Alhamdulillah, salah satu team Bali Orange Communications (BOC), member community of Bali Outbound, Antok melangsungkan pernikahan dengan sang mantan kekasih hati yang dipacarinya selama 7 tahun. Luar biasa. Pernikahan dilangsungkan di Magetan, Jawa Timur pada tanggal 4 Juli 2007. Acara Ijab Qobul dilangsungkan di rumah pihak mempelai wanita, Tutik.
Kebetulan yang bisa berangkat ke Magetan sana adalah Team Bali Orange Communications yang juga outbouners di komunitas Bali Outbound ini, yaitu pada tanggal 3 Juli. Tadinya, Ia dan Rico ingin sekali ikutan dengan rombongan, tapi karena kerjaan yang tidak bisa ditinggal, ya akhirnya blum bisa joinan. Team Bali Orange Communications yang berangkat dari Bali adalah Noviar, Didi, Mas Herman (Bali Orange biro Lombok), Arip, Irfan, Fandik, Komank, Ojie. Kantor menyewa APV untuk mengangkut mereka semua. Wow, jadi penuh sesak deh.
Team BOC yang berangkat dari Bali mampir dulu ke rumah Mbak Shinta - outbouners dari Mojokerto, istri dari Hendra -, sambil melepas penat sehabis menggeber 12 jam perjalanan Denpasar - Mojokerto. Mandi-mandi, makan, bobo-bobo sak ’sliutan’ dirumah Mojokerto. Setelah itu mereka lanjut lagi ke Madiun menuju ke rumah kakeknya Antok untuk bermalam disana.
Acara pokok adalah Akad Nikah, yang diselenggarakan di rumah Tutik, tetapi team BOC berangkat dari rumah mempelai laki, si Antok. Iring-iringan pertama adalah mobil carry yang ditumpangin Antok sekeluarga. Hendra ngikutin dibelakangnya dengan mobil Nissan yang didalamnya ada Mbak Shinta, Irfan dan Adelia, diikuti oleh APV, mobil dari rombongan team BOC. Nah, ada pengalaman yg menjengkelkan tetapi akhirnya lucu. Selama perjalanan ke Magetan, Hendra selalu menunggu APV yang berada di belakangnya agar tidak ketinggalan. Karena terlalu jauh jarak antara mobil Nissan dan APV itu, Hendra ketinggalan jejak mobil carry yang seharusnya diikuti. Akhirnya, mobil nissan itu masuk ke Pangkalan Militer Lanud Iswahyudi. Hendra disuruh minggir, diajak ke pos pemeriksaan. Ditanyain SIM A dan STNK. Disuruh santai dulu, padahal Hendra ngotot akan ke acara Akad Nikah dan sudah tertinggal dengan rombongan serta kawatir tidak tahu jalan. Karena gemesnya ke Pak Militer itu, KTP Bali dikeluarkan krn Hendra ngotot ketinggalan rombongan. Eh Pak Militer malah santai-santai periksa bagasi, ruang dalam mobil, bahkan kap mesin disuruh buka. Fyuh … jengkel tenan euy. Sehabis tidak menemukan barang yang mencurigakan, Hendra dan Irfan disuruh jalan ke depan Pos dimana ada papan nama besar bertengger disana. Pak Militer menyuruh Hendra dan Irfan untuk membaca keras-keras tulisan di papan yang gede itu sebanyak 2 kali, maka terdengar teriakan keras dari keduanya, yang berbunti, “Anda memasuki wilayah LANUD ISWAHYUDI, Maaf ada pemeriksaan”. Hehehehe, jengkel, gemes dan katro.
Well, akhirnya, dengan daya ingat seadanya, Hendra ngebut ke Magetan sambil ditungguin team BOC di stadion Magetan. Akhirnya kami semua bisa mengikuti acara dari awal sampai akhir disana. Selamat menempuh hidup baru ANTOK dan TUTIK. Semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian. Amin.
Eit, pengalaman lain yang asik masih belum selesai. Selepas acara akad nikah dan resepsi, kami bertolak ke kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan Jawa Timur. Tetapi sebelumnya mampir di rumah saudara Mas Herman. Sambil melepas penat, kami disuguhi kopi susu dan jajanan pasar ala Magetan. Tidak lupa juga potret-potret bersama sapi jantan asal Magetan.
Dirasa waktu sudah cukup, kami pamitan kepada tuan rumah. Pada waktu semuanya siap berangkat, la kok kunci mobil Nissan tertinggal didalam dan pintu semuanya terkunci.
Waduuuuh … well, selama 30 menitan kami semua mencoba dengan segala daya dengan cara mencongkel pakai penggaris, besi dongkrak ban, senter, lirikan bawah, miring ke kiri kanan, cari lubang, dll untuk membukanya. Tetapi masih belum berhasil, akhirnya diputuskan Noviar dan Fandik turun gunung ke Magetan untuk mencari dukun kunci. Selama pencarian itu, Komank, Ojie dan Arip serta Irfan (sebagai penyemangat) ternyata mampu membuka pintu Nissan itu. Teriakan keras horeeee mereka memecah kesunyian desa itu hehehe. Terima kasih ya, sepertinya ada bakat jadi “Pencongkel” yaw. Well, acara berlanjut ke Telaga Sarangan. Pengalaman yang mengharukan. Hiks…
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
8 Responses for "Pernikahan Antok dan Tutik, Magetan-Jawa Timur"
buat mas Henz….3 kata untuk anda….
kaciannnn deh looooo
hwakakakkaka
buat maz Nto n Mbak TuTik
Met menempuh hidup baluuu
sory kemaren saya ga ikut dikarenakan waktu dan keadaan yang sangat tidak memungkinkan
semoga menjadi keluarga yang sakinah mawardah dan apa yah lagi satu…..markonah ya…lupa…pokoknya gitu dehhh hehehehe
buat yang outbound ga ngajak ngajak….hikzzzzz deghh
kok jadi ketawa yahh baca komentku sendiri
hwakkakakaa
ketauan begonyaaaa
dasar o’on….
buat para pembaca silahkan abaikan dua komentar di atas!
hihiihi….
buat Antok feat Tutik
HADJAAAAAAAAAARR BLEH!!!!
Slamat menempuh hidup baru lah pokonya mah
)
)
Jangan lupa kejar setoran, supaya taun depan aku bisa ngajak anak kalian naek gunung!
Biar kuat fisik, biar ga bawa-bawa counterpain kaya bapaknya
yang oon siapa sih sebenarnya
masa baru nikah dah minta anak
bulan madu aja belum
maz Nto bikin dulu anaknya baru dikeluarin
truz digedein dulu anaknya baru diajak naik gunung
viar tuhh heran deh bayi diajak naik gunung
woi jangan gila dong kalau mau ngisi ntu yang benar-benar aja jangan yang kagak jelas gitu mekanya jadi orang itu waras dong so jangan gila dongggg.wahahahaha………..
Tau aja ya yg penting kekompakan, dan kerukunan nya.
wiiih sepi gak ada acara electonnya…..
Mending pas itu kasih job pada Mas Uut Electone dari Duwet Bendo Magetan 03517651539. Katanya sekarang lagi naik daun gitu…..he he…
Penyanyinya cakep cakep lagi…..he he he
Hai,,,,,,,,
Leave a reply