. Batukaru.
Gunung dengan hutan hujan tropis yang menjulang nantang langit setinggi +- 2275 mdpl. Lokasinya ada di kabupaten Tabanan - Bali, cuma sekitar 2 jam dari Denpasar. Dari Tabanan untuk mencapai kaki gunung Batukaru bisa ngambil jalur ke arah Jatiluwih, yang juga salah satu lokasi wisata berupa hamparan sawah yang luas, ijo, tentrem loh jinawi deh viewnya.
Biasanya untuk mendaki ke puncak gunung itu bisa diambil dari jalur Pura Luhur melewati beberapa desa yang jalannya semakin menanjak dari desa ke desa. Di kaki gunung ada sebuah pura - Pura Luhur namanya, sebuah pura besar yang juga merupakan gerbang pendakian menuju puncak. Di lokasi pura ini kita bisa menemui pos jaga yang biasanya dijaga dengan para bapak-bapak yang make seragam adat, mirip2-mirip wardrobenya pecalang.
Di pelataran parkir Pura Luhur ini tempatnya bersih dan asri, ditudungi pepohonan besar berdaun lebar (ciri khas pepohonan hutan hujan tropis, masih pada inget pelajaran geografi kan). Di sini kita bisa istirahat sebentar, sembari persiapan untuk pendakian, juga untuk laporan ke para bapak-bapak penjaga pura di sana. Berhubung menurut rencana kita akan tiba saat gelap di sana, nggak disarankan untuk keluyuran di sekitar pura…Kecuali kl ada yg pengen ketemu sama ‘uka-uka’…:P
Buat yg kebelet pipis atau mau mck, di situ ada toilet umum yang cukup bersih. Silahkan ikut menjaga kebersihan di situ dengan donasi cm gopek sekali ’siram’.
Gunung Batukaru, 2275 mdpl
Trek: jalan setapak, nyaris sepanjang jalan adalah hutan dengan permukaan tanah kemerahan (biasanya licin dan gembur krn hujan dan lumut)
Hati-hati dengan temen kecil yang suka ‘nebeng’ gak pake ijin di perjalanan…hehehe.. pacet! Di sana terkenal dengan pacet-nya yang banyak dan pada gak tau sopan santun, sukanya nyelip-nyelip di kaki, gak pake basa-basi maen tempel, cipok, en langsung nyedot! Tapi ‘temen-temen kecil’ ini bisa diatasi dengan luluran tembakau, atau tinggal sentil aja pake golok.
Hampir sepanjang tahun hutan sepanjang trek menuju puncak Gn. Batukaru selalu basah (kata Mas Bengbeng nih, gw mah baru sekali aja ke sana). Walau seringkali kita bakal nemuin trek licin atau gembur, dan pacetnya yg selalu ramah menemani, bukan berarti trek ini mesti ditakuti. Sepanjang jalan akan ada banyak keindahan sang alam yang mengiringi, saat kita berjalan di antara rerimbunan pinus, akar-akar perdu yang bergelantungan, dan cicit-cuit burung-burung terkadang kabut hadir bikin suasana seperti di dunianya Lord of The Ring - so pasti perjalanan akan sangat menyenangkan (don’t forget to bring photography equipments you got) ;).
Perjalanan normalnya makan waktu sekitar 6-8 jam menuju puncak. Puncak Gn. Batukaru bisa dibilang cukup luas, kurang lebih seukuran lapangan bola voli. Dari atas sana kita bisa menikmati sunrise di sisi Timur, di antara perbukitan Candi Kuning dan sekitarnya. View perbukitan dan hamparan alam hijau menanti di atas sana, di balik tirai awan-awan tipis dan hembusan angin sejuk yang membelai…
Saat kita lelah, sesekali lemparkanlah pandangan ke sekitar…dan kalian akan tau untuk apa pegelnya betis saat itu, lelahnya pundak yang menggendong ransel, dan terengah-engahnya nafas yang serasa tinggal separuh…..
Yang mau nambahin…silahkan share
Klik INI
Yang belum tau dan yang ingin tau…
- > http://www.baliecolodge.com/batukaru.htm
Embun deres nih……heuhuehuehuheuheuhuehheuheuhee
hueeee ngiri nok pengen naek gunung batukaru…..
jadi gak neh besok??
Allhamdulillah…
Rencana/Plan C versi modifikasi ke air terjun Tambakan di desa Catur bisa dibilang sukses! Walo jumlah peserta gak sebanyak rencana awal, tapi …semua menggila di bawah guyuran hujan dan deburan air terjun
Thanks specially to Pak Urip dan Ibu Meme’, Komandan Sidar, and all you outbouners!
1000 on the next trips!
Gimana kalo planning Gn. Batukaru diwujudkan?
Jajal?
Leave a reply