
Bungee Jumping 17-an

Bungee 17-an - Aj Hackett 66, Seminyak - Bali

Selamat ulang tahun… Kami ucapkan…
Selamat ulang tahun… Kami ucapkan…
Selamat ulang tahun… Kami ucapkan…
Selamat ulang tahun… Kami ucapkan…
Kami ucapkan Selamat… Kami ucapkan Selamat…
Kami ucapkan Tahun… Kami ucapkan Tahun…
Selamat kami ucapkan tahun…
Makan.. Makan…

Kok namanya Witil :
[A] Karena dia centil
[B] Karena dia usil
[C] Karena dia ngutil
[D] Karena suka ngupil
[E] Selain orang gila dilarang memilih [A],[B],[C]
Katanya Wiwit Centil kepanjangannya, tp kami 100% tidak mempercayainya, yang kita percaya adalah pilihan D.
Selamat ulang tahun Wit…
Semoga panjang umur…
Rejeki lancar…
Enteng Jodoh…
nb: Makan yang banyak biar cepet tinggi….

Pondal
“Mai ngarak”, begitu kira kira kata seorang ‘kk’ Pondal jika sedang ngumpul dengan crew lainnya…
Dengan suara tangisan yang khas… (*Rada-rada cadel -red) Seorang Pondal mencolot ke muka bumi…
Tidak tau kenapa namanya bisa Pondal (Tanya Ranta-Istrinya)
Tp… we love you guys…
Happy B-Day to Pondal
*mai ngarak…
Development at Lake Buyan goes on without permits
Claudia Sardi , The Jakarta Post , Buleleng | Sat, 02/07/2009 1:11 PM | Bali
The development thriller of Lake Buyan, one of the few water catchment areas in Bali, is not yet finished as PT Nusa Bali Abadi, an Indonesian developer, has started to build around the sacred lake.
selanjutnya…
Postingan berita dari Agung Wardana (WALHI Bali) di milis Bali Blogger Community ini kebetulan banget pas sama niatku untuk posting sedikit tentang Danau Buyan. Seminggu setelah camping aksi penolakan eskploitasi Buyan kebetulan sempet mampir lagi ke Buyan hari minggu kemarin. Kondisi cuaca kemarin bener-bener buruk. Hujan ditambah angin berhembus kenceng banget di area Bedugul. Sukurnya pas masuk lokasi Buyan, hujan tinggal gerimis walau angin masih aja tetep kenceng. Setiba di area Danau Buyan, terlihat permukaan danau beriak tampak seperti permukaan lautan dengan awan mendung dan kabut tebal bergerak menggelayut di atasnya.
Ada yang menarik perhatian sebelum memasuki areal perkemahan di sana. Sekitar 200 meter sebelum pintu masuk areal danau mobil kami terhalang oleh lumpur yang menutupi jalan. Di sisi kiri tampak beberapa orang sibuk membuat tanggul untuk mencegah lumpur terus turun menutupi jalan. Kami pun mengurangi kecepatan, mencoba mencari tahu darimana datangnya itu lumpur. (more…)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.